Harapan?

152 78 56
                                        

Banyak orang bilang bahwa berharap itu membuat kita bisa hidup lebih lama karena ada banyak harapan yang harus kita wujudkan untuk menjadi harapan yang nyata. Tapi ada sisi baik dimana kita berharap kepada manusia dan ada juga sisi buruknya. Karna jika kita berharap kepada manusia belum tentu manusia itu memastikan harapan kita akan terkabul. Tidak jika kita berharap dengan Tuhan melalui sebuah doa, walaupun entah kapan harapan itu akan terwujud tapi tuhan pasti akan mengabulkannya. Oh iya kenalin nama gue Given
Suatu hari di kompleks perumahan gue melihat ada seorang anak perempuan yang seumuran sama gue, dia cantik, lucu dan manis banget kalau lagi senyum tiap hari gue gak bosen-bosen liat dia. Ya, salah satu kesukaan gua sekarang adalah melihat sneyum gadis itu. Sampai satu waktu gue lewat rumahnya dan ternyata pas gue lewat pas banget dia lagi mau keluar dari rumahnya dan gua pun spontan bahagia dan senang dong pas ternyata kebetulan banget, gue dengan PD buat turun dari motor langsung menghampiri dia dan menawarkan tebengan.

" mau bareng gak ". Tawar Given

" boleh kalau gak ngerepotin ". Jawab Narisha

Saat dia menjawab seperti itu bukan ga mungkin lagi perasaan di dalam hati ini amat sangat bahagia. Ibarat abis dapet durian runtuh gue tuh. Baru kali ini hati gue deg deg serrr.

Saat di depan rumah Narisha. Kebetulan Given lewat.

" Eh Narisha tumben keluar rumah jam segini ". Ucap Given

" Eh iya Given hari ini aku mau ke toko buku ". Jawab Narisha

" Aku anterin yuk ke toko buku ". Ucap Given

" Boleh deh kalau gak ngerepotin kamu ". Jawab Narisha

Bagai ketiban durian dua kedua kalinya. Mendengar jawabannya saja hati Given sudah melayang laying pisah dari raganya. Hehehe

" Yaudah buruan naik, oh ya ini helm'nya ". Ucap Given sambil memberikan helm yang ia bawa

" Makasih yak ". Jawab Narisha

" Bilang makasihnya nanti kalau udah sampai tempat tujuan aja Sha ". Kekeh Given

" Iyadah given ". Ucap Narisha

" Oh, ya mau ketoko buku mana? ". Tanya Given

" Aku mau ke Gramedia aja Given ". Ucap Narisha

" Oke sip deh ". Jawab Given

Setelah gue sampai nganterin dia, dan ternyata dia itu sama temen-temennya spontan gua langsung bilang, gue balik yak, gila gue gak enak banget nanti gue jadi nyamuk lagi soalnya cuma gue doang yang cowok disitu .

" Udah sampe nih ". Ucap Given

" Yuk ikut juga ". Ajak Narisha

Pas given lihat ada 4 temen cewek Narisha given memilih jawab tidak.

" Gak usah Sha, gue balik aja ". Ucap Given

" Yakin nih, yaudah deh makasih yak ". Ucap Narisha

" Yak sama-sama ". Jawab Given

Ah kenapa gue nolak tak tadi padahal kan ini kesempatan emas buat gue. Tapi malu lah banyak teman-temannya gitu gue cowo sendiri yang ada gue jadi kambing conge. Ah mungkin lain kali gue ketemu lagi deh sama dia.

Ya, gue sama Narisha memang beda sekolah tapi kita satu kompleks dan dia adalah temen gue dirumah awalnya sih dia menutup diri dari teman-teman dilingkungan kompleks tapi setelah dia tau kalau gue ini anak baik-baik dia mau gue ajak kenalan dan bahkan tadi Lo liat kan gue itu abis nganterin dia.

Pagi hari disekolahan, gue adalah anak yang terbilang cukup rajin, datang on time, gak pernah ngaret, dan punya banyak teman disekolah. Kalau dibilang keren ya pasti keren lah, ganteng pasti karena mama gue sering bilang kalau gue ganteng hahaha, pulang sekolah ini ada kerja kelompok dan gue bilang kerja kelompoknya dirumah gue aja.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 29, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HARAPANWhere stories live. Discover now