" Abba-mama, tidak bisakan aku mencintai lelaki itu?".
Lelaki paruh baya itu mengikuti tatapan mata putrinya, dia tersenyum walau dibaliknya ada suatu kesedihan.
" Jauh dari sini, ada seorang gadis yang menunggu kepulangannya".
Gadis itu mengernyitkan dahinya, " apa maksud dari perkataan Abba-mama?".
Lelaki paruh baya itu tersenyum kecil menatap lekat mata putrinya, " seperti ibumu yang selalu menunggu ayahmu untuk datang ke kediamannya".
Gadis itu terdiam lalu menunduk, " demi apapun...aku mencintainya, walaupun aku harus sakit hati...setidaknya biarkan aku ada disampingnya".
Lelaki itu kembali tersenyum, " bahkan jika dia menyakitimu suatu hari nanti?".
Gadis itu menatap ayahnya, " hal itu akan berbalik kepada gadis yang menunggunya, bukan padaku".
***
" Qiao Xiao, apakah kau ingin menjadi wanita nomor satu?".
Mata wanita itu mendapati siluet mata ayahnya yang sangat lembut padanya.
" Aku ingin menjadi yang nomor satu".
Lelaki tua itu tersenyum lalu memegang kedua tangan putrinya.
" Bahkan jika kau harus membunuh gadis yang akan menjadi nomor satu itu dengan tanganmu sendiri?".
Wanita itu tersenyum lebar lalu mengangguk, " akan kulakukan".
" Singkirkan gadis itu".
***
" Lu Shi! Seharusnya kau tidak bersabar seperti itu!" pekik gadis yang berada disamping gadis yang tengah menyulam.
" Maafkan istriku, dia belum dewasa".
" Jangan membuat istrimu malu! Lu Shi! Apa kau tidak akan memberitahu kepadanya?" tanya gadis itu dengan tatapan memohon.
Gadis yang tengah menyulam itu tertawa kecil lalu menatap kedua mata gadis dan lelaki muda itu.
" Aku ingin dia mencari tahu mengenai diriku".
" Lu Shi! Dia itu tidak P-E-K-A! Kenapa kakakku bisa bodoh!".
" Xia Hao, biarkan Lu Shi yang mengatakannya, ya?" ujar lelaki muda itu tersenyum sembari mengelus rambut istrinya.
" Lu Shi, apapun yang terjadi dia harus tahu yang sebenarnya".
" Atau kau mau kehilangan dia yang akan membawa putri Joseon itu?".
YOU ARE READING
Hopeless
RomanceAku hanya bisa tersenyum pahit saat kau memeluk dan menghapus air mata gadis yang seharusnya tidak kau cintai. Tapi ada saatnya untukku membalas perbuatanmu. Apa kau akan suka kejutanku? Saat kau mengetahui hal yang seharusnya dari dulu kau ketahui...
