Di tempat ini, kota berintan yang sangat sepi dan hanya bisa dilalui melalui sungai. Aku mengais kepingan masa laluku yang tak berbekas, aku tersadar namaku sudah sepenuhnya terhapus di ingatan orang-orang. Terkadang aku berpikir, kenapa dengan begitu mudahnya aku mau meninggalkan tanah airku hanya untuk menuruti keinginan moetherku yang bahkan tidak akan pernah kesampaian hingga saat ini.
Kota ini, dulu orang-orang inlander menyebutnya kota batuah. Tidak banyak pertumpahan darah yang tercatat oleh orang-orang masa kini di tempat ini. Kota ini sangat tenang, seperti sifatku yang selalu tenang bahkan sebelum kematianku. Sampai suatu hari aku bertemu dengan seorang gadis bermata suram, membuat semburat senyum di wajahku, menghapus ketenangan sunyi yang selama ini menghantuiku
🌺🌺🌺
ESTÁS LEYENDO
Cordelia Van Kepler (END)
FantasíaIa menyunggingkan senyum manisnnya padaku sambil menjinjing keranjang rotannya. "Namaku Cordelia. Siapa namamu?" Sapanya tetapi tak kuhiraukan. Aku memalingkan wajahku berpura-pura tak melihatnya. Tapi netranya seolah membiusku untuk tak bisa menol...
