We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog

49 4 0
                                        

Shena gadis berumur 10 tahun berlari sangat kencang dengan tangannya yang penuh dengan tissue-tissue yang ia jual di pinggir kota tua menuju metromini yang sebentar lagi akan jalan.

"Bang tunggu" Teriak Shena sambil menaiki anak tangga metromini itu.

Shena sengaja memilih tempat duduk dalam agar ia bisa tidur sebentar saja. Tanpa sadar ketika ia sedang tertidur, uang hasil penjualan yang ia genggam di tangan kanannya di ambil pencuri yang menyamar menjadi ibu-ibu yang tengah hamil 8 bulan. Ibu-ibu itupun lekas turun setelah berhasil mengambil uang penjualan milik Shena. Shena terbangun lalu ia sadar bahwa uangnya hilang. Ia menahan tangis dan mulai meneteskan air mata untuk kesekian kalinya.

"Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini..aku lapar dan uangku hilang..." ucapnya dalam hati.

Shena keluar dari metromini lalu duduk di trotoar jalanan sambil merenung. Belum lama ia duduk disitu, ia di dorong dan di usir oleh petugas satpol pp yang sedang berjaga-jaga di daerah itu.

"hey gelandangan, jangan duduk disini, pergi sana!!!" ujar salah satu satpol pp yang mengusir Shena.

Shena langsung berdiri dan mulai menghampiri mobil - mobil di pinggir jalan pada saat lampu merah menyala untuk menjual tissue - tissue yang ia bawa. Sayangnya tidak ada yang mau membeli barang dagangannya. Shena pun berjalan kaki pulang ke rumahnya di gubuk dekat rel kereta api Pademangan. Baginya hari ini sama seperti hari sebelumnya. Hari - hari yang ia lewati selalu hitam dan kelam. Tak pernah ada kebahagiaan untuk dirinya.

Do you happy?Stories to obsess over. Discover now