Kepergianmu serupa kabut pagi yang ditampar mentari.
Hilang seketika dan tak berbekas. Bahkan serasa tak pernah ada......
Serupa mimpi yang musnah sesaat setelah mata terbuka.
Kamu ada dalam ketiadaan.
Kadang sengaja kembali kututup mataku. Mungkin, dengan demikian kau akan muncul.
Menemani sekejap. Namun, kau lagi-lagi hilang.
Kendati kutengok setiap ruang dalam kepalaku, kau tetap tak ada.
Aku kehilangan tanpa memiliki.
Ini benar-benar bodoh.
YOU ARE READING
LIMERENCE
Teen FictionSebuah kondisi dimana kita sedang tergila-gila dengan seseorang.
