*1*

56 3 0
                                        

jarum panjang jam dinding yang tertempel rapi di sebuah kamar bernuansa biru sudah mengarah ke angka 9 sementara jarum pendeknya sudah melewati pertengahan angka 6dan 7.

''aduh dasi gue mana ya?''......''nah tu dia'' menarik dasinya yang tergeletak di atas kasur.

ketika sudah berada di pintu kamarnya iya berbalik lagi ''hampir aja'' gumamnya sambil mengenakan kaca matanya,dan kemudian segera berlari  menuju lantai bawah.ketika sampai di anak tangga terakhir terlihat seorang paruh baya menghampirinya.

''non ada telepon dari nyonya''

''nanti aja deh bik udah keburu telat ni''

''oh ya udah non''

bik pak Amat mana?'' sambil menyeruput roti yang sudah di olesi selai.

''udah nunggu di depan non''

''oh ya udah aku pamit ya bik'' langsung berlari keluar

''pak cabut pak''ia memasuki mobil.

''siap non''.setelah beberapa menit (kurang lebih 20 menit) tak jauh dari sekolahnya ada sebuah halte bus .

''pak berhenti pak'' pak Amat pun langsung menepikan mobilnya.

''nanti pulangnya jam berapa di jemput non?''

''jam 2 ya pak''sambil turun dari mobilnya dan kemudian langsung berjalan ke arah kanan dengan tergesa-gesa sambil melihat jam yang melingkar ditangan mungilnya,setelah 5 menit perjalanan tibalah ia di depan sebuah SMA yang terlihat dari bangunan luarnya aja udah sangat elit,namanya SMA TRISAKTI,ya sekolah ini merupakan sekolah terelit, terpopuler serta terfavorit di Jakarta dan tak heran yang berada di dalamnya pun adalah orang-orang yang punya kemampuan serta dompet yang tebal.Ia pun segera masuk karena keberuntungan bahwa gerbangnya belum di tutup padahal sekarang sudah jam 7:05 yang artinya bel sudah berbunyi.Ia pun segera ke kelasnya  yang berada di lantai 3yaitu kelas XI FISIKA 2 sesampainya di kelas ia pun langsung masuk.

''tumben loe telat Din?'' sambar si Laura teman semeja nya .Laura Putri Aleksa adalah sahabat karibnya dari kecil yang tau segalanya tentang dia.

''gue kesiangan ''

''dan loe jalan lagi dari halte''

''ya gitulah'' duduk dan melepas tas nya

''loe mau sampai kapan kayak gini?'' belum sempat di jawab guru Bahasa Indonesia nya keburu datang ,''selamat pagi anak-anak''

''selamat pagi bu ''

''silahkan duduk''sambil meletakkan laptop nya di atas meja 

''baiklah hari ini kita lanjutkan materi yang minggu lalu ya'' semuanya pun serius dan fokus mendengarkan penjelasan dari bu Dina. Setelah beberapa jam pelajaran berlangsung yang di tunggu-tunggu pun tiba, apalagi kalau bukan bel istirahat, bu Dina pun keluar kelas .

''Din ke kantin yuk'' ajak Laura 

''ayuk'' Nadin pun bangkit dari tempat duduknya, mereka pun berjalan menuju kantin yang berada di lantai bawah dengan memasuki sebuah lift.Sesampainya di kantin mereka pun memilih kursi di dekat jendela ,namun belum sempat mereka meletakkan pantatnya di kursi tiba-tiba seseorang dengan sengaja menyenggol Nadin ''awww''

sikut Nadin sedikit lecet karena terbentur dengan semen.

''eh loe apa-apaan sih ''bentak Laura dengan mendorong bahu kanan Angel.Yapp seseorang yang sengaja tadi namanya Maurine Angel yang sok cantik,sombong,rambut setengah badan,tinggi kira-kira 160 cm,kulit kuning langsat, anak kelas XI Biologi dan sok berkuasa karena orang tuanya salah satu donatur SMA TRISAKTI.

SECRETWhere stories live. Discover now