Aku lelah dengan apa yang aku pikirkan tentang dirinya. Harapku melambung tinggi jauh melampaui batas. Tapi kenyataan menjatuhkanku pada dasar yang hanya berisi kegelapan.
Dia datang seakan ingin tinggal.
Tanpa permisi ia ambil alih kendali atas diriku.ketika ia bosan,ia pergi begitu saja.tanpa permisi dan ucapan selamat tinggal.
Lalu,ketika aku telah menemukan kebahagiaan baruku. Ia kembali merebutku dari kebahagiaan yang aku cipta setelah lama aku dibiarkannya sendiri. Ia kuasai diriku hingga aku terbuai lagi oleh pesonanya.
Aku berpikir , mungkin dia sudah berubah. Jadi, apa salahnya kita mulai dari awal tanpa mengedepankan perasaan.
Kita jalani sama-sama suka dan duka masa SMA .
Aku tidak terlalu suka keramaian.aku lebih suka sunyi yang memiliki arti. Aku tidak suka hal yang membuat masalah semakin rumit. Tapi aku cenderung memperumit masalah sederhana.
Mungkin orang banyak yang bilang aku adalah orang aneh yang gaptek dan kudet alias kurang update .tapi ya bodo amat.
Aku berumur 17 tahun.yah.. Meski sweetseventeen tak ada yang ngerayaain tak palah... Aku rappopo.oke tak usah dibahas. *gak penting.
Mereka datang dan pergi sesukanya. Tanpa pamit pulang dan permisi untuk masuk kedalam. Mereka pikir WC umum.
Akhir-akhir ini cuaca sering mendung.entah hanya perasaanku atau memang alam sedang berduka atas penderitaanku.Aku sadar aku gadis yang baperan.
Tapi,mau gimana lagi?!
Aku punya trauma dengan banyak perasaan sehingga aku takut untuk memulai sebuah hubungan. Entah aku yang terlalu berlebihan atau memang itu kenyataan yang harus kutelan.
Dan,sekarang aku sedang merasakan itu. Hal yang sangat aku benci. Kau tau apa itu?? .ya,mungkin kau tau.
Hal itu hanya ada satu kata tapi benar-benar menikam jiwa .
~HAMPA~
Oke,guys...Sorry masih tahap awal.. Tolong vote and coment supaya ceritanya tetep lanjut yak... !!! 😊
Terima kasih .... Sama-sama..
Lagi kangen yang disana ... 😆
Jodoh yang belum dipertemukan ... 😇
YOU ARE READING
Hampa Yang Tak Ku Sadari
Teen FictionIni adalah Kisah Tentang Senja yang cepat berlalu dan berbagai kenangan yang datang ketika hujan
