Perkenalan

18 3 0
                                        


                                                                                        Si Badol

   Perkenalkan si Badol anak yang tinggal dekat dengan pesisir. Yang tampannya buat cewek – cewek ngacir dan sulit untuk ditaksir hehehe. Masih sendiri tapi bukan jomblowan sejati. Hanya saja hidup ini pilihan bro, masih senang – senang sendiri. Kalau ada yang suka, boleh juga ha..ha..hay. kalian belum tahu sih, sebenarnya aku digila – gilakan sama cewek – cewek. Setiap kali lewat langsuh tuh histeris pada teriak, gila... gila... gila.

   Jangan salah ya! Dengan wajah yang tampan bin rupawan, kalian pasti sulit menemukan kayak gini. Maklum limited edition hihihi. Biar pun di pasar tradisional murah meriah.

   Sebagai anak baru, baru menulis maksudnya. Disini aku ingin berbagi kepada teman – teman, saudara – saudara, sanak keluarga dan pembaca yang berbahagia. Ijinkan saya berbagi biografi diri yang sungguh bermakna. Maksud saya sedikit perkenalan diri. Ibarat ilmu matematika, dengan tinggi dikali panjang dan tambah lebar, biarlah nih cerita tidak kelar – kelar.

   Berbagi biodata nih. Jangan bilang tidak penting. Nanti kalian bisa rugi. Jika dibandingkan artis huh... aku kan artis papan bawah.

   Si Badol yang tinggal dekat daerah pesisir ini, memiliki kandang di wilayah melayu. Dengan posisi peta melintang dari utara, timur ke barat dan selatan hingga lintang pukang. Yang memiliki jarak sekian kilometer dari kota kecil.

   Pekerjaan ehm... ehm... bukan maksud sombong sih. Hanya saja bermaksud tidak pamer. Saat ini aku berprofesi sebagai pengacara dan pekerja lepas ( kalo bahasa kerennya nih freelancer ) di PBB, yaitu pengangguran banyak acara dan pengangguran besar – besar lho.

   Status perjaka ting – ting dan seksi abis. Kalian tahu majalah luar negeri yang setiap tahun menulis daftar cowok – cowok terseksi, kan? Beeeh belum liat bodiku seksi – seksi gimana gituh. Jangan bilang Christiano Ronaldo dan David Beckham yah.... Aku mah tersisih.

   Sejak kecil aku gila baca. Ya betul! Gila membaca. Ini terjadi karena Tuhan mencurahkan hidayah-Nya kepadaku. Dan aku sadar diri, biar pun sempat lupa diri. sehingga waktu SD guru – guruku sayang padaku. Aku selalu mendapatkan nilai di atas rata – rata.

   Sedikit cerita ya! Aku tahu dari hati yang paling dalam. Guru – guruku sangat sayang kepadaku. Ini terlihat dari nilai ulangan sehari – hari yang kuperoleh. Lingkaran yang tidak sempurna dengan dua lingkaran kecil di dalamnya. Serta satu gari melengkung yang mirip senyum. Mirip emoticon smile. Itulah skor yang sering aku peroleh. Ha... ha... ha... hebatkan? Delapan puluh, sembilan puluh dan seratus itu kalah. Nol besar. Kesimpulan dari analisa dan riset yang kulakukan, itu artinya guru – guruku bahagia.

   Atas kesadaran diri dari lubuk hati yang paling dalam, setelah pulang sekolah aku instropeksi diri. "Ah ini tidak boleh terjadi lagi", begitu pikirku waktu itu. Aku harus belajar. "Matematika! Bisa puyeng dan mual – mual nih", gumamku seperti ibu – ibu hamil muda. Sebuah buku biologi ada di sampingku. Maka untuk pertama kali, sejak hari itu, jam di waktu itu, dan saat itu juga di dalam hati aku membuat proklamasi sepenuh hati. Kuputuskan aku harus rajin membaca. Kemudian setelah hari itu dan hari – hari berikutnya, aku menjadi anak yang rajin membaca. Membaca komik maksudnya.

   Sejujurnya hal ini berhasil membuatku menjadi anak yang rajin. Terima kasih Tuhan. Aku menjadi rajin membaca, mulai dari komik, novel dan terkadang buku – buku pelajaran. Biar pun terkadang, tapi bergunalah. Hanya saja satu yang belum bisa kubaca. Membaca hati wanita ceile...

   Selain itu jalan – jalan dan bersepeda juga aku suka. Sayangnya sepedaku sudah dijual sama emak waktu SMA.

   Sebagai mantan personil band, mulai dari gitar, piano, drum, suling, biola harpa dan rebana bisa kupegang. Tapi yang bisa dimainin Cuma gitar, piano dan drum hehehe. Oh ya waktu pertama kali membentuk band, baru naik panggung sekali langsung ikut audisi saat duduk di Mts. Hebatkan? Gila juga kami para bocah. Cuma modal nekat dan latihan hampir setiap hari. Sedihnya band bubar setelah mulai melanjut SMA. Karena para personil menyebar entah kemana. Bassis pergi merantau ke luar kota dan daerah jauh disana. Maka sejak saat itu latihan kami semakin jarang dan bubar perlahan.

   Aku termasuk anak yang baik budi pekerti hueeek. Serta tidak ingin menyusahkan orang tua. Maka makana dan minuman kesukaan selalu yang sehat wal'afiat. Semua masuk hahaha... bukan omnivora saudara, paling suka makanan – makanan Indonesia punya. Kalau disini ada bubur pedas. Mineral water hacim... dan jus alvocado sering kusuka.

   Oh ya, aku pernah berkeinginan ingin menjadi saintis karena sebuah ide brilian. Mengumpulkan kentut dan diolah sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG. Membantu pemerintah menyediakan energi hahahay. Namun cita – cita ini kubuang, karena kecerdasanku di luar batas.

   Karena sudah terlanjur tua. Maaf maksudnya sudah dewasa lho. Keinginan jadi pramugari dan bidan harus kusingkirkan. Dan hanya satu tekadku, tak lain dan tak bukan. Ingin menjadi anak yang soleha. Salah! soleh maksudnya.

   Bukan politikus dan calon partai tertentu ehm. Visiku adalah sukses di dunia dan akhirat. Matinya masuk sorga donk. Misiku ingin nikah muda namun kutunda karena masih ingin hura – hura. Waktu melamar, si calon wanita minta mahar yang sukar. "Bukan emas bukan permata abang, tapi abang harus rajin belikan susu untuk sepuluh anak kita ya bang", kata si janda kembang kuncup buat sengsara hidup. E... e... e... mati abang dek!

   Salam kenal untuk semua. Thank you so much sudah baca biografi singkat yang tak bermanfaat. Mari baca shalawat agar mendapat safa'at di akhirat hi... hi... hi... mudah – mudahan dengan tulisan ini, aku bisa berbagi sejarah masa lampau dan berbagai cerita. Mau bagi – bagi duit kayak di TV tidak bisa. Tulisan ini memiliki tujuan yang mulia. Ha..ha..ha. mudah – mudahan bisa meningkatkan minat baca dan membahagiakan semua.

Si BadolStories to obsess over. Discover now