°PEMULA🐝°

118 7 1
                                        

- بسم الله الرحمن الحيم -
- السلا م عليكم ورحمة الله وبرا كتة -

Tujuh tahun yang lalu,
Saat pertama kumengenal dirimu.
Aku mengungkapkan rasa yang telah ada.
Meski dirimu telah mengacuhkan diriku.
Tapi aku tetap yakin, bahwa dirimu memiliki rasa yang sama.

Dijauhi dirimu tidak membuatku semakin kacau.
Malah membuat diri ini mendekati kepada-Nya.
Bukan menjadi ingin menjadi bagian dari hidupmu.
Tapi aku ingin seperti yang telah dimiliki olehmu.

Mungkinkah kamu memberi kesempatan kedua untukku?
Atau berlabuh kepada hati kepada orang lain?

Tunggu saat pada waktu yang tepat.
Aku akan mencintai dirimu karena cintaku kepada-Nya.

Bahkan sampai saat ini,
Aku masih mencintai dirimu,
Tanpa lelah dan letih kupendam semua ini.

Meski dirimu masih mengacuhkan hati ini.
Aku yakin pasti ada waktu yang tepat untuk mencintai dirimu.

Kamu ingat?
Saat pertama kumencintai dirimu.
Lucu ya?
Mencintai seseorang yang telah mempunyai kekasih.

Bolehkan aku tertawa lepas? Karena aku sepengecut ini.

Mahdalena Raisya Futri, perempuan cantik nan baik membuat siapapun yang melihatnya menggeleng-geleng kepala.

Kamu seseorang yang membuat diriku berubah 180 derajat.

Karena dirimu, aku tidak pernah sedikitpun berkeinginan untuk menyerah.

Kamu penyemangat diriku. Dan selalu ada disisiku, meski orang tuamu tidak suka denganku.

Kamu ingat?
Saat kamu dipaksa pergi oleh orang tuamu keluar kota?
Tapi kamu malah berlari kerumahku dengan alasan yang tak masuk akal.

Kau bilang. "Aku tak ingin pergi, aku akan tetap disini, bersama Qatthan karena dia pelindungku."

Asywa dan Arya orang tuamu tak bisa berkata lagi, mendengar ucapanmu itu.

Sekali lagi malah mereka mentertawakan dirimu.

Entah apa yang dulu kurasakan mendengar perkataan dirimu.

Kamu, anak manja dan manis membuat seseorang didekatmu kesal bahkan kecewa.

- Untukmu, Penyempurna Agamaku -
- Siti Sriwahyuni-

Karawang,
Ahad, 6 januari 2019

Untukmu, Penyempurna AgamakuStories to obsess over. Discover now