INTERLUDE

652 70 14
                                        


Awal musim gugur, dimana Hyunjin saat itu sedang merasakan sebuah rasa keputus asaan yang mendalam. Ditinggal pergi oleh kekasih yang amat ia cintai. Membuat hidup Hyunjin semakin berantakan, mata bengkaknya juga sebagian jiwanya yang hampir mati karena sakit hati akibat putus cinta. Hyunjin pikir, saat kekasihnya meninggalkan dirinya tidak akan merasakan sakit yang luar biasa. Tapi pada kenyataannya, Hyunjin hampir mati karena cinta yang telah ia pertahankan selama satu tahun lamanya.

Felix terkekeh geli, sahabatnya itu memang menyebalkan. Pasalnya, saat Hyunjin menampakkan wajah mengerikan dihadapan Felix, justru membuat dirinya menahan tawa.

"Jangan bersedih, kau semakin jelek jika wajahmu seperti itu." Hyunjin melempar tatapan tajam kearah Felix. Ia mendaratkan bokongnya di samping kemudi mobil Felix. "Katamu, ingin mengikutiku untuk melihat parade jatuh cinta?"

"Berisik sekali! Jalankan saja mobilmu!" Felix kembali tertawa pelan, menuruti ucapan Hyunjin yang menyuruhnya untuk menjalankan mobil. Felix memang berjanji untuk mengajak sahabatnya itu ke parade jatuh cinta. Itu tradisi yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Katanya, untuk menghibur para jiwa yang telah ditinggal oleh kekasihnya.

Kesedihan yang mereka pendam, tidak akan diketahui oleh mereka yang hanya menatapnya sekilas. Mereka akan tenggelam, larut dalam kegembiraan hiburan yang telah disediakan.

Konon, mereka yang ada disana, akan mendapatkan pasangan saat pertama kali mereka bertatap mata. Hyunjin tentu berharap, ia ingin menghilangkan kesedihan yang bergumul pada dadanya. Sesak sekali saat mengingat mantan kekasihnya yang sudah mulai menggandeng pria lain di depan matanya.

"Jangan memikirkan apapun, Hyunjin. Bergembiralah, astaga. Kau akan senang saat sudah melihat pertunjukan mereka." Felix mematikan mobilnya. "Kita sampai, turun atau kau akan kutendang dari dalam mobil!" Hyunjin mendengus kesal. Ia turun dari sana, melangkah meninggalkan Felix yang berada di belakangnya.

Hyunjin tidak bisa berbohong. Maniknya menelusuri setiap keindahan hiasan yang terpampang disana. Bunga tulip berwarna-warni, pohon hias dengan berbagai lampu, permen manis yang berjajar rapi, cotton candy sebagai pelengkap, gembok cinta yang terpasang indah, juga 143 pohon dengan gantungan senbazuru menghiasi setiap sudut jalan.

"Indah?" Hyunjin mengangguk antusias. "Mau mendekati pohon senbazuru?" Felix menawarkan, Hyunjin lagi-lagi mengangguk. Mereka melangkahkan kakinya menuju pohon senbazuru.

"Kita bisa membuat satu permohonan di pohon senbazuru. Saat kita menggantungkan bangau-bangau itu di pohon bambu, maka permohonan kita akan terkabul," Hyunjin mengerjap pelan, menatap Felix sebentar. "Cobalah, kau akan percaya keajaiban setelahnya."

Hyunjin menurut, ia meraih kertas berbentuk burung bangau. Meminta satu permohonan terpendam dan berharap agar dikabulkan oleh keajaiban yang mampir dalam kehidupannya. Ia memejamkan matanya, berdoa dengan sungguh-sungguh dengan kedua tangan yang saling bertautan di depan dada.

Setelahnya, Hyunjin membuka mata. Tangannya terulur untuk menggantungkan lipatan kertas origami pada pohon bambu di depannya.

"Selesai!" teriaknya, Felix terkekeh. Hyunjin seseorang yang mempunyai perubahan mood drastis. "Lapar, Felix. Mau makan cotton candy, beli itu!" tangan Hyunjin menarik tak sabaran. Membuat Felix mau tak mau mengikuti langkah sahabatnya.

"Permen-permen itu tidak akan lari darimu, astaga. Mereka tidak punya kaki untuk menghindari manusia semacam dirimu. Jadi, bisakah kau berjalan dengan sedikit santai?" Hyunjin menggeleng kencang. Ia menghentikan langkahnya. Menatap Felix dengan mata berbinar, memancarkan wajah bahagia setelah putus cinta dari kekasihnya.

"Kau tahu? Aku tidak hanya menginginkan cotton candy itu! Tapi, pria yang menjualnya lebih manis dari ribuan cotton candy miliknya," kata Hyunjin dengan cengiran bodohnya.

Downpour

"Could my tear bring you back to me, hyung?  I just need you."

"You shouldn't come to another arm if you need me, Hyunjin. Your heart will not be mine anymore, everything wouldn't be the same. You start, so you choose the end of us."

Visualisasi of

H w a n g   H y u n j i n  as sub

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

H w a n g   H y u n j i n 
as sub

C h r i s t h o p h e r   B a n g   C h a n as dom

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

C h r i s t h o p h e r   B a n g   C h a n as dom

Original idea by: 01stWings

-RION-

[6] Downpour {ChanJin}Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora