one

6 0 0
                                        

  Perih. Itulah yang kurasakan. Disaat membutuhkan dukungan dari orang yang tersayang. Tapi, semua itu hanya sebuah mimpi. Cukup retapi.
- Kalisha Putri -
.
  Hidup di zaman semua masalah terselesaikan dengan uang tidak lah menyenangkan. Apalagi bagi orang yang mencari sesuap nasipun sulit.
Aku bersyukur. Hidup dikeluarga yang berkecukupan. Meski terkadang, seakan tak memiliki semua kebahagiaan dikala orang tua mengabaikan. Bahkan menghiraukan apa yang dikerjakan. Sungguh aku ingin seperti teman-teman ku yang selalu mendapatkan kasih sayang. Yang ku butuhkan bukan harta dan uang tetapi kasih sayang. Harta bisa dicari, tapi kasih sayang takan pernah bisa tergantikan dengan apapun.
.
"Hi Lis?"
"Hi Vin"
"Gimana nanti malam cabut gak?"
"Pasti dong Vin. Tunggu aja di tempat biasa. Kalau gw telat sorry, banyak urusan gw. Wkwkwk"
"Halah sok sibuk lo. Iya siap, pasti gw tunggu. Asal jangan datang tengah malem aja."
"Hahaha... Ya udah. Gw cabut dulu. Salamin buat anak-anak."
"Siap bos."
Kelvin Anjas Santoro. Temen sekaligus kakak bagiku. Dia paling ngerti apa yang ku inginkan. Meski memiliki kakak, mereka semua sibuk dengan dunianya. Dan aku diabaikan kembali. Menurut teman ku dia jutek, dingin banget. Tapi gak menurutku, dia itu bawel nya ngalahin cewek tapi humoris banget. Bahkan aku nyaman. Dia dari keluarga Santoro, pemilik perusahaan batu bara di Kalimantan. Kehidupannya sama seperti ku, sama-sama terabaikan.
.
.
==============================
- Bersambung -
==============================

#partOne

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 15, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

FakeStories to obsess over. Discover now