▫ ▫ ▫
Seorang gadis sedang mencoret-coret buku kosong miliknya.Bosan.Itulah yang sedang dirasakannya.Semua orang sedang bergosip ria sambil memakan jajanan yang mereka beli dikantin.
Amelia Clay.Yup itulah namanya.Seorang gadis berparas cantik itu menatap ketiga sahabatnya sedang asik berbincang yang lama-lama membuat telinganya panas karena topiknya tentang Hansel.
Sebenarnya yang berada dipikirannya hanyalah seberapa pentingnya dia sampai-sampai setiap sudut sekolah berbicara tentangnya.Baru saja ia masuk sekolah sudah disuguhi dengan topik seperti itu.
Yang ia ketahui tentang Hansel adalah pentolan sekolah yang selalu bikin onar.Membuat onar adalah makanan kesehariannya,dan setiap hari.Hansel pasti bersangkutan dengan Guru BK.
Kata Felicia atau biasa dipanggil Feli,Hansel itu sangat tampan,berbadan atletis,putih,hidung mancung seperti perosotan anak tk,dan juga ia seorang bad boy sekolah yang hobby nya bolos saat pelajaran.Itulah yang dipikiran semua murid SMA NUSA BANGSA.
Mesti Amel bukan gadis yang selalu berperilaku layaknya perempuan,tetapi ia tidak pernah berurusan dengan anak nakal,walaupun ada tapi tak separah Hansel.
Amel menutup buku yang sudah penuh dengan coretan dan mulai mendengarkan apa yang Feli,Fany,dan belva bicarakan.
"Katanya hansel berantem loh sama Rafael kelas IX-ipa 2."Kata Feli dan langsung diberi tanggapan oleh Fany.
"Iya kemaren mereka pada berantem kurang tau juga sih gw masalahnya paan,oh ya katanya juga hansel and the geng tawuran."Amel menaikan satu alisnya mendengar perkataan Fany.
Amel mulai tertarik dengan topik tentang seorang Hansel yang selalu buat onar itu dan akhirnya bersuara,"Kenapa sih dia suka hal aneh kek begitu?Kasian kan wajahnya penuh luka hanya karena begituan,dan ya menurut gw buang-buang waktu sama tenaga itu.Kalo gw jadi dia pasti lebih milih diem sambil baca buku,terus tidur,kan kalo tidur gw bisa seger lagi kalo udah bangunnya."Amel mengangguk anggukan kepala membentulkan perkataannya tadi.
Dan sedangkan sahabatnya saling bertatapan dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Hansel itu keren loh,hampir semua murid SMA Nusa Bangsa suka Hansel dkk,kecuali cowok dan..." Belva sengaja mengantungkan ucapannya dan menatap geli Amel.
Amel menaikan satu alisnya"Dan?" Katanya penasaran
"Lo."tawa mereka meledak. Lucu ya? Itulah yang dipikirkan Amel. Ia hanya memutar bola matanya malas.
Saat tawa mereka mereda. Amel menatap mereka datar"Udah puas ketawanya?"
"Sorry sorry. Habisnya lo aneh sih. Hampir semua cewek disekolah ini suka sama hansel,termasuk Vera, anak culun itu loh." belva melirik kearah vera berada yang sedang membaca buku dan diikuti Amel.
"Yaudah sih ga penting juga,udah ah buang buang waktu gw lu pada."ucap Amel kepada ketiga sahabatnya
Setelahnya Amel mulai menyumbat kedua telinganya dengan earphone putih yang sudah tersambung ke ponsel miliknya. Ia tidak lagi bergabung dengan obrolan ketiga sahabatnya yang masih asik membicarakan tentang Hansel.
Ia menatap keluar jendela, tepatnya langit. Entah kenapa ia setiap melihat langit perasaannya selalu adem dan nyaman.
Para guru sedang rapat,dan hari ini pastinya mereka freeclass mesti diberi tugas oleh guru yang bersangkutan sudah dipastikan sebagian besar tidak akan mengerjakan, haha itu sudah jadi prioritas kelas wkwk. Dan sekolah nampak sepi karena para cowok bolos dan sebagian memilih berada di kantin.
