Part 1: Canggung
Aku berjalan santai ke ruang tengah untuk menelpon ibu dengan jaket kulit kesukaanku, dan menekan kontak yang bertuliskan "Ibu" dan mendekatkan telepon tersebut ke telinga. Tetapi aku hanya mendengar bunyi "teeetttt totttt teeetttt, mohon maaf nomor yang anda tuju sedang tidur. Cobalah besok. Teeet tooottt teettt". Aku hanya terdiam dan menyiapkan tas dan barang barang ku, dan langsung menuju pintu depan dan pamit pada pemilik kos. "Pak Gilbert, Aku pulang kerumah. Uang kos nya ntar aku transfer lewat atm BERI". Pak Gilbert membalas "Oke Ron!".
Aku langsung menuju trotoar dan melihat lihat apakah ada taksi. Ehh malah ada bus, tapi arah bus nya sama seperti tujuan ku, jadi aku melambaikan tangan dan bus itu berhenti. Aku langsung naik ke bus tersebut. Saat aku masuk, aku hanya melihat kerumunan orang dan tak ada kursi kosong, aku cari sampai belakang. Ada kursi kosong, tetapi pasangan duduk ku adalah seorang perempuan berambut panjang yang seumuran dengan ku. Saat aku duduk, hatiku agak aneh. Maklum lahh jomblo, hehehe. Saat bus sudah jalan sekitar 5 menit, perempuan tersebut bertanya "Kakak mau kemana?". Muka ku langsung memerah karena malu dipanggil Kakak dan spontan aku jawab "Nggak usah panggil Kakak, panggil aja Ron", dengan ceria gadis itu menjawab "maaf kak aku kira lebih tua, hehehe". Aku berkata "Nggak papa kok, Udah biasa, Aku mau ke Bandara" jawabku. "jalan-jalan Ya?..... Ron" tanyanya sedikit canggung. "Tidak, aku ingin pergi kerumah orangtua ku di Tokyo. Iya sih, sekalian jalan-jalan". gadis itu terkejut dan langsung mengatakan "Tokyo? Aku juga pergi kesana" katanya dengan nada bersemangat.
Aku dan perempuan itu mengobrol sepanjang jalan sampai kami sampai ke bandara. Saat kami sudah keluar dari bus tersebut, perempuan tersebut memberikan selembar kertas yang terlipat. Perempuan itu berkata "Ini mungkin milikmu, aku menemukanya di bawah kakiku". Aku mengambil kertas itu dan memasukkannya kedalam tas hitamku, dan mengucapkan sampai jumpa di Tokyo pada gadis itu, perempuan itu hanya tersenyum dan menghilang di keramaian bandara. Aku langsung pergi masuk ke dalam bandara dengan bingung. Aku berpikir, mengapa gadis itu tersenyum? Sebenarnya itu biasa saja, tetapi ada sesuatu dengan tatapan gadis itu. Oh iya! Aku lupa menanyakan nama gadis itu, laki laki macam apa aku ini.
Created by: Ivan Abraham
Sorry jika ada kesalahan di penulisan,
Jalan cerita, atau lain lain.
Maklumlah, gue masih newbie, hehehe.
Oh iya, jika ada saran saran dari teman teman
Langsung comment aja, biar Part selanjutnya
Lebih bagus.
✌ PEACE ✌
YOU ARE READING
Endless Journey
AdventureSalju, adalah hal yang unik, dingin, dan lembut. Tetapi tidak semua salju membuat anda senang, beberapa hal membuat kita. Disini kita membaca sebuah kisah tentang perjalanan hidup seorang pemuda. Sedih, senang, duka, aneh kita lalui bersama di perj...
