KEVIN,
Hari ini, gue di Aussie harus buru-buru ke kantor soalnya di jam 8 tepat bakal ada meeting sama klien baru.
Oh iya, gue Kevin. Lebih tepatnya Kevin Andrean.
Gue terkenal dengan tampang gue yang kece, pinter, humoris dan gue orangnya setia ke cewek.
Lagian wajah gue juga tampan kok, mana ada cewek yang nggak klepek-klepek sama gue.
Gue bisa dibilang orang yang sukses, karena gue udah bisa buka perusahaan mini di Indonesia dan di New Zealand. Ya meski bisnis kecil kecilan yang penting itu hasil usaha gue sendiri tanpa bantuan orang lain.
Gue lahir di Indonesia, gue suka bisnis karena dulu waktu gue SMA, bokap pernah ajak gue ke perusahaannya yang gede itu buat ngenalin gue ke beberapa program-program penting dalam perusahaan.
Dan gue mulai tertarik sama yang namanya bisnis.
Oke, sial! gue lupa kalau gue harus buru-buru ke kantor. Semoga sih jalanan kaga macet dari hari biasanya.
***
Akhirnya gue bisa sampai dikantor pukul 8 kurang 10 menit. Slow dikit boleh kali ya.
"Kevin! Hari ini lo bakal punya sekretaris pribadi baru dan dijamin dia bakal buat lo jadi nyaman." Kata Chan sambil ngerangkul pundak gue.
Oh iya, Chan itu sahabat gue dari SMP dan kebetulan dia ketemu gue di Aussie dan ya, gue ajaklah dia buat join ke perusahaan gue buat jadi seorang manager.
"Bisa aja lo! Sekarang, mana orang nya?" sahut gue memandang seluruh tempat,
"Dia gue suruh datang sehabis lo meeting sama klien lo."
Oke, gue harus buru-buru ke ruangan gue, karena gue mau naruh barang-barang gue yang nggak penting ini dan gue harus stand bye di dalam meeting room sekitar jam 8 kurang 5 detik.
Akhirnya gue sampai juga di ruang kesayangan gue ini.
Gue bikin kopi hangat bukan kopi panas sambil nge- relax in diri gue di sofa. Setidaknya ya gue masih bisa buka hp sambil mengecek beberapa postingan baru di Instagram.
("Tok..tok..tok..") suara ketukan pintu di kaca sekiranya gitu lah.
"Come in!" sahut gue sambil mengotak-atik ponsel gue.
"Excuse me sir, you must be in the meeting room now. Sorry if i bother you, sir." ujar bawahan gue sambil membawa berkasnya buat presentasi nanti.
"Okay, no problem."
Gue sempet ngelirik jam di bar atas ponsel gue dan sialnya sekarang sudah pukul 8 kurang 2 menit.
"Sial! gara-gara hp gue jadi hampir telat!" gumam gue mukul sofa yang halus.
Gue mesti cepet-cepet turun dan ninggalin kopi hangat gue sendirian di ruangan.
Sampai di depan ruang meeting, ternyata sepi.
Gue putusin buat masuk ke dalam ruangan.
Dan ternyata para klien gue udah nungguin gue dari tadi.
"Morning all, sorry if i'm late. Has the meeting began?" Ujar gue mastiin bahwa semua orang masih baru datang dan gue nggak telat.
"Morning sir, you're not late. The meeting will start in 20 seconds." Jawab Mr. Richard salah satu klien gue yang punya perusahaan gede di Aussie.
Gue lega karena gue nggak telat hari ini.
"Okay respectable client, i as the director of this company will open a meeting now." ujar gue sedikit gugup padahal ini udah ke enam kalinya gue mimpin rapat masih aja gugup.
***
Selesai meeting, gue mau langsung ke ruangan karena gue mau ngelanjutin minum kopi yang gue bikin di pagi tadi.
Oh iya, gue hampir lupa! Kan sekarang mau ada sekretaris pribadi baru gue.
Gue lari ngejar Chan dari belakang buat nanyain soal sekretaris pribadi baru gue.
"Chan! Gimana jadinya sekretaris baru gue itu?" tanya gue penasaran banget.
"Ah iya, gue lupa kabarin lo kalau dia udah ada didepan ruangan lo." jawab Chan santai.
"Oh, oke deh gue duluan Chan!"
Chan bener, ternyata dia udah nunggu di depan ruangan gue dari tadi.
Tapi dia nundukin kepalanya waktu gue ngeliat dia.
Gue emang setampan apasih sampai dia nggak ngelirik gue? Mungkin gue terlalu banyak bacot.
Gue langsung masuk ke ruangan menikmati kopi gue yang udah dingin gara-gara gue tinggal ditambah lagi kena ac. ("Tok..tok..tok..")
"Come in!" perintah gue, gue yakin kalau yang ngetuk pintu itu pasti si calon sekretaris pribadi gue itu.
"Excus me, sir. I'm Kirana, who will be your personal secretary," ujarnya pakai suara yang halus banget.
Gila, gila, gila, dia pakai nunjukin wajahnya! Cantik bener nih orang! Tenang, gue harus bersikap dingin.
"Okay, i believe in you. From now on you can work with me. Come on, i'll show you your room." jawab gue disertai badan gue yang tiba-tiba dingin, kaku.
Kevin, lo nggak boleh langsung suka sama dia! Masa sih baru sehari ketemu langsung suka.
Enggak, gue nggak suka sama dia.
Oke.
Gue kembali menuju ruangan gue yang ada di samping ruangan Kirana dan ngelanjutin minum kopi sambil ngerjain tugas gue yang numpuk selama dua hari.
***
~hai hai para author, semoga kalian suka sama cerita ini🖤~
-buat kalian yang suka sama cerita ini, silahkan vote dan komen sepuasnya-
#salamauthor🌹
STAI LEGGENDO
Comfort Zone
Storie d'amoreGue bisa aja ngejebak diri lo kedalam Zona Nyaman gue sampai lo nggak bisa keluar! Gue cuman mau lo jadi milik gue selamanya, tanpa ada gangguan dari siapapun!