▫ ▫ ▫
Amel,Feli,Fany,dan belva memasuki kawasan kantin yang lumayan sepi. Hanya ada beberapa siswi yang sedang membaca majalah,novel atau berbicara.
Inilah suasana yang Amel idamkan karena tidak ada keributan.
Amel,Feli,Fany,dan belva duduk di salah satu meja yang kosong.
"Hari ini gue yang pesen? Yaudah kalian pesen paan?"Amel,Feli,Fany,dan belva membuat kesepakatan bahwa hanya satu orang yang memesan makanan dan bergantian.
"Gue nasgor dan es teh."
"Gue baso dan es teh juga."
"Gue spaggeti dan es teh juga deh."
Amel menganguk mengerti ia meninggalkan meja tersebut dan mulai memesan makanan.
"Kang baso dua,nasgor satu,spaggeti satu,dan es teh nya empat. Anterin ke meja disana." Kang diman mengacungkan jempol.
Saat Amel akan kembali ke meja, tidak ada Feli,Fany,dan Belva. Ia mengedarkan pandangannya --kantin sepi,lebih tepatnya semua orang berada di dekat pintu kantin.
Alangkah penasaran ia pun mendekat ke segerombolan siswa yang berada di dekat pintu dan mengambil posisi paling depan. Alangkah terkejutnya Amel mendapati dua orang yang wajahnya penuh memar memar yang menurut Amel mengerikan karena biasanya ia melihat itu di film-film dan sekarang ia melihatnya langsung dengan matanya sendiri. Rambut yang sudah tak berbentuk,baju yang berantakan, dan yang lebih parahnya wajah mereka penuh luka dan memar.
Beberapa cowok datang dan melerai perkelahian mereka. Cowok yang satu telah dibawa ke tempat yang lain. Sedangkan yang satu masih ditenangin sama teman-temannya.
Si teman cowok itu yang Amel ketahui dari Feli saat berpapasan bernama Glen itu mengedarkan pandangan.
"Siapa anggota PMR disini?
Tidak ada yang menjawab. Amel melihat sekelilingnya untuk mencari Feli,Fany,dan Belva. Dan,oh damn! Feli,Fany,dan Belva sudah tidak ada dikawasan kantin. Saat Amel akan beranjak ke kelas untuk menyusul teman-temannya,suara Glen menghentikan niatnya.
"Heh lo,"
Tatapan Glen lurus ke Amel. Amel menoleh kiri dan kanan. Semua orang yang tadi berada dibelakangnya telah hilang entah kemana. Lebih tepatnya bergeser,sehingga hanya Amel sendiri dibagian yang ditunjuk tersebut.
Amel menatap Glen dan menunjuk dirinya sendiri.
"Gw?"
"Iya lah siapa lagi,sini"
Dengan malas Amel mendekat kearah Glen berada."Ada apa?"
Glen melihat Amel dari atas sampai bawah."Lo bisa ngobatin temen gue?"
Amel berpikir sebentar."hm gimana ya,bisa sih bisa cuman gue males kalo harus ngobatin dia."Ucapnya dan terus telunjuknya menunjuk kearah Hansel.
"Yah tolongin dong bentaran doang elah."
"Yaudah."
Dulu, Amel sempat menjadi anggota PMR waktu ia sekolah SMP.
Glen mengangguk acuh."Lo ikut kita." Kata Glen lalu berbicara pada kedua temannya dan pergi.
"Cepetan ikut gue." Amel yang sedang melamun tersentak oleh ucapan Glen lalu ia mengikuti Glen dibelakangnya.
Mereka memasuki UKS yang sepi lalu Glen membiarkan cowok itu duduk ditepi kasur yang tersedia di UKS sekolah.
.
.
.
Penasaran akan lanjutannya?
Tekan(☆) jangan lupa,belajarlah menghargaii:))
YOU ARE READING
Mistake?
Short StoryAmelia Clay. Gadis yang bisa dibilang cukup bandel karena kelakuannya tidak seperti kebanyakan gadis lainnya.Gadis yang tak pernah berpengalaman soal dunia percintaan yang dibilang serius,bertemu dengan Hansel Christian si bad boy sekolah yang serin...
