-Pukul 05.30 WIB-
"Hoamm" uap wanita cantik yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Tinggal seorang diri di Jakarta membuatnya harus menjadi mandiri.
Wanita itu bernama Lily Agatha A. Wanita SMA yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk selama-lamanya karena sebuah kecelakaan.
Setelah mengumpulkan nyawa, akhirnya diapun bangun dan beranjak dari tempat tidurnya, membuka gorden jendela dan membiarkan cahaya masuk di kamarnya. Dan setelah itu memutuskan untuk mandi.
30 menit berlalu, akhirnya diapun keluar dari kamar mandi tersebut. Berpakaian dan segera bersiap-siap. Memasukkan buku pelajaran semalam ke dalam tasnya, tak lupa buku novel yang selalu dia baca. Memberikan sedikit bedak ke wajah cantiknya. Setelah siap, diapun keluar kamar dan segera turun ke bawah untuk sarapan.
Memoles selai cokelat kesukaannya di roti dan segera memakannya.
Yahh, kegiatan rutinnya setiap pagi dikesendiriannya dalam sebuah rumah sederhana peninggalan kedua orang tuanya.
Setelah selesai sarapan, diapun memakai sepatu dan segera berangkat ke sekolah, dengan menggunakan bus damri. Berjalan kaki hingga ke halte bus dan menunggu bus datang.
10 menit kemudian, bus pun datang, dengan segera dia pergi dan segera mencari tempat kosong untuk didudukinya.
Dengan earphone ditelinganya, dan kepala bersandar dikaca, membuatnya merasa nyaman. Hidupnya dulu tak seperti ini waktu kedua orang tuanya masih ada. Hidupnya penuh dengan keceriaan. Setiap bangun pagi, pasti ibunya yang membangunkannya. Sarapan pun ibunya yang menyiapkan nya. Berangkat diantar ayahnya dan jemput oleh ayahnya, sepenting apapun urusan ayahnya. Tapi kini semua telah berubah sejak kepergian mereka, orang yang sangat disayangi oleh Lily.
Tak terasa bus Lily sudah dekat dengan sekolahnya. Dengan sedikit memprediksi akhirnya Lily bersuara
"Bang kiri bang" ucap Lily sedikit berteriak.
Tak lama bus pun berhenti tepat di gerbang sekolahnya. Dengan segera Lily membayar lalu turun.
Sekolahnya masih sangat sepi, hanya beberapa orang yang sudah berada disana. Bagaimana tidak? Jam masih menunjukkan pukul 06.25. Mungkin jam 7 semuanya akan ramai.
Menikmati musik dan berjalan menuju kelasnya.
Sesampainya di kelas, Lily menyimpan tasnya di bangkunya dan segera mengeluarkan novelnya dan segera meninggalkan kelasnya menuju ke taman sekolah, tempat dia selalu membaca, dan menunggu kedatangan ke4 sahabatnya.
Yah, kenyataannya hidupnya tak terlalu kesepian. Masih ada ke4 sahabatnya yang selalu membuatnya tertawa dan bahagia.
Jam menunjukkan pukul 06.50 dan Lily yakin sebentar lagi pasti kedua sahabatnya akan datang menghampirinya.
Dan yah, tepat setelahnya kedua temannya pun datang menghampirinya Rara dan Lia.
Mereka berdua selalu berbarengan karena mereka tinggal di 1 kawasan yang sama.
"Aelahh, baca novel mulu lo. Gak bosen? Hidup lo dipenuhi dengan membaca mulu" ucap Rara. Sahabat Lily ini orangnya ceria, anti dengan buku, orangnya eksis, dan unik.
"Tau nihh. Udah berapa puluh buku novel yang udah lu baca? Kayaknya udah hampir 50 dehh" sahut Lia. Sahabat Lily yang sangat cerewet, eksis, unik, memiliki suara yang dapat dibandingkan dengan toa toa pemberitahuan sekolah.
"Yee.. gak sebanyak itu juga kalii. Gue baru mau selesai-in ni buku. Kalau udah selesai, berarti ini buku yang ke 53" jawab Lily
Yah memang sesering itu Lily membaca. Bahkan jika di hari libur, Lily bisa menghabiskan 3 buku dalam sehari.
"duhh, puyeng gw kalau baca buku sebanyak itu" ujar Rara
"Iyya" sahut Lia mengiyakan
"Lu ngikutin gw mulu" sewot Rara
"Ihh najiz gw ngikutin lo" balas Lia
Kebiasaan yang membuat Lily tersenyum sendiri
"STOPP!! BERHENTI PEREBUTIN LILYY. LILYY TAU LILYY TERLALU CANTIK YE KAN" ucap gw sedikit kencang
"NAJIZZZZ" kompak Lia dan Rara
"YYeee ehh btw si kurcaci Putri bentar lagi datang" ucap Lily
"Lo kayaknya udah hapal jam dateng kita" ucap Lia
"Hooh, kurang kerjaan banget" sahut Rara
"Yee, like like Lily dong" ucap Lily
"Sok Inggris lo" sahut Rara
Tak lama kemudian
"Woii" panggil Putri
"TAYOO" kompak Lia, Lily, dan Rara.
