Saat matahari tepat di atas kepala, setiap rumah makan akan dipenuhi dengan orang yang sedang beristirahat untuk melepas dahaga dan lapar. Sebuah restaurant yang terletak di tengah kota juga penuh sesak dengan orang-orang yang beristirahat sejenak dari rutinitasnya. Hal itu berbanding terbalik dengan seorang pemuda yang mengusap keringat di dahinya, meski ia terlihat letih, tapi ia masih tersenyum kepada setiap pelanggan yang silih berganti. Tangannya sibuk membersihkan meja yang kosong diiringi dengan siulan bernada keluar dari bibir tipisnya.
"Ar, ada yang ingin bertemu denganmu. Dia ada di meja nomor 8." suara rekan kerjanya menghentikan gerakan tangan yang sejak tadi sibuk membersihkan meja.
"Baik mbak, akan saya temui setelah saya menaruh piring kotor ini ke belakang." jawabnya dan segera mengangkat nampan untuk dibawanya ke dapur serta memberikan senyuman tipisnya ketika melewati rekan kerjanya.
"Jingga? Kenapa kamu datang kemari?" sapanya ketika menghampiri seseorang yang duduk di meja nomor 8 itu.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, Ar. Sebelum aku jelasin semuanya sama kamu, yang perlu kamu tau itu hanya satu. Seperti yang sering kita ucapkan, 'J for A, A for J, always and forever'." kalimat yang diucapkan gadis itu seketika membuat perasaan Ardi merasa akan terjadi sesuatu yang buruk.
Jingga adalah seseorang yang selalu Ardi harapkan akan menjadi pelabuhan terakhirnya dalam petualangan cintanya. Mereka sudah saling mengenal sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan mereka sudah mengenal baik masing-masing sejauh mereka memahami diri masing-masing. Sejauh ini, hubungan mereka sangat baik dan saling mendukung satu sama lain. Pondasi sebuah hubungan sudah mereka miliki, yaitu rasa percaya, jujur dan kasih sayang. Ardi sudah berjanji pada Jingga, jika ia akan segera menikahi Jingga dalam jangka waktu 2-5 tahun lagi. Karena Ardi ingin membahagiakan Jingga dan memberikan kehidupan yang layak untuk Jingga.
"Jangan bikin aku takut gini, Jing. Santai aja, gak usah kaku gitu." ujarnya santai seraya memegang tangan Jingga yang terasa dingin di tanngannya.
"Ardi, kamu adalah anugerah terbaik yang pernah aku miliki. Aku gak pernah menyesal pernah mengenalmu. Tapi, aku gak bisa menemanimu lagi, bukan karena aku sudah gak mencintaimu, tapi keadaan yang memaksaku. Ibuku sudah menjodohkan aku dengan laki-laki lain, dan aku gak bisa untuk menolaknya. Seminggu lagi aku akan menikah, Ar. Aku juga gak mau jadi anak yang durhaka Ar, aku gak mau." Jelas Jingga dengan air mata yang mengalir di pipinya dan isakan pelan keluar dari bibirnya.
Melihat Ardi yang hanya diam, Jingga tidak sanggup lagi berada di sana, sehingga ia memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu. Jingga berharap Ardi akan menemukan kebahagiaannya, seperti ia yang akan bahagia dengan calon suaminya, semoga. Setelah mendengar penjelasan dari Jingga, tubuh Ardi menjadi kaku seketika. Syaraf telinga dan bibirnya mendadak tidak berfungsi. Ardi benar tidak tau apa yang akan dilakukannya. Seluruh hatinya hancur. Jingga pergi tidak hanya membawa seluruh hatinya, tapi ia juga meninggalkan luka yang sangat dalam. Entah bisa ia sembuhkan atau tidak.
(****)
"Jingga, kamu tidak boleh pergi kemanapun. Ingat seminggu lagi kamu akan menikah." Tegas sang Ibu, Mira, saat melihat anaknya pulang, tanpa mengalihkan pandangannya dari kesibukannya.
Jingga hanya berlalu tanpa menghiraukan ucapan sang ibu. Ia terlalu marah, entah marah kepada ibunya atau keadaan yang terjadi padanya. Ibunya yang secara tiba-tiba memberitahukannya, jika ia akan dinikahkan dengan laki-laki yang tidak pernah ia kenal. Hatinya ingin menolak itu keras-keras. Selama ini ia sudah membayangkan bahwa ia akan menghabisnya sisa hidupnya bersama orang yang sangat ia cintai, Ardi. Seorang pria yang sudah menemaninya selama hampir separuh hidupnya. Seorang pria yang mengerti akan dirinya. Seorang pria yang merupakan sebagian dari hidupnya.
YOU ARE READING
Short Story
Short StorySekumpulan kisah cinta remaja yang sering terjadi di sekitar kita, dan juga disertai dengan bumbu-bumbu pemanis. Kisah cinta yang mempersatukan dua insan dengan berbagai cara dan berakhir dengan kata... " B A H A G I A " P.S kalian bisa memilih ceri...
