Story

0 0 0
                                        

Kelam hampa kosong hening sudah cukup lama aku merasakan sensasi seperti ini. Bagaimana mungkin aku bisa hidup dalam keterpurukan seeperti ini dengan terus menerus. Aku menangis dalam diam aku mempunyai kekecewaan yang begitu sangat teramat dalam sehingga tidak akan ada yang bisa menggambarkan nya.

Kelam sungguh lah kelam dunia ku ini.
Hari demi hari telah aku lewati dengan beribu keluhan dan beribu tangisan. Atas apa yang tuhan berikan kepada-ku karena sebuah ketidak adilan yang hakiki. Tuhan sangat adil dalam memberikan luka tapi tuhan tidak adil dalam memberikan kebahagian.


Dimana mereka yang seharusnya berada disisi ku..mereka yang seharusnya menyayangi dan membahagiakanku..! Aku kehilangan semua itu hanya karena iming-iming duniawi yang begitu terlihat sangat menjanjikan sebuah kebahagiaan yang begitu sempurna sehingga mereka lupa akan arti kebahagiaan dan keni'matan yang sebenarnya, kebahagiaan yang tiada taranya dan tiada duanya.

Mereka memang sudah dibutakan oleh sifat duniawi.... sadarlah jangan lah terlihat bodoh dihadapan tuhan-Mu hanya karna harta yang bersipat sementara, Ingatlah diatas langit masih ada langit jadi ingatlah pula dengan kewajiban kalian yang sudah seharus nya menyayangi mencintai dan membahagiakan seorang yang kalian anggap tak ada.


Tapi jika itu sudah menjadi pilihan kalian apa boleh buat meski disini ada sesak yang tak bisa ku jelaskan atas semua perlakuan yang ku dapat sehingga aku menjadi seseorang yang tak pernah berguna dan tak berdaya seperti ini memangnya seberapa buruk kah aku..?sehingga aku mendapat perlakuan seperti ini..aku dibiarkan ditelantarkan tak diperdulikan dan tak bisa mendapat kasih sayang yang seutuhnya.

Terimaksih telah membuatku berada di dunia kelam ini. Terimaksih telah membuatku merasakan keras dan kejam nya dunia ini. Dan membuatku tahu akan sesuatu yang kita inginkan tak selamanya bisa kita dapatkan.

Ingin sekali aku mengakhiri hidup ini aku bosan jika terus menerus seperti ini aku ingin dirindukan oleh-mu tuhan kapan engkau akan menjemputku kapan engkau akan mengambil seluruh jiwa dan raga ku kapan..!aku sangat menantikan itu sedari dulu hanya saja kau terlalu ingin menguji ku menguji kesabaran ku dalam menghadapi cobaan mu.

Jalan takdir seperti apa ini tuhan?aku benci dengan keadaan ini pantas kah aku berada di dunia ini layak kah aku pergi kerumah mu dengan keadaan seperti ini. Dengan keluh kesah dan yang selalu menyalahkan-mu atas segala kesalahan ku karns telah berada di dalam keterpirukan ini.

Tuhan berikan lah aku ketabahan dalam menghadapi semua ini. Jauhkan lah aku dari kehampaan ini dari kekosongan dan dari ke kelaman ini. Berikan lah aku seseorang yang bisa menyayangi ku dengan beribu kekuranganku.

"Ni'mat mana lagi yang engkau dustakan" beribu banyak ni'mat yang telah aku dustakan karena telah mengeluh dengan kehidupan yang engkau takdirkan terhadapku sehingga aku tidak mempercayai akan kebahagian yang akan engkau berikan padaku tuhan maafkann aku ini yang telah berdusta pada-Mu. Maafkan aku ini karena telah bodoh menyalahkan-mu atas apa yang terjadi.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Apr 03, 2019 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Rayna's StoryHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora