0.1 prolog

107 17 0
                                        

warning: Chanmin area (Chan Xx Seungmin)
genre: Angst (tetap happy ending)

Dimohon untuk tidak salah lapak. jika tidak suka, tinggalkan book ini.

• • •

Sejatinya sepasang kekasih bisa saja merasakan jenuh dalam hubungan. Bosan terlalu sering mengandaskan tautan tangan dua pasang yang tengah dilanda klasiknya asmara.

Tapi kenapa Christ merasa, ia hanya merasa ada yang kosong dan menjanggal dihatinya. Bersama Seungmin pun, ia masih merasa relungnya begitu sepi.

Christ menatap pemudanya dengan lama, menyaksikan semilir angin menerpa surai lembut itu. Ia tahu, Seungmin satu-satunya yang bisa menundukkan kepalanya yang selalu congkak.

"Christ, bagaimana dengan warna pastel saja?"

Lamunannya buyar mendengar suara lembut milik Seungmin menyapa rungunya. Ia kemudian melirik buku yang sedari tadi dipegang Seungmin sekilas, "apa itu cocok denganku?"

"Tidak sih—jangan memotong dulu, maksudku dengan vibesmu yang seperti ini, memang tidak cocok. Tapi kalau kamu mengenakan sepasang tuxedo dengan warna pastel, itu cocok. Dan mendukung warna tema pernikahan kita." jelas Seungmin panjang lebar dengan sumringah, matanya melengkung dengan lucu.

Lucu, dan menggemaskan.

Seandainya Christ tidak dilanda keraguan seperti sekarang. Yang bisa dilakukannya hanya mengusap surai itu dengan penuh perhatian, menatap Seungmin sambil tersenyum setengah hati.

Entah kenapa, sejak memutuskan untuk meminang Seungmin, raganya serasa terhempas jauh dari tubuhnya.

Ada sesuatu.

Ada sesuatu yang masih belum Christ ketahui tentang Seungmin, yang Seungmin sendiri menyembunyikannya begitu apik dan rapih. Namun, Christ tak sengaja menemukan secarik kertas dalam amplop dengan label rumah sakit di laci meja belajar Seungmin. Ia bingung, reaksi apa yang harus disampaikannya melihat situasi sekarang.

Tidak mungkin ia merusak suasana hati calon pengantinnya disaat membahagiakan begini.

'Mungkin lain waktu' gumamnya dalam hati, berusaha menetralkan detak jantungnya yang kian gelisah.

"...mana? Christ? Ya Tuhan, kamu lagi-lagi melamun!" sentak Seungmin dengan nada sebal, ia sudah melihat Christ yang melamun tiga kali hari ini. "Kamu memikirkan apa? Apa ini tentang pernikahan kita?"

"Hanya... aku merasa tidak menyangka menikahimu secepat ini, sayang." ujar Christ dengan senyumnya.

Seungmin mengulas senyum lembut, memberi kecupan manis dibibir lelakinya beberapa kali, tidak peduli bahwa mereka masih dibutik dan diperhatikan para pegawai disana yang bergumam betapa lancangnya dua insan itu pamer kemesraan diantara orang-orang single ini.

"Sudah, lebih baik kita pulang. Sudah hampir jam makan malam." sahut Seungmin, ia berdiri menghampiri si perancang acara pernikahannya sebelum kembali menghampiri Christ dan pulang.

Christ berjalan disamping Seungmin, menatap calonnya sambil meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja.

.end of prolog.

(ini akan slow-update setelah aku publish chap 1)

Lacuna [Chanmin]Where stories live. Discover now