I HATE MATH

3 0 0
                                        

BAB 1
        Di hari pertama sekolah, Nicholas sangatlah susah untuk dibangunkan. ''Ayo, nak. Bangunlah!'', seru ibunya, ''Jangan sampai telat!''. Namun, Nicholas tetap menolak untuk bangun. ''Nanti saja ma..'', keluhnya. Setelah lama, akhirnya ia pun bangun siang. Walaupun demikian, Nicholas tetap bersiap-siap dengan santai, sehingga masuk sekolah 1.5 jam telat dari jam masuk sekolah yang seharusnya.

        Sesampainya di sekolah, ia dihadang oleh petugas sekolah. ''Baru sampai sekolah? Bangun jam berapa kamu?'', tanya petugasnya. ''M.. Maafkan aku, pak. Kumohon, perbolehkan saya masuk, pak.'', Nicholas memohon dengan penuh penyesalan. Tetapi petugas itu tetap melarangnya masuk. Tak lama kemudian, petugas memanggil kepala sekolah agar keterlambatan Nicholas dapat ditindaklanjutkan. Setelah mendapatkan dan mengisi surat peringatan, barulah ia diperbolehkan masuk. Nicholas pun bergegas untuk segera masuk kelas.

       Seampainya di kelas, dia memberikan surat peringatan tersebut kepada Mas Ferdi, wali kelasnya. Mengtahui kolom alasan pada surat masih kosong, Mas Ferdi pun bertanya, ''Mengapa belum diisi? Apa alasan kamu datang terlambat?''. Nicholas kemudian berpikir keras untuk mencari alasan. ''Makanan yang disediakan di rumah tidak enak'', jawabnya. Mas Ferdi lalu merespon, ''Kamu membawa dompet, mengapa tidak beli makanan di kantin saat istirahat nanti? Sudah cukup berbohong, Nic. Sekarang ikut bapak ke ruang guru untuk membahas keterlambatan kamu itu'', ujar Mas Ferdi.

       Nicholas mengikuti Mas Ferdi dengan berat hati. ''Harus apa yang dilakukan sekarang?'', pikirnya. Di ruang guru, mereka duduk di kursi dan Mas Ferdi memulai perbincangan, ''Nicholas, sekarang katakanlah sejujurnya, mengapa kamu terlambat?'' Nicholas kemudian memberanikan diri untuk memberikan alasan sebenarnya. Dengan matanya yang berkaca-kaca, ia menjawab, ''Pak.., sebab dari keterlambatan ini sebenarnya adalah.....

Bersambung di bab 2

I HATE MATHWhere stories live. Discover now