01.prolog

822 92 24
                                        

Little: love in wounds
Author:afnia
Cover:chokyuhyunstory_
Cast:
   -park jiyeon
   -oh sehun
  -park ji hye
  -cho kyuhyun
Genre:sad, hurt,family, melodrama

Park ji  Yeon p.o.v

Bolehkah aku egois?untuk kali ini saja boleh kah aku mementingkan ego dan rasaku?.
Aku selalu mengalah untuknya, apapun keberikan untuknya
Jika dia menginginkan apa yang sudah menjadi milikku aku tidak segan segan menyerahkan padanya
Karena aku adalah kakaknya, aku mencoba menjadi kakak paling baik untuknya
Eomma dan appa juga mengatakan padaku bahwa aku harus mengalah untuk dongsaengku dan selama ini aku  telah melakukannya selama hidupku
Tapi tidak kali ini, tidak untuk yang satu ini. Tidak, aku tidak ingin menyerahkannya lagi, aku tidak ingin memberinya, karena aku teramat sangat menginginkannya
.

Aku menatap diriku di sebuah pantulan cermin, penampilanku begitu sangat menyedihkan, seperti seseorang yang telah kehilangan hidupnya. Garis hitam terukir di kelopak mataku, rambutku sangat lusuh, pipiku juga sangat sembab aku seperti gadis yang tidak terurus lagi. 2 hari ini aku mengunci kamarku dan berdiam seorang diri, tidak ada yang banyak kulakukan selain duduk terpaku di sudut kamarku sambil terus mengeluarkan cairan bening tanpa ada kata berhenti
Aku tidak ingin hidup, untuk apa aku hidup jika semua yang aku miliki selalu diambil oleh orang lain? Mungkin selama ini bukan menjadi masalah bagiku menyerahkan apa yang Park ji hye  inginkan, apa yang yoon ji hye  minta aku selalu memberinya tanpa ada kata keberatakan karena aku adalah kakaknya dan akan selalu ingin membahagiakannya, tapi tidak semua apa yang diberi selalu ada kata ikhlas, tidak semua yang di inginkan juga selalu diberikan. Tidak untuk kali ini, aku tidak bisa mengikhlaskannya pada Ji hye  karena aku juga teramat ingin memilikinya, karena apa yang Ji hye inginkan a adalah harta berhargaku, bukankah sudah seharusnya aku mempertahannya?

Aku meremas sebuah undangan pernikahan dengan penuh air mata, sebuah undangan yang terukir nama sepasang insan yang akan bersatu dalam ikatan pernikahan. Oh sehun dan park ji hye  begitulah nama yang terukir dalam undangan itu. Aku meraung dengan penuh isakan saat aku melihat poto prawedding mereka yang tercantum di dalam undangan itu, Hati ku berkecamuk hanya dengan membaca tulisan nama mereka hatiku seperti dihantam oleh beribu duri yang terasa hanyalah sebuah keperihan
Oh sehun. Pria itu yang kujadikan sebagai harta berhargaku, harta yang paling indah dalam hidupku karena aku teramat sangat mencintainya dan sekarang?dia bersanding dengan seorang wanita tetapi bukan aku, hidupku seoalah hancur seketika. Kekuatanku, Usaha kerasku, dan semangatku sirna seketika yang ada hanyalah sebuah keterputusaan untuk hidup, aku menyerah alan hidup, aku tidak menginginkan apapun lagi selain kematian
Akulah yang dulu mengenal sehun, akulah yang dulu berteman dengannya, akulah yang dulu jatuh hati padanya, lalu kenapa harus ji hye  yang memilikinya?kenapa harus ji hye yang bersanding dengannya kenapa__kenapa bukan aku?kenapa? Lagi lagi  ji hye yang mengambil apa yang kupunya, lagi lagi Ji hye  merebutnya lagi lagi aKu hanya terdiam saat sehun  berada didekapannya
Tidak lagi, aku tidak ingin mengalah lagi, aku tidak ingin hakku diambil lagi, bagiku apa yang kukorbankan selama ini sudah lebih cukup untuk ji hye  Aku ingin mengambilnya dari ji hyei, aku ingin mengambil apa yang sudah ku genggam dengan sangat erat

“akkhhh”

Aku melemparkan sebuah pas bunga dengan penuh emosi, kubiarkan kaca kaca berjatuhan dengan kepingan kepingan yang tak lagi utuh, setidaknya itu cukup melambangkan hatiku saat ini, jatuh berkeping keping tanpa bisa kembali utuh. Semua sudah terlambat, sudah terlambat untukku ambil, apa yang kegenggam sudah ada dalam genggaman seseorang dan aku tidak bisa lagi mengambilnya meski aku bertekuk lutut dihadapannya. Pesta pernikahan akan di adakan 2 minggu lagi, sebagian undangan telah tersebar ke alamat yang dituju, semua sudah terlambat untuk kehentikan
Aku mengambil sebuah kepingan kaca,kupandang lekat lekat kepingan yang ada dalam genggamanku saat ini, pernikahan yang membahagiakan untuk dua orang insan akan menjadi sebuah peristiwa terburuk untukku.  Aku tidak bisa menyaksikan, betepuk tangan saat janji suci selesai diucapkan, atau tersenyum manis pada semua tamu yang hadir, aku tidak bisa bahkan tidak akan pernah bisa
Setetes air mata mendarat ke pipiku, mungkin akan menjadi air mata terakhirku karena setelah ini penderitaanku akan segera berakhir, jika dunia terlalu kejam padaku maka akhirat adalah jalan jalan satu satunya, jika aku tidak menyaksikan pernikahan adikku maka memejamkan mata untuk selama lamanya adalah jalan yang paling baik.
Aku memjamkan mataku, sebuah serpihan kaca yang tadi kupegang ku arahkan ke pergelangan tanganku, dalam keterputus asaanku aku berucap “maaf  ji hye aku tidak bisa menemanimu berjalan karpet merah

“TIDAKK EONNI, TIDAKK, JANGAN LAKUKAN ITU”

Sebuah teriakan histeris yang berasal dari luar kamarku, park ji hye berlari ke arahku dan membuang kaca yang sudah siap melukai pergelangan tanganku, dia memelukku dengan erat sambil menangis kencang sedangkan aku masih diam mematung tanpa ada satupun gerakan

“jangan lakukan itu kumohon, kau adalah hartaku, aku akan merelakan apa yang kumiliki kepadamu termasuk sehun
.aku tediam tanpa mengeluarkan sepatah suara, aku tidak mengerti maksud dari ucapan ji hyei. Kedua tangannya menyentuh pipiku yang sembab akibat terlalu banyak menagis, sekarang ia menggerakkan jari jemarinya menghapus sisa air mataku, sejenak kurasakan kehangatan dari sentuhan lembutnya, diantara ribuan air mata ji hye i yang bercucuran ia menggores sebuah senyuman manis kepadaku

‘”aku akan menyerahkan sehun padamu eonni, dia milikmu bukan?maka aku harus mengembalikannya padamu, maaf sempat merebutnya darimu. Kau tidak perlu lagi menyerahkan semuanya padaku, di hari pernikahan ku nanti akan menjadi hari pernikahanmu, kau yang akan mengenakan gaun pengantin dan kau pula yang akan bersanding bersama Sehun dan mengucap janji janji suci padanya, percayalah padaku aku akan menjamin itu”

Gimana?suka?ingin lanjut?coba vote and coment dulu
Oh ya aku punya rekomendasi untuk kalian yang suka ff jiyeon
Nih aku kasih review prolognya
Ini cerita karya chokyuhyunstory_

