Hidup adalah serangkaian kebetulan. 'Kebetulan' adalah takdir yang menyamar.
Hidup itu seperti air, air bukanlah suatu benda yang besar, tetapi mereka terlihat besar karena di dalamnya terdapat jutaan tetes air yang mengalir bersamaan. Begitulah hidup kita, kita butuh kebersamaan untuk menjadi terlihat hebat. Air juga mengalir tanpa peduli apa yang dilewatinya, seperti itulah harusnya kita melewati setiap takdir yang ditujukan kepada kita pada saat ini.
Takdir.
Takdirlah yang Mengendalikan Kita. Seperti halnya takdir sedang mengendalikan ku untuk bertemu denganmu, seakan-akan takdir sedang mempermainkan kita dengan jalan cerita yang dimilikinya.
.
.
.
Aku berjalan di trotoar diantara kegelapan yang menyelimuti kota yang ramai ini, lalu handphone ku berbunyi ,seketika aku mengangkatnya.
"Rama! kamu dimana ?! Cepat pulang, sesuatu yang genting telah terjadi."
Ternyata Itu adalah ibuku, dia berbicara dengan lantang seakan-akan dia memarahiku. Sesaat setelah mendengar apa yang ibu bicarakan, tanpa pikir panjang aku bergegas berlari melewati keramaian untuk menuju rumah.
Sesampainya dirumah aku hanya terdiam membeku melihat ayah dan ibuku sudah terbaring di lantai dan tak bernyawa.
Dan disaat itulah Takdir itu mulai mengendalikan hidupku.
-TERIMA KASIH-
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA PROLOG DARI LOVE DESTINY , MOHON MAAF AKAN BANYAK SEKALI KEKURANGAN DARI SERIAL INI , KARENA SAYA HANYA SEORANG AMATIRAN.
MOHON KRITIK DAN SARANNYA.
-AestheticHwi-
YOU ARE READING
Love Destiny
Teen FictionKita harus menentukan takdir kita sendiri , tetapi ada saatnya dimana "Takdir" mulai mengendalikan kita.
