Kini ku rangkaikan kata demi kata tuk menjadi kalimat yang menjadikan alasan kamu tersenyum.
Sore itu,langit begitu berpihak padaku dengan goresan lintasan pesawat di atas awan memberi kesan tersendiri pada semesta ini. Kini ku bersandar pada lampu taman yang ada di balai kota dengan ditemani oleh secangkir cup coffee dan notebook.
Terlampau jauh ku terfikir tentang dia, serontak mulut ini membisu, ntah harus berkata apa jika nanti ku bertemu dengannya.
Hanya saja kau tak merasakan dan tak tau itu jika ku mengagumimu diam-diam,menyebutkan namamu di setiap sepertiga malamku.
Hingga saat ini ku rangkaikan kata demi kata menjadi sebuah puisi teruntuk kamu yang ntah mungkin kamu akan mengetahuinya atau tidak sama sakali.
~Untukmu yang berada disana,
Apakah kamu baik-baik saja?
Jika kamu yang ku pilih adalah juga pilihan-Mu
Jagalah hati ini dalam Rhido-Mu
Dan jika kamu bukanlah pilihan-Mu
Pertemukanlah aku dengannya dalam kedamaian
Sebab skenario Allah jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan
Dan inilah cara Allah melindungi dirimu
Ukirlah cinta dalam doa yang kau panjatkan pada sepertiga malammu~
#SyifaNuril
YOU ARE READING
Berlabuh
Short StoryTetaplah berjalan sesuai alurmu yang kini kau pijak,melangkahlah di setiap asa yang kau raih,sebab meraih nya tak semudah yang kau lihat. Kini kisah cinta orang lain,namun kita tidak bisa memaksakan kisah cinta kita untuk berjalan seperti kisah oran...