Akan seperti apa harus ku ekspresikan sebuah kisah hari ini? Akan terlalu menyakitkan jika kukatakan bahwa ini membagiakan, tetapi Aku akan menjadi manusia terjahat sedunia jika kukatakan bahwa ini memilukan
Apakah ini akhir dari segala cerita?cerita yang dulu kurangkai sedemikan rupa agar berakhir dengan kata bahagia namun di pertengahan jalan aku memilih untuk lari dalam sebuah cerita, membiarkan semua tetap berjalan tanpa ketidakhadiranku di dalamnya
Pada bintang yang tidak pernah meninggalkan langit, apakah bintang itu tetap akan mencintai langit sama seperti dahulu setelah tahu bahwa langit lebih mencintai bulan?
Pada langit yang berharap bintang akan selalu menemaninya, aku katakan bahwa aku bukan lagi bintang yang menemanimu saat gelap gulita, menghias malam agar tidak terasa sunyi Aku hanyalah cahaya kejinggaan yang ikut terbenam bersama matahari, hanya sebuah cahaya kejinggaan yang hadir beberapa menit saja bersama senja kemudian memilih untuk pergi
Pada kisah yang tidak kuketahui akan berakhir seperti apa, pada kisah yang sengaja kutinggali akankah masih ada peran jika aku kembali lagi?sudah, semua sudah berakhir
Aku memandang diriku pada sebuah pantulan cermin, tidak ada yang bisa kuperagakan selain ekpresi datar, saat satu jam berlalu aku memilh mendiamkan diri membeku terhanyut dalam pikiran yang menjelajah semua memoriku
Tidak seharusnya mengungkit cerita lama, tidak seharusnya membiarkan kenangan yang telah terkubur terputar kembali dalam pikiran yang sebenarnya hanya ingin melihat masa depan bukan kembali mengingat masa lalu
eonni,apa Semua ini karena Kyuhyun oppa?”

Sebuah sengatan seakan menusuk sarafku saat aku mendengar nama yang sudah tidak ingin kudengar, nama yang sudah lama tidak pernah lagi terucap dari bibirku,namun teramat sangat kurindukan keberadaanya, satu buah nama yang mengingatkanku pada sebuah pengorbanan tanpa asa, mengingatkanku pada sebuah kisah lama yang mengajarkanku memaknai apa arti sebuah ketulusan, ketulusan yang tidak bermakna karena tidak tersadari

“semuanya sudah berlalu nara~ya, tidak seharusnya di usik kembali”
“semua yang berlalu bukan berarti Semua Benar benar berakhir eonni”

Aku terdiam sejenak saat mencerna ucapan nara, tubuhku kembali membeku saat Sebuah kalimat seakan menajam menusuk hatiku. Nara benar, semua yang berlalu bukan berarti sudah benar benar berakhir, meski semua sudah terlewati bukan berarti hanya  akan menjadi sebuah histori, kadang apa yang sudah berlalu masih teringat jelas dalam sebuah rekaman lama yang bernama kenangan, rekaman yang akan selalu terputar saat aku mengingatnya

“aku tidak sengaja menemukan fotonya di lemarimu eonni, itu sebabnya aku katakan meski dia telah berlalu bukan berarti Dia telah berakhir untuk hidupku”

Kini aku alihkan sudut pandangku ke arah nara, ia memadangkan begitu dalam seakan tengah menebak apa yang sedang aku pikirkan, aku tahu bahwa dia memiliki tingkat penasaran yang tinggi tentang pria bernama cho kyuhyun. Aku tahu dia begitu ingin tahu apa hubunganku dengan kyuhyun bagaimana kisah antara aku dan pria itu, sehingga ketika aku mendengarkan nama kyuhyun disebut hatiku teriris karena merindu, aku tersayat dalam sebuah rintihan luka

Itu cuman view prolognya aja ya, bagi yang mau baca full prolog silahkan auto ke lapaknya chokyuhyunstory_

See you💕

love in wounds||[on Going➡]||Stories to obsess over. Discover now