Masa SMA adalah masa penuh tanya. Tentang siapa diri kita sebenarnya, apa yang kita inginkan, dan sejauh mana kita boleh menjadi diri sendiri. Di usia belasan, mencari jati diri bukanlah kesalahan—tetapi tidak semua sistem siap menerima perbedaan.
Cerita ini mengikuti perjalanan sekelompok anak muda yang sedang belajar tentang persahabatan, cinta, mimpi, dan makna hidup. Di tengah aturan, tuntutan, dan label yang mudah disematkan, keberanian mereka untuk bersuara justru membuat mereka dicap sebagai pembangkang.
Ini bukan sekadar kisah tentang sekolah. Ini adalah cerita tentang tumbuh, tentang berani berbeda, dan tentang mencari tempat di dunia yang belum tentu mau menerima kita apa adanya.
"Ini kisah tentang kami si liar kesayangan guru kesiswaan"
Main cast
Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.
Jisha Putri Alana, bisa di panggil Jisha, Asha, Sasha, asalkan jangan Jis karena katanya berasa najis. Baginya panggilan "Jis" itu terkutuk, siapa pun yang berani manggil dia dengan sebutan itu akan dia anggap angin berlalu.
"Jas, Jis, Jas, Jis. Lu najis." Begitu katanya, lengkap dengan muka sewot yang persis emak-emak naik motor terus kena tilang. Jisha kalau udah marah, semua orang akan mundur teratur.
Di lingkaran pertemanannya, Jisha adalah orang yang paling teguh. Salah satu prinsipnya yang sampai detik ini masih terkenal sekaligus selalu kena hujatan teman-temannya, karena itu yang membuat Jisha jomblo dari lahir, adalah bagaimana ia menyaring laki-laki yang masuk ke dalam hidupnya.
"Bukan sok picky, tapi masa cewe secantik gue easy to get? Permen kali gue?"
Jangankan jatuh cinta, seleksi untuk jadi gebetannya aja kalah ketat sama pemilihan capres. Namun terkadang orang yang terlalu tau apa yang dia mau, selalu berujung menjadi korban. Sekalinya Jisha jatuh hati, orangnya justru jelmaan setan.
Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.
Jeane Ruby Yasmara adalah oknum yang tidak perlu tebar pesona untuk jadi pusat perhatian karena diem pun orang-orang akan langsung tertuju padanya. Dari mulai yang perempuan sampai yang laki-laki, kalau liat Jeane pasti mulutnya minimal menganga sekitar lima centimeter.