My Strong Girl, Can You See Me?

26 0 1
                                        

Genre : Romance
Rate : Teenager
cast :
- Reader as Han Hye Ri
- Cha Sun Woo a.k.a Baro
- Lee Jung Hwan a.k.a Sandeul
- dll

Happy Reading All ^^

Baro POV

Aaah, akhirya pulang sekolah. Aku jadi bisa jalan-jalan berdua dengan Hye Ri.

Aku berjalan menuju gerbang bersama Hye Ri dengan menenteng tas di tangan kiri dan memasukkan tangan kananku ke dalam saku celana. "hari ini kau mau makan dimana?" tanyaku.

"ng..." gadis di sampingku ini menepuk-nepuk dagunya untuk berfikir. 'Cantik' batinku saat melihatnya seperti itu. Rasanya oksigen di sekitarku jadi menghilang. Aku sampai harus menahan nafas karena terlalu terpesona dengannya. Entah sejak kapan aku menyukai temanku sejak kecil ini.

"bagaimana kalau ke kedai ramyun yang kita kunjungi minggu lalu? Ramyun disana enak sekali. Ya? Mau ya?" ucapnya memohon sambil memperlihatkan puppy eyesnya.

"ha~~h... ne ne" Hye Ri hampir saja lompat gerirangan dan memelukku kalau saja tidak ada laki-laki yang tiba-tiba memanggilnya. Laki-laki itu mendekat ke arah kami.

"Baro-ya, sudah kubilang jangan ganggu Hye Ri. Kau ini. Cari perempuan lain saja sana yang pantas untukmu. Hye Ri terlalu baik untukmu" ucap Sandeul padaku.

Aish! Ku kibas-kibaskan kakiku ke depan sebagai tanda untuk si culun Sandeul segera pergi. "bukan urusanmu! Pergi sana!" usirku. Aku mengangkat satu tanganku yang terkepal ke belakang untuk menggertaknya. Dia mundur beberapa langkah sambil membenarkan letak kacamatanya. Terlihat dia takut dengan gertakanku tadi tapi tetap memasang wajah yang agak menantangku.

"aku akan melindungi HyeRi darimu Tupai galak!" tantang Sandeul dengan nada yang sebenarnya agak ketakutan.

"sudahlah" bujuk Hye Ri sambil menarik lenganku pelan. Huh! Awas kau!

**

Memandanginya yang sedang menatap keluar jendela dan terkena sinar matahari adalah pemandangan kesukaanku. Dia, Hye Ri, selalu terlihat cantik di mataku. Meski dia sama sekali tidak bermake up seperti yang lain dan sangat sederhana. Tapi justru itu yang membuatku menyukainya.

"maaf menunggu lama. Silahkan, ini pesanan anda" ucap seorang pelayan yang datang dan meletakkan pesanan kami. Saat dia sudah selesai meletakkan makanan, wajahnya baru terlihat jelas.

"bebek? Rupanya kau kerja di sini? hah" sapaku sedikit mengejek.

"eh? Deulie-ya, kau rupanya. Sedang apa di sini?" sapa Hye Ri dengan lebih ramah. Sebenarnya itu juga yang jadi pertanyaanku. Padahal tadi sebelum sampai di sini kami sudah bertemu dengannya dan meninggalkan dia di jalan. Bisa-bisanya kami bertemu lagi di sini. Apakah dunia terlalu sempit untuk menghindari satu Bebek ini saja?

"hua, ada bidadari di sini rupanya. Hehe, aku sedang membantu kedua orang tuaku. Ini kan kedai keluarga kami" jawab si bebek dengan mengacuhkanku. Cih! Berani sekali dia bersikap seperti itu.

"jinjja? Daebak~~" seru Hye Ri.

"hehe, selamat menikmati masakan kedai kami" ucapnya sebelum kembali ke dapur. Yang membuatku emosi, sempat-sempatnya dia menjulurkan lidah ke arahku sesaat sebelum dia pergi. Itu sama dengan penghinaan untukku. Kalau bukan karena di tahan Hye Ri, dia pasti sudah babak belur di tanganku.

"hah, kau selalu saja membelanya. Jangan-jangan kau menyukainya" ucapku sinis.

Tapi dengan santainya Hye Ri menjawab dengan mengangguk-angguk sambil menyantap ramennya. Mataku melotot tidak percaya.

FF B1A4Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang