Autor POV
6.45 wib, pagi yang cerah dimana semua aktivitas akan dimulai, tapi tidak untuk Cristin. Cewek 16 tahun, culun tapi bukan untuk di rumah, pendiam tapi nyatanya cerewet, cantik tapi sebenarnya imut. Cristin Jeslyn Yola.
"Wake up....wake up" ucap seorang laki-laki sambil memasuki kamar Cristin itu.
"Ahk... Ntar lagi" gerutu Cristin, yah...tapi tetap dalam posisi ala bobo cantiknya.
"Woi... Lo cewek atau kebo?" kata cowok itu yang ternyata abang Cristin, Risky.
Karena geram akhirnyaRisky pergi meninggalkan Cristin yang masih dalam mimpinya, ntah lh mimpi buruk atau indah, tapi tetap saja cara tidurnya mirip mayat yang diawetkan ditambah lagi rambut acak-acakkan menutupi wajahnya.
Byurr ....!!!
Seketika mimpi Cristin harus di pause kan karena mendapat guyuran air dari abangnya, Risky.
"Ahhkk.. Bang Risky!!" seketika Cristin berteriak.
"Dasar anak kebo. Bangun dong!"
"Kalau gue kebo, lo kebo juga dong." kata Cristin sambil mencoba beranjak dari tempat tidurnya.
"Lo pikir gue mau punya adek kebo kayak lo." ucap Risky asal.
"Jahat...." ucap Cristin manja.
" Udah deh, lebih baik lo siap-siap ke sekolah!"
"Emang sekarang jam berapa si?" tanya Cristin dengan wajah santai.
"Jam 7.10" jawab Risky.
"hah??? Jam 7.10? Kenapa dari tadi gak dibangunin kak?!" katanya sedikit berteriak dan bergegas pergi ke kamar mandi sedangkan Risky hanya terdiam melihat kelakuan adeknnya itu.
"Cristin....Cristin.... Seharusnya lo beruntung punya kakak kayak gue. Mana ada abang yang bangunin adeknya. Apalagi kayak lo"
***
Cristin POV
Setelah bersiap-siap aku pun segera pergi ke halte untuk mencari bis. Gue merasa hari ini akan menjadi hari yang sangat sial.
"Udah terlambat bangun, gak sempat sarapan, ditinggal bang Risky lagi" gerutuku kesal. 5 menit sudah ku tunggu bis tapi bis belum satu pun datang.
"Hah? 7.16?" ucapku terkejut saat mengetahui jarum panjang yang ada di pergelangan tanganku.
Wajar aku terkejut, apa yang akan terjadi saat anak baru terlambat? Yah... Hari ini hari pertamaku di sekolah SMA Abdi Bangsa. Jujur gue merasa sangat gugup ditambah lagi saat hari pertama gue terlambat.
"Ini semua gara-gara bang Risky, dasar abang laknat." ucapku kesal
Ternyata bis yang kutunggu datang dan berhenti tepat di halte bis.
Penuh? Sudah kuduga. Tambah penderitaanku.
Tak peduli aku langsung menaikinya, ntah lah duduk dimana.
Untung Tuhan masih sayang padaku. Tepat didekat pintu belakang bis ada bangku kosong. Secepat mungkin bokongku mendarat lega.
"Kak? Anak Abdi Bangsa yah?" tanyaku penasaran saat mengetahui cowok disampingku berseragam sama denganku .
"Ohh iya.. Kamu anak baru yah?" tanya cowok itu kembali.
"Iya kak, namaku Cristin." ucapku tampa basa-basi sambil menjulurkan tanganku menunggu balasan.
"Nama yang bagus, nama gue Nico." balasnya dengan dengan senyuman.
"Ummm Nico? Sekarang resmi jadi cowok pertama yang kukenal di Abdi Bangsa." benak ku.
"Bukannya sekarang lo terlambat yah?" tanyanya yang membuatku tersadar dari lamunanku.
"Iya kak, terlambat bangun. Hehehe." jawabku sambil terkekeh
"eh..eh bukannya kakak juga telat yah?" sambungku kembali.
"Enggak----" belum Nico menjawab, bis berhenti.
Segera berbondong-bondong orang berkeluaran dari bis tadi.
"Kak aku deluan yah?" ucapku saat aku dan kak Nico sudah keluar dari bis.
"Okee. Ehh tapi jangan manggil kak dong! Panggil aja Nico, biar akrab."
"Ia kak, ehh maksudku Nico." kataku canggung sambil berlalu meninggalkannya.
"Omg...omg bukannya gue udah telat yah?" kataku panik sambil berlari menuju Sma Abdi Bangsa.
Apa yang akan terjadi? Masa murid baru bikin ulah?
Saat sampai gerbang sekolah, untung saja gerbang terbuka dan sabpam sedang tidur. Tampa berpikir panjang aku masuk. Tebakkanku benar, semua murid baru dan guru pembimbing sudah baris untuk mengikuti Mos (masa oriontasi siswa)
"Mati gue, aduh giman nih?" ucapku was-was.
Dengan mengendap-endap aku melewati koridor-koridor sekolah untuk menuju barisan paling belakang, berharap tidak ada yang tau.
"Woii!!!" skatmat. Akhirnya ketauan terpaksa aku berbalik badan menuju arah suara.
"Ganteng amat njirr" benakku
"Lo terlambat?"
Ganteng- ganteng ternyata aneh yah. Udah diliat gue terlambat masih aja ditanya. Masih untung ganteng kalau enggak udah gue tabok lo.
"Ia kak" ucapku kembali.
"Nama lo siapa?"
"Cristin Jeslyn Yola kak. Nomor whatapp gak perlu kak?" ucapku asal.
"Enggak perlu! Sekarang, lo balik kebarisan! Nanti gue panggil buat ngurusin lo"
"Kenapa gak ngurusin masa depan kita aja sih kak?" tanyakku pede tingkat dewa.
"Najis!" ucapnya dan berlalu meninggalkanku. Mungkin saat itu urat malu ku sudah putus saat melihat dia. Ganteng, manis, gagah... Intinya perfect boy.
Ehh btw nama dia siapa yah?
***
Eittsss
Jangan lupa baca lagi kisah nya yh
Dan follow ig aku @tamarasirait
Soryy masih sikit😁
YOU ARE READING
Cristin For Cristian❤ C²
Teen Fiction" siapa nama lo?" tanya laki-laki yang sudah pasti ketusa osis itu. "Cristin kak, no wa gak perlu?" "gak!" jawab laki-laki itu singkat. "Nanti gue urusin hukuman lo!" sambung cowok itu tetap dingin. "kenapa gak urusin masa depan kita aja kak?" tanya...