"Ahh gak seru, gw pen ngeprank"ucap Putri
"Itu udah jadi kebiasaan lo kalau lo datang" ucap Rara
"Huftt"ucap Putri memelas
"Muka tolong dikondisikan. Gw jijiq liatnya" ucap Lia
"Pen Muntahhh" sambung Lily
Hidup Lily memang ceria, namun hanya ketika dia bersama sahabat-sahabatnya. Lepas dari itu, hidupnya hanya tertarik pada novel dan musik. Tak lupa bekerja serta belajar
Tak lama itu, bel pertanda masuk berbunyi
"Yahh Feby belum datang"sahut Putri
"Bentar lagi pasti datang. Ke kelas yok" ajak Lily
"Yok" sahut ke3 sahabatnya
Saat berjalan bersama, tiba-tiba seseorang memanggil mereka
"Woii" ucap orang itu sedikit berteriak
"Gw yakin ini pasti Feby"ucap Rara
Mereka pun berbalik badan. Dan benar saja, itu adalah Feby. Sahabat Lily yang datangnya selalu telat. Feby berlari ke arah mereka.
"Anjir, gw telat bangun. Bokap ama nyokap gw lagi keluar lagi, adek gw pergi sekolah kagak bangunin gw lagi" cerocos Feby
"Curhat mba" sahut Lia
"Anjir emang" jawab Feby
"Udaah ayok"ajak Putri dibalas anggukan oleh Lily
Mereka ber5 pun berjalan bersama sampai akhirnya mereka pun berpisah di depan kelas Lily
Yah Lily dan Feby berada di kelas 2-Ips sedangkan Rara, Lia, dan Putri berada di kelas 2-Ipa
"Monyet-monyet ku, nanti ke kantin bareng yahh. Seperti biasa" ujar Rara
"Ok njing" sahut Feby
"Anjir ngegas" jawab Rara
Merekapun menuju ke kelas masing masing.
Pelajaran kelas pun dimulai. Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 10.05 yang menandakan waktu pelajaran telah selesai.
"Woii, jemput trio kampret yok" ajak Feby
"Yok" sahut Lily
Mereka berduapun berjalan menuju kelas Rara, Lia, dan Putri
Tapi ditengah jalan, mereka berdua bertemu dengan ke3 temannya.
"Baru mau jemput lo pada" ucap Feby
"Ohh, yodah ayuk. Laper nihh gw" ucap Lia
Mereka ber5 berjalan menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin, mereka mencari tempat duduk dan Lily menemukan tempat duduk yang kosong di pojok.
"Ehh di pojok aja disana" ajak Lily dan diangguki oleh ke4 sahabatnya
"Pesan apa nih?" Tanya Feby
"Bakso dan es jeruk" jawab Rara
"Samain aja" sahut Lily
"Iyya" jawab Putri dan Lia berbarengan.
Feby pun berjalan meninggalkan mereka dan memesan makanan, lalu kembali.
Sambil menunggu pesanannya, mereka bercerita bersama, sampai pandangan Lily teralih pada seorang pria yang berpakaian berantakan, baju diluar.
"Eeh itu siapa?" Tanya Lily
"Yang mana?" Tanya Rara
"Yang itu" jawab Lily sambil menunjuk seorang pria yang sedang asik berkumpul dengan teman-temannya.
"Astaga, lo gak tau? Dia itu bad boy sekolah kita yang digilai cewek cewek di sekolah kita."ucap Putri heboh
"Kita sekelas ama dia Lilyy" sahut Feby
"Gw gak pernah liat" jawab Lily
"Emang dia suka bolos" balas Feby
"Oh" jawab Lily
Dan tak lama setelahnya pesanan mereka pun datang.
Mereka makan sambil bercengkrama.
Selesai nya makan, mereka pun kembali ke kelas.
"Eh tar deh, kalian duluan dulu. Gw pen ke perpustakaan sebentar" jawab Lily
"Oh ok" sahut ke4 temannya dan berjalan bersama.
Sedangkan Lily segera menuju ke perpustakaan untuk mencari buku. Setelah mendapatkan buku yang dicarinya, Lily segera kembali ke kelasnya.
Namun ditengah perjalanannya, Lily menabrak seseorang.
"Aduhh, maaf maaf" ucap Lily merasa bersalah
"Hmm." Balasnya singkat.
Dan tak lama kemudian tangan orang tersebut terulur untuk menawarkan bantuan.
"Lo gk papa?" Tanya orang itu dingin
Lily mendongak "ahh iyya" jawab Lily dan menerima uluran tangan orang itu.
Maaf gaje. Ini cerita pertama gw.
Jangan lupa vote dan komennya yahh
YOU ARE READING
Mine
RomanceMilikku! Dan aku tak menyukai milikku diganggu apalagi disentuh orang lain! MyFirstStory! Jangan jadi pembaca gelap gais! Ayaflu.
