Suasana di daerah Gangnam sedikit lebih ramai dan dingin karena diperkirakan menjelang bergantinya hari akan turun salju. Beberapa orang yang berlalu lalang mencari kebutuhan agar terlindungi dari udara dingin yang akan meningkat malam ini dan sebagian diantaranya terdapat beberapa pasangan muda yang sedang menikmati kebahagian mereka sendiri di malam menjelang turunnya salju. Berbeda dengan suasana yang berada di sebuah kamar apartemen di Gangnam. Kehangatan melingkupi keduanya yang saling menghangatkan satu sama lain di atas ranjang dengan pembicaraan ringan diantara keduanya.
"... Mulai dari internet, televisi, radio, media cetak, bahkan orang-orang di sekitarku membicarakanmu. Mereka membicarakan penampilanmu, suaramu, daya tarikmu, mungkin sebentar lagi mereka akan membicarakan ukuran bra mu." Ujar Hyunseung, mengacuhkan sifat tidak terima dan cerewet dari kekasihnya.
"Kau cemburu atau bagaimana? Jangan ngomong sembarangan. Jaga ucapanmu atau kau ingin aku pergi dari sini?" Balas Hyuna dengan sedikit marah dan cemberut mendengar perkataan Hyunseung.
"Siapa yang cemburu? Dan sejak kapan kau menjadi sensitive seperti ini?"
"Apa yang kau katakan? Tidak senang aku ada disini?" Sanggah Hyuna tidak habis pikir mengapa kekasihnya menjadi semenyebalkan ini.
"Astaga. Apa yang terjadi padamu? Apakah mereka –haters- menyakiti hatimu?" kata Hyunseung dengan ekspresi khawatir yang dibuat-buat dengan menatap Hyuna.
"Ashh.. Jangan berpura-pura dihadapanku. Aku tau kau sedang berbohong." Kata Hyuna dengan menatap Hyunseung balik.
"Ya.. Setidaknya mereka belum mengetahui ukuran bra-mu."
"Yak! Ada apa denganmu? Kau menjadi aneh," potong Hyuna dengan wajah khawatir kepada kekasihnya lalu menyentuh pipi Hyunseung. "Jangan membuatku khawatir." Tambah Hyuna.
Hyunseung memegang tangan Hyuna yang berada di pipinya. Mengelusnya yang kemudian ia cium.
"Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu." Ujar Hyunseung dengan lembut dan pandangannya terfokus kepada Hyuna.
"Ya ampun! Aku lebih merindukanmu, bodoh." Kata Hyuna dengan nada bercanda.
"Bodoh katamu? Baiklah, aku adalah orang bodoh yang telah jatuh cinta pada gadis payah. Perfect Couple, right?" kata Hyunseung dengan tersenyum.
"Haha.. Bad Couple in The World." Ujar Hyuna dibarengi dengan tertawanya yang keras.
"We're the best, babe" kata Hyunseung melepas tangan Hyuna yang ia pegang lalu berpindah di rambutnya dan ia mengelusnya dengan lembut penuh kasih sayang.
"Aku mulai mengantuk." Kata Hyuna masih dengan sisa tertawanya.
"Tidurlah. Aku akan menjagamu." Ujar Hyunseung lalu memberikan ciuman selamat malam di kening Hyuna. "Good night, babe."
Hyuna melingkarkan tangannya pada pinggang Hyunseung kemudian menutup kedua matanya. "Night!"
Hyunseung menutup kedua matanya dan mengelus kepala Hyuna dengan penuh kasih sayang, membuat Hyuna merasa nyaman.
Ketika keduanya mulai terlelap dengan kehangatan yang menyelubungi mereka, salju pertama jatuh di tanah dan bertambah banyak setiap detiknya. Selamat datang musim dingin.
--
Shinfc.
26 Febuari 2016 / 07:22 P.M
Akhrinya aku post jugaaaaaa dan sekarang sudah tahun 2019! Hampir genap 3 tahun aku menyimpan cerita ini daripada menjamur lappy mending aku share teruntuk penghuni di dunia orange ini wkwk
Ada saran?
YOU ARE READING
Troublemaker
FanfictionMasih ingat dengan duo yang menggemparkan? Yup. Mereka adalah HyunA dan Hyunseung si Troublemaker. Dari Starship Entertaiment. Ya, dulu mereka satu agensi.
