Bagian 1

1 0 0
                                        

Terkadang memiliki saudara kembar yang pendiam itu sangat tidak mengasikkan. Itulah yang sering di lontarkan suherni.

Suherni memiliki saudara kembar yang berkarakter pendiam,cuek,namun penyayang dan peduli kepada adik sulungnya itu.

Keluarga wiranto sangat damai tanpa ada keributan manapun antara anak dan ibu ataupun yang lainnya.

^^^^^^^^

Surya wiranto adalah ayah yang adil buat ketiga anaknya. Tidak tanggung-tanggung pula kasih sayang yang diberikan oleh Sri mulyani selaku ibu dari suherni.

----------------------

suasana yang tadinya ramai di dalam ruangan televisipun seketika pecah akibat hadirnya suherni.

"Ma, pa". Suherni yang baru saja ikut gabung seketika datang membawa wajah yang begitu menyedihkan.
"Ada apa sayang ??". Kok kamu pulang-pulang menangis ? Tanya papa heran kepada erni.
"Gimana erni gak nangis pa, orang yang erni sayang tiada lagi di samping erni selamanya". Erni yang menceritakan itu menangis terisak-isak atas kepergian sang kekasihnya itu.
"Apa... ? Deni meninggal??? Kenapa mama dan papa baru dapat kabar sekarang ?". Mama seakan tidak percaya dengan perkataan erni.
"Iii.... ia ma, deni meninggal. Erni ngak sempat ngabari sama mama dan papa karena saat erni dapat kabar, erni ngak tahu harus berbuat apa ma, rasanya hati ini terpukul ma". Erni yang belum bisa berkata banyak itu pun terus menangisi atas kepergian almahrum deni tadi pagi.
"Yauda, sabar yah sayang. Ikhlaskan kepergian deni, allah sayang sama deni sehingga deni cepat di panggil dengan keadaan yang tidak kita ketahui". Papa mencoba menenangkan anak sulungnya dari rasa sakit yang ia alami saat ini .

Papa yang melihat erni begitu tak berdaya atas musibah yang menimpah anaknya itu ikut simpati kepadanya.

"Er,,, erni ... erni sayang, bngun nak, kamu itu tidak boleh menangisinya. Jika erni terus menerus menangis beliau juga ikut menangis disana. Ikhlaskan nak, jangan di tangisi". Papa yang tak kuasa melihat anaknya menangis, juga ikut menangis karena terbawa suasana duka.
"Iii... ia pa, erni ngak akan nangis lagi pa, erni ngak mau beliau ikut menangis karena melihat erni menangis disini". Erni mencoba menghapus air matanya yang sedari tadi menetes.
"Sayang sudah yah nak, jangan menangis, nanti malam kita sama-sama berdoa di rumah duka". Mama yang tidak begitu tega melihat anaknya terus menerus menangis, sekarang berusaha untuk menguatkan anaknya.

■■■■■■■■■

Keluarga wiranto datang kerumah duka dan di sambut baik oleh keluarga deni.

"Assalamua'alaikum". Ucapan salam pun terdengar dari keluarga wiranto.
"Waalaikumsalam". Sahut ayah deni yang tengah merapikan kursi.
"Kami turut berduka cita atas kepergian ananda kita deni". Salam dan peluk papa erni kepada ayah deni. Menandakan bahwa keluarga mereka yang begitu erat dan merasa terpukul atas kepergian beliau.
"Terima kasih mas, sudah datang ke rumah kami. Dan ingin mendoakan anak kami". Ucapan itu terdengar dari ibunda deni yang datang dari dalam rumah.
"Sama-sama, tentu saja kami datang untuk mendoakan beliau. Deni bukan hanya anak kalian melainkan anak ku juga. Aku sudah menganggap deni seperti anak ku sendiri". Jawab papa erni yang begitu menyentuh hati .

Yasinanpun di mulai saat itu juga.

Suherni & SuhernaStories to obsess over. Discover now