Tiga bulan lalu aku dan ketiga sahahabatku telah merencanakan sesuatu untuk liburan di semester ini. Yup, kita menghabiskan satu minggu untuk berlibur bersama untuk pergi ke sebuah villa yang ada di Bogor karena kita ingin pergi ke sebuah air terjun yang ada disana. Aku, Tara, Indah dan Yatha akan berangkat pada malam sabtu ini.
Seperti biasa kita berkumpul di rumah Tara karena lokasi rumah Tara adalah posisi yang paling tepat untuk kita bertemu. Sepertinya hari ini aku sedikit terlambat. Yup,karena game yang saat ini sedang aku senangi yang biasa kusebut si kuning menyenangkan.
Sesampainya di rumah Tara sepertinya teman-temanku sedang menungguku dengan wajah yang sedikit kesal. Aduh ada perasaan sedikit bersalah juga.
Dooooor.
Aku mencoba mengagetkan Indah yang sedang berdiri membelakangiku.
“ni anak malem- malem udah ngeselin aja” Sahut Indah.
“eeeh maaf gua telat”.
“eeh udah jam 8 malem nih buruan kalian masukin barang-barang kalian ke bagasi” Sahut Yatha.
Dengan serempak kami menjawab siap buuuuuuuu.
Malam ini Tara lah yang mengendarai mobil yang kita tumpangi dan saat diperjalanan ada suatu hal yang terjadi, ya ini adalah sesuatu diluar dugaan kita.
“woy tadi kalian liat gak di pohon yang besar itu apa?” Tanya Tara yang sudah mulai tak fokus.
“apa sih lu Tar. Gak lucu ih sumpah” jawab Yatha dengan nada sedikit kesal.
“yeh beneran kalian gak liat sesuatu yang ada dibawah pohon yang gede yang barusan kita lewatin?” Tanya Tara untuk meyakinkan.
“yah gua tau nih gaya-gayanya si Tara” Sahut Indah.
“kenapa lu?“.
“kebiasaan hobi lu nakutin orang, nanti juga lu ketakutan sendiri baru tau rasa!”.
“ya lagian dari tadi diem aja gak ngomong sama sekali. Kan kalo gua udah nakut-nakutin jadi seru hahahahahah”.
Akhirnya setelah dua jam kita sampai di sebuah villa. Hawa terasa mulai dingin dan sedikit mencekam karena disini hanya ada seorang penjaga. Tapi ,villa ini terlihat sangat bersih dan sangat terurus. Kulihat dibelakang villa banyak pohon-pohon besar dan kukira itu adalah sebuah hutan. Aku dan teman-temanku membawa barang-barang ke dalam villa untuk dirapikan.
“eh woy, gua kok sedikit takut ya” sahut Yatha.
“eh udah ah jangan ngomong gitu udah malem ni” jawabku.
“hmm kayaknya tas gue masih ada yang ketinggalan di bagasi deh “ Sahut Tara.
“ya ambil dong masa diem aja” Sahut Indah.
“eh gua aja yang ngambil tas nya Tara sekalian juga gua mau ngambil minum di mobil” tawarku pada mereka.
Saat aku membuka bagasi tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki dari belakangku kudengar suara itu semakin mendekat, mulai ada rasa takut yang menghampirku aku hanya bisa berkata didalam hati apa yang harus aku lakukan tapi aku tetap mencoba memberanikan diri untuk menoleh kebelakang. Perlahan kugerakkan kepalaku menuju arah yang berlawan, pikirku dalam hati jika terjadi apa-apa aku akan berteriak sekencang-kencangnya, tapi saat aku menoleh tak ada apapun di belakangku mungkin ini adalah sugestiku. Tak sengaja aku menjatuhkan botol minumku saat aku ingin mengambilnya tiba-tiba ada sesuatu yang bergerak dan langsung mengagetkanku.
“aaaaaa sial gua kaget banget sumpah”.
Ada anak kucing dibawah mobil, konyol sekali aku begitu kaget dengan hal semacam itu tapi itu cukup membuat jantungku berdebar kencang.
Malam ini kami beristirahat sambil bermain game yang menyenangkan. Yup gamenya adalah tanpa HP jadi disini kita hanya mengobrol dan bermain Truth Or Dare.
“sekarang giliran Tara mau pilih truth apa dare?”
“gua pilih dare aja secara gua kan emang pemberani”
“nah gua punya tantangan buat lu. Lu liat kan disana ada lemari dan entah kenapa gak bisa dibuka, coba lu buka lemari itu” sambil menatap lemari yang ada di bawah tangga.
“oke gua terima”
Saat Tara mencoba membuka lemari itu tiba-tiba gelas yang ada di dapur pecah seperti ancaman bahwa ada yang marah ketika akan membuka lemari itu. Saat kami periksa ke dapur tak ada apa-apa di sana. Mungkin tadi ada kucing yang menyenggol gelas. Tapi kadang disinilah nasib kucing sangat memprihatinkan karena selalu disalahkan hehe.
“Tara kayaknya jangan dibuka deh lemarinya gua gak mau lu kenapa-napa!” sahut Indah.
“yeh gapapa kali gua pengen tau aja isi lemari ini apa gua penasaran kenapa susah banget dibuka” sahut Tara sambil mencoba untuk membuka lemari.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya lemari berhasil dibuka dan ternyata isi lemari itu adalah kain sarung warna hijau,hitam dan merah.
“hahaha ini isi lemari yang susah dibuka itu. Tapi puas juga sih karena udah mematahkan rasa penasaran gua”
Bruuuuuk
Kami semua kaget mendengar suara yang datang seperti orang yang sedang menabrak pintu, tapi saat kami lihat hanya ada seorang kakek tua yang memakai sarung di seberang jalan sedang menyapu halaman.
“kayaknya gua mau tidur duluan ya soalnya gua ngantuk banget” sahutku.
“yaudah aku juga mau tidur” sahut Yatha.
“yaudah kita semua harus tidur dari tadi kita belum istirahat” sahut Indah.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 00.00 kita semua tidur di kamar kecuali Tara dia tidur di ruang utama.
Aku terbangun pukul 3 dini hari aku merasa sangat haus. Lalu aku pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Tok tok tok terdengar ada orang mengetuk pintu dari luar dan aku memcoba membuka pintu karena kulihat sepertinya itu adalah penjaga villa ini.
Sepertinya bapak tua ini adalah orang semalam yang aku lihat ada diseberang jalan yang sedang menyapu halaman.
“ada apa pak?” Tanyaku pada bapak tua itu.
Hening dia tak menjawab apa-apa, seperti ada yang aneh dengannya.
“boleh bapak minta minum nak, bapak haus!”
Nada suaranya begitu pelan sepertinya dia sangat kelelahan.
“oh iya pak tunggu sebentar ya” jawabku.
Aku berjalan ke dapur untuk mengambilkan minuman, saat aku kembali bapak tua itu sudah tak ada. Aku merasa ada banyak kejadian-kejadian aneh di villa ini.
~~~~~~~~~
Pagi ini aku dan teman-teman sedang bersiap-siap karena kami akan pergi ke air terjun tujuan utama kami. Sayangnya, kami harus mendaki untuk sampai disana karena tidak bisa diakses oleh kendaraan.
“udah siap semua?” Tanya Yatha.
“sudaaaaah” serempak menjawab.
“ayo Tara kamu yang berjalan paling depan” Sahut Indah.
“siaaaap bu” jawab Tara.
Dengan peralatan yang telah kami persiapkan kami pun memulai perjalanan. Kami terus berjalan menelusuri hutan tapi aneh sekali kita tak pernah menemukan jalan keluar dari hutan ini tidak ada siapapun disini kecuali kami.
“perasaan dari tadi kita cuman muter-muter di tempat ini aja” sahutku.
“sumpah gua juga bingung” jawab Tara.
“ ah gak mau tau ini gimana, mending pulang aja kalo bisamah” Sahut Indah.
“sabar dong Indaaaaaah” sahut Yatha.
“yaudah kita istirahat dulu aja” saran Tara
Semua setuju untuk beristirahat .
Sunyi sepi dