Kemarahan yang berujung kematian

34 7 16
                                        

Sebelumnya perkenalkan aku sering disapa dengan nama Nora, dalam bahasa jepang artinya bencana, ibuku meninggal saat melahirkan aku sehingga ayahku memberiku nama Nora. Kini aku menginjak kelas 2 SMA, dan kebanyakan teman temanku sudah mengikuti gaya modern, bahkan mereka sudah mengenal cinta dan keromantisan tapi berbeda dengan diriku yang selalu berfikir tentang supranatural. Malam ini adalah hari dimana usiaku menginjak 17 tahun, dan tepat ditengah malam aku membuat sebuah permohonan

Tuhan, sekarang aku mulai lelah merasakan pahitnya hidup, terus dihina dan dijauhi, jika kou ijinkan aku mau semua imajinasiku menjadi nyata, dan aku mau melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, Terima kasih untuk hari ini

Lalu aku kembali tertidur dan menunggu hari esok tiba, tepat pukul 04.45 AM aku terbangun, saat membuka mata aku melihat sosok lelaki yang tak asing dilihat namun dia bukanlah ayahku

"Kyaa, siapa kamu?" aku berteriak karna terkejut sambil menjauh darinya

"Kenapa bertanya? Karna dirimulah aku hidup" jawabnya sambil mendekat hingga aku terjatuh dari kasur

"Dasar bodoh, sebenarnya kamu siapa? Cepat jawab jangan bertele tele"

"Namaku Kiran, imajinasimu lah yang membuatku berada disini jadi kamu jangan takut sama aku" katanya sambil berjalan menuju jendela dengan mata yang terpokus pada gerimis dipagi hari

"Nggak, ini nggak mungkin aku pasti lagi ngelindur, sebaiknya aku bersiap pergi sekolah" pikirku membuka pintu  dan menuju kamar mandi

Setelah mandi dan bersiap siap, aku menuju ruang makan untuk sarapan dan terlihatlah sepiring roti yang sudah disiapkan oleh bi Wina seorang wanita paruhbaya yang kerja sebagai pembantu dirumahku. Tapi ayahku sangat sibuk dengan pekerjaannya

Serasa hidup sendirian, humn ibu jika kou masih hidup, apa yang akan kou lakukan pada putrimu ini? Jujur aku tidak tahu seperti apa rasanya kasih sayang dari orang tua

Aku melamun sambil memakan roti, tiba tiba seseorang mengejutkanku hingga rotinya terjatuh

"Menyebalkan, apa yang..." ucapanku terhenti karna lelaki yang kutemui tadi pagi masih ada dihadapanku "sebenarnya apa yang terjadi? Kou ini kenapa masih ada?"tanyaku dengan nada lemas

" kou tidak ingat ya? Semalam kou memohon untuk.."ucapannya terhenti olehku, karna tiba tiba aku mengingat dengan apa yang ku ucapkan tadi malam

"Artinya tuhan mengabulkan apa yang aku mau? Tapi kok aku nggak bisa lihat hantu dirumah ini ya" wajah bahagia mulai terpasang, hingga aku tidak bisa menahan kebahagiaan itu

"Mungkin belum saat nya, apakah kamu sudah menerimaku? Dan satu hal, hanya kamu yang bisa melihat kami" Ucap lelaki itu yang bernama Kiran saat kusadar dia telah memberi kode bahwa bi Wina sedang memperhatikanku dari belakang

"Bi, apa yang sedang bibi lakukan?"teriaku bertanya membuat bi Wina menghampiriku

" maaf atuh Neng, saya teh tidak sengaja melihat Neng Nora lagi ngomong sendirian"jawabnya dengan sopan dan senyuman

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 27, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TragediWhere stories live. Discover now