Sunset

16 2 0
                                        

Angin sore berhembus lembut,meniup setiap dedaunan pohon membuat suasana menjadi nyaman.
Dibawah pohon rindang di rainbow farm,terlihat dua orang remaja yang terlihat sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.

"Hey,kira"
panggil kurt pada seorang gadis berambut coklat yang duduk disampingnya.
kira melirik kurt sejenak lalu kembali melanjutkan aktivitas nya.

"kau sedang membaca buku ya?"
tanya kurt berbasa-basi.kurt bukanlah orang yang pandai berbicara.lagipula,selama ini kurt tidak pernah berduaan berama wanita seperti ini.

"matamu minus ya?"
ketus kira yang masih fokus membaca buku yang dipegangnya.
kurt akhirnya memilih untuk berbaring di rerumputan.

"heleh,serius baget"
sindir kurt dengan nada sebal mendengar jawaban kira.

keheningan kembali tercipta diantara mereka berdua.Entah harus bersyukur atau justru sebaliknya.kurt benar-benar merasa canggung saat ini.
kurt melirik wajah kira,lalu kembali menatap langit jingga diatasnya.

"kau tahu.saat ini. aku selalu memikirkan sesuatu yang membuat ku tidak tenang"

kira menutup buku yang sedang dibacanya.kurt mencuri pandang kearah kira.lalu tersenyum tipis saat berhasil mendapatkan perhatian orang disampingnya.

"kau memikirkan apa?"
kira menatap kurt serius.kurt membalas tatapan  kira,membuat mata mereka bertemu saru sama lain untuk beberapa saat.

"aku ingin menjadi lebih kuat"
jawaban kurt sukses membuat kira penasaran dan menatap kurt seakan meminta jawaban.

"kenapa?"

kurt terdiam untuk beberapa saat.kemudian tersenyum.Matanya melihat kearah langit senja yang perlahan mulai menggelap.
kira yang melihat itu hanya mendengus kesal karena kurt tidak menjawab pertanyaan.

"ingat,saat kau terjatuh beberapa hari yang lalu?"

ya bagaimana kira bisa lupa dengan kejadian itu.Dia hampir saja celaka jika saja joe tidak menangkapnya saat itu.
tapi,tetap saja kira tak mengerti arah pembicaraan kurt.Dia tak mengerti apa hubungannya kejadian itu dengan keinginan kurt.
karena selama ini kurt selalu bersikap tertutup pada semua orang didesa.Akhirnya kira tersadar dari pikiran nya yang cakau dan memutuskan untuk bertanya.

"kenapa?"
tanya kira dengan pelan.Entah karena gugup atau apa.tapi,kira benar-benar seakan tak bisa mengeluarkan suaranya.

"aku baru sadar.jika aku,tak akan bisa melindungi orang yang kusayangi bila terus seperti ini."
kurt bangkit lalu kembali ke posisi duduknya.
matanya tetap mendongak kearah langit.
"ya,siapa tau suatu saat kau terjatuh.sampai saat itu,kau tak perlu panik.karena,aku akan menangkapmu dan membantu mu bangkit kembali"

" .... "
kira diam tak mengatakan apapun lagi. pikiran nya seakan pergi ke alam lain.bahkan,gonggongan anjing kesayangannya yang sedang menggiring ternak ke kandang pun tidak dihiraukan nya.
melihat reaksi kira,kurt pun berdiri dan berjalan beberapa langkah.kurt berhenti lalu menoleh ke belakang dimana kira masih diam seribu bahasa.

"sudahlah.lupakan saja.Aku tadi ngomong apaan sih"
ujar kurt sambil tersenyum. hal itu membuat kira semakin tak bisa berbicara apapun selain menatap kurt.
"sudah ya.aku pulang dulu.ini sudah hampir malam.jadi selamat malam, kira"
kurt kembali berjalan sambil melambaikan tangan nya.

Kira tersadar setelah melihat punggung kurt yang berjalan semakin menjauh dan menghilang seiring hilangnya sinar jingga di ufuk barat.

"terima kasih kurt"
gumam kira sambil tersenyum.Akhirnya kira memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya.karena hari sudah gelap.

SunsetWhere stories live. Discover now