"Rani, itu kerudungnya dipake."
"Ran, matiin rokoknya."
"Dih, dipake bajunya Rani."
"Rani, jangan kayang."
"Bacot ah lo semua."
Iya, Rani lagi teleponan sama ibunya. Ya biasa deh, digangguin sama anak-anak nolep. Rasanya nggak lengkap kalau teleponan sama orang tua, tapi nggak digangguin sama temen. Tentu saja orang tua yang bersangkutan sudah paham betul itu cuman candaan belaka.
Anaknya? Ya jelas ke ganggu lah, make nanya lagi. Bayangin aja, lagi serius teleponan terus temen dateng ngganggu, rasanya tuh pengen nyedot ubun-ubunnya secara live. Kalau buat yang pro di diemin doang, lanjut teleponan aja sampe kelar.
"Iya mah, Rani nanti kerkom di rumah sama temen Rani."
"Iya, assalamualaikum."
Begitu kelar teleponan...
"EH BANGSAT YA LO SEMUA, UNTUNG EMAK GUE NGGAK KEPENGARUH!" teriak Rani ngegas.
Dan see? Yang ngeledekin cuman masang watadosnya. Hal itu makin ngebuat Rani pengen nyedot ubun-ubun mereka.
---
YOU ARE READING
Story Of Nolep
HumorIni kisah mereka, geng teraneh di kelasnya. Nggak cuman aneh, mereka ini pintar tapi bego, ngerti nggak? Yah, mereka juga punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena tingkah laku mereka yang ajaib, mereka di nobatkan sebagai "Manusia ajaib"...
