“Kamu tega sama aku, kita udah sahabatan dari kecil. Kamu jahat,,, kenapa kamu melakukan ini kepada ku?” perempuan itu terus berteriak sesekali memukul laki-laki yang ada di hadapannya
Laki-laki itu pun pergi begitu saja meninggal kan wanita cantik di hadapannya.
“Hariy kamu mau kemana? Tungu aku!” teriak wanita itu yang di iringi dengan tangisannya. Ya hariy, Manuhariy Darga nama laki-laki yang sangat iya sayangi itu,namun sekarang akan pergi meninggalkannya
Kemudian tari mengejar hariy yang jauh dihadapannya, selangkah tari maju.
“grabbbbbbbbbbb”
suara mobil menabrak seseorang, Tari yang hendak menyusulnya melihat kejadian itu serasa tidak ada nyawa lagi, tari berlari menghampiri hariy yang sudah bersimbah darah.
“Hariy!!” tari berteriak histeris saat melihat seluruh wajah sahabatnya itu sudah berhamburan darah
Tari pun terbangun darri tidur nya, seluruh tubuh tari lemas, keringat dingin berhamburan di seluruh badannya. Tari duduk di tempat tidurnya, dia bingung kenapa dia bermimpi seburuk itu tentang sahabatnya.
“drttttttt drtttttt drtttttt”
tari melihat handphone nya yang bergetar dan mengambilnya dari atas nakas,
Jam dinding menunjukkan pukul 01.20 a.m menandakan bahwa sudah mulai pagi.
“hallo” tari mengangkat telepon dari seseorang di sebrang sana
“hallo nak tari. Kamu, kamu lagi di mana?” ternyata ibu hariy yang menelepon dan nampak nya sedang cemas, suaranya terbata bata seperti lagi menangis dan membuat tari merasa aneh,sepagi itu ibu hariy meneleponnya, ada apa?
“aku lagi di rumah bu, ada apa?” tari langsung menjawab pertanyaan ibu hariy setelah beberapa detik ia terdiam , dan tari jadi bingung, baru saja dia bermimpi buruk tentang sahabatnya itu. Skarang ibu sahabatnya meneleponnya, tari semakin gelisah.
“hariy nak, hariy kecelakaan. Nyawanya tidak tertolong lagi.” Terdengar isak ibunya hariy di seberang membuat Seluruh tubuh tari lemas, ternyata mimpi nya nyata, bukan hanya mimpi semata.Tari berlari menuju kamar mamanya.
“ma, mama, mama bangun ma. Pa, papa bangun pa” tari membangunkan kedua orangtuanya smbil menangis, kini perasaan yang sedang berca,pur aduk mengacaukan hati perempuan cantik itu.
“ada apa sayang?” mama tari_Inneke terkejut melihat anaknya menangis
“ma hariy ma, hariy.” suara tari terbata-bata dan membuat ineke semakin bingung
“hariy kenapa sayang, kenapa?” mama tari semakin gelisah, ada apa sama sahabat anaknya itu. Sehingga anaknya seperi ini.
“hariy kecelakaan, tante marya telepon aku. Dia bilang hariy kecelakaan dan nyawa nya tidak tertolong lagi” jelas tari pada mama nya dan membuat tangisnya semakin jadi
“kalau begitu sekarang kita harus kesana.” papa tari_anton angkat bicara. Mereka bertiga pergi ke rumah hariy. Sesampainya di rumah hariy, mereka heran ntah mengapa rumah itu sepi seperti tidak ada apa-apa.
Saat di gerbang rumah hariy, tari dan kedua orang tuanya di sambut oleh seorang perempuan setengah baya, dan ternyata itu pembantu di rumah hariy.
Tari bingung, ada apa sebenarnya. Tari ingin sekali menanyakan apa yang terjadi kepada bibi yang menyambut mereka, namun karena sangat panik akan keadaan hariy , tari pun bergegas ke depan pintu dan mengetuk pintu rumah itu.
“assalamualaikum, tante, tante.” tari memanggil ibu hariy dari luar, namun, tidak ada tanggapan dari dalam rumah itu.
“sayang, mama sama papa lewat belakang ya, siapa tahu tante marya ada di belakang”
“iya ma”
Mama dan papa tari pergi ke belakang.
“ tante, tante, tante ada di rumah kan?” tari mengetuk pintu dan memanggil marya_ibu hariy berkali-kali namun, tidak ada juga tanggpan dari dalam rumah itu, isak tari semakin keras. Tiba-tiba lampu di sekitar rumah mati, tari terkejut dan dia sangat ketakutan apa yang terjadi, Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka, tari melangkah mundur, ia terkejut.
😉😉😉
Ihhh kasian tari , masa iya sih sahabatnya pergi begitu cepat
YOU ARE READING
Hariy Dan Tari
Random"Hariy kamu mau kemana? Tunggu aku!" teriak wanita itu yang di iringi dengan tangisannya. Ya hariy, Manuhariy Darga nama laki-laki yang sangat iya sayangi itu,namun sekarang akan pergi meninggalkannya Kemudian tari mengejar hariy yang jauh dihadapan...
