Hai, aku.
Kenapa kau tak mengingatkanku agar kembali.
Kenapa kau tak meninggalkan jejak untuk jalanku sendiri.
Kenapa kau membiarkanku untuk tersesat.
Hai, aku.
Kenapa kau tak menjadi sayap untuk membawaku pulang.
Kenapa kau tak menjadi sirip untuk membawaku kembali.
Kenapa kau hanya menjadi kaki yang membawaku pergi.
Hai, aku.
Kau hanya seperti Surat.
Ditulisinya dirimu lalu kau turuti dengan senang hati.
Jakarta, 1 Desember 2018
