1

95 11 4
                                        

Hai Tuan, apa kabar? Sudah lama kita tak saling menyapa, sudah lama kita tak saling bertukar kabar. Yang ku tahu, kini kau telah bahagia dengan orang yang baru, yang lebih mengerti dirimu, dan tak pernah mengekangmu.

Hai Tuan, lupa kah kau dengan janjimu dulu? Janji yang kau buat dikala kita masih bersama? Kau bilang, kau tak akan pergi, dan kau akan selalu ada dikala aku bersedih, dan akan menjadi orang yang menghapus air mataku ketika aku bersedih? Tapi kini, Kau pergi tanpa peduli aku yang terluka.

Hai Tuan, apakah kau bahagia dengan dia yang kini bersamamu? Yang selalu mengerti dirimu? Dan selalu ada untukmu? Ya, aku sadar bahwa aku tak pantas jika berada di dekatmu. Aku sadar, bahwa aku bukan yang terbaik untukmu, dan aku tak pernah mengerti kemauanmu.

Hei Tuan, jika dulu, kau tak pernah membiarkan aku menangis. Maka kini, kau yang membuat aku menangis, aku tak bermaksud untuk menangisimu. Tapi, aku tak sanggup jika harus melihatmu bahagia dengan dirinya, aku tak sanggup jika aku harus kehilanganmu. Tapi itu dulu, sekarang aku akan mencoba melupakanmu, dan mencoba membuka lembaran baru dalam hidupku, tanpa ada seorang pun yang akan mencampuri hidupku.

Hei Tuan, kau pasti tak sadar bahwa setiap malam aku selalu merindukanmu, setiap waktu aku selalu mengingatmu. Aku tahu bahwa aku salah, karna aku masih memikirkan dirimu yang telah dimiliki orang lain.

Hei Tuan, aku tak perlu meminta izin untuk meminjam namamu dalam setiap do'a ku kan? Karna tanpa kau sadari, aku selalu menyebut namamu dalam do'a ku dan aku masih berharap untuk bisa kembali bersamamu, walau aku tau itu adalah suatu hal yang sulit untuk terjadi.

Hei Tuan, jujur kini kau berubah. Jika dulu kau tak pernah membiarkan seorang wanita pun menangis, maka kini kau yang membuat wanita itu menangis. Jika dulu, kau tak pernah berkata kasar, maka kini kata-katamu begitu kasar. Aku tak suka dengan sikapmu yang sekarang.

Hei Tuan, apa kau ingat bahwa kita tak akan pernah menjadi musuh? Ya, tapi kini kau seolah tak peduli dengan ku, dan menganggap seolah aku tak pernah ada di hidupmu.

Hei Tuan, kini aku sadar bahwa aku tak pantas untukmu. Dan aku akan pergi menjauh darimu.

Terima Kasih karena pernah menjadi bagian hidupku:)


Rayday

CoretanDonde viven las historias. Descúbrelo ahora