Oom Policiie

781 115 43
                                        

Peringatan!
Absurd; Typos; Re-Upload; No Edit;
Slash; Humor;

.

.

.

Selamat menikmati

— o —

[ficlet]

Dengan tangan menggenggam majalah, lelaki berseragamkan pakaian anggota kepolisian itu mengibas tangannya. Terik panas matahari membuat Taehyung –seorang polisi muda sangat tersiksa. Pakaiannya seperti dihujani keringat hingga sampai ke pakaian dalam.

Gerah tak tertahankan, ingin rasanya Taehyung berlari ke sungai untuk menceburkan diri. Sebuah surga dunia baginya saat ini.

Belum lagi rasa bosan yang telah mengerumuni dirinya sejak dua jam yang lalu. Keheningan dengan jangkrik yang bersenandung ria di semak-semak depan pos jaganya, sungguh menambah kejengkelannya terhadap musim panas.

"Pelmicyy, celamat ciang"

Taehyung mengalihkan pandangannya ke pintu masuk dan menemukan seonggok buntalan lemak menyembulkan kepalanya dari balik pintu.

"Oom policiii~"

Taehyung mengerjapkan matanya kala seorang anak kecil berjalan cepat menuju meja kerjanya. Dengan seulas senyuman, Taehyung menyapa si kecil.

"Ada apa adik kecil?"

Si kecil menggelengkan kepalanya dan mengangkat tangan kanannya ke arah Taehyung. "Bukan adik kecil, tapi ddiminie"

"Oh, ddiminie?" sahut Taehyung namun kembali mendapatkan gerutuan dari si Kecil. "No, no, no"

Kini si Kecil melipat kedua tangannya di depan dada, mengerucutkan bibir tebalnya dengan gemas. Iya gemas dengan oom polisi tentunya.

"Ddiminie, namaku ddiminie" tambahnya tak lupa menengadahkan kepalanya dengan dada sedikit dibusungkan.

Melihat tingkah si Kecil, Taehyung mendengus geli sembari mencoba mencerna anak kecil di hadapannya.

"Oh ya Ddiminie, ada yang bisa Om bantu?"

Si Kecil langsung menghentakkan kaki kanan dan menjauhkan kedua tangannya, sebal dengan oom polisi yang tak kunjung memahami. "Bukan Om! Ddiminie, ddi-mi-niiiie~"

"Ah, Jiminie?" Taehyung terkekeh pelan melihat respon Jiminie terhadap ucapannya barusan. Jiminie tersenyum lebar dengan menampilkan deretan gigi rapinya ditambah dengan sepasang mata sabit. "Ne, ddiminie ehehe"

"Baiklah, Jiminie. Ada apa datang kemari?"

Jiminie tampak tersentak dan mengerjap sebentar, sedang berfikir tampaknya.

"Tadi ddiminie ketemu dompet di ddalan, om" kaki pendeknya dilangkahkan untuk menghampiri meja kerja Taehyung untuk lebih dekat lagi. Kakinya berjinjit dengan sekuat tenaga namun tangannya tak kunjung menjangkau permukaan meja. "Euh, tak campayy"

Alih-alih membantu, Taehyung malah mentertawai Jiminie sebelum tangannya menjangkau dompet yang hendak diserahkan Jiminie kepadanya.

"Sini, berikan pada Om"

Namun niat baiknya untuk membantu si Kecil tampak diragukan oleh Jiminie. Lihat saja tingkah manusia dengan tinggi tidak lebih dari lutut Taehyung itu, mata sipitnya memicing memandang Taehyung seakan ingin mengintimidasi yang lebih tua. Bahkan dompet yang tadinya disondorkan kembali ditarik dan Jiminie sembunyikan di belakang tubuhnya.

"Apa Om nanti akan kembalikan dompet ini pada pemiliknya?"

"Tentu saja, memang itu tugas Om 'kan" sahut Taehyung dengan senyuman ramahnya lagi.

Jiminie menatap Taehyung lama sebelum dengan lagak malu-malu, kembali menyodorkan dompet yang ditemukan olehnya tadi.

"Eum, tolong yaa Om" Taehyung pun mengangguk dan membuka mulutnya kembali ketika Jiminie memutar arah tubuhnya ke pintu masuk. "Ah, Jiminie. Tunggu sebentar"

Jiminie berbalik dan menatap Taehyung yang telah berjalan menghampirinya. Taehyung merundukkan tubuhnya hingga tinggi mereka setara.

"Karena Jiminie sudah berbuat baik, sekarang Om kasih hadiah" Taehyung mengeluarkan sebuah benda tabung dari balik tubuhnya dan sontak binar mata Jiminie berubah ketika melihat apa yang menjadi hadiah untuknya. "Ttutu picaang~"

Taehyung terkekeh pelan, "Jiminie suka?" lalu menyerahkan minuman botol itu pada si Kecil. Jiminie yang menerimanya tampak kegeringan dan langsung menyesap isi dari minuman botol itu.

"Nah, karena Om sudah kasih Jiminie hadiah ... " Taehyung memicingkan matanya sejenak dan menatap Jiminie yang langsung memperhatikan dia berbicara. " ... sekarang Jiminie yang kasih Om hadiah"

Bukannya menjawab, Jiminie memilih meletakkan minuman botol di tangannya pada permukaan lantai dan mulai mengobrak-abrik isi tas sandangnya.

"Tapi, ddiminie tidak punya hadiah" sahut Jiminie tak lama setelah isi tasnya dibiarkan bertaburan di lantai.

Tak ada yang istimewa dari isi tas yang dikeluarkan Jiminie, hanya sebuah buku gambar dan mewarnai serta pensil warna. Melihat barang-barang di lantai, Taehyung langsung mengambilnya dan memasukkan kembali ke dalam tas si Kecil.

"Om tidak minta hadiah barang kok" Jiminie mengerjit bingung, beralih menatap Taehyung dengan seringaian di wajahnya.

"Om minta ini"

"Boleh?"

Taehyung mengangguk sebagai jawaban. Dengan pelan, Jiminie pun berjalan mendekat sedang Taehyung merendahkan kepalanya. Tepat saat lima senti jarak wajah Jiminie dengan pipi Taehyung, tiba-tiba saja si Kecil terdiam.

Taehyung pun mengubah posisi kepalanya akibat pergerakan Jiminie yang terhenti. Hingga wajah mereka menjadi saling berhadapan.

Saat Taehyung ingin melayangkan sebuah pertanyaan –dengan kecepatan angin dan tanpa sempat membuat si Polisi muda berkedip, si bocah usia sekitaran empat tahun itu melasatkan bibir tebalnya pada bibir Taehyung.

Tanpa memberikan jeda berfikir, Jiminie pun langsung berlari kencang menuju pintu. Tak lupa sebelum menghilang dibalik pintu, Jiminie melambaikan tangan tanpa berusaha menoleh ke belakang dimana Taehyung berada.

"Ppaiiie Om~" salam Jiminie sebelum benar-benar melarikan diri.

Dan Taehyung? Sudah seperti kepiting rebus dengan sebelah tangan menyentuh bibir yang baru saja dijamah Jiminie.

'Sialan, ciuman pertamaku diambil bocah!' maki Taehyung dalam hati.

.

.

.

END

A/n:
Ini ff yang pernah kupublish pas ultah my little prince, Park Jimin di tahun 2018. Belum tau juga bakal nulis atau engga untuk projek ultah dia tahun ini. Ehe

First post in Oct 13, 2018
ChoonHee13

O1. Ddiminie [vmin] √Stories to obsess over. Discover now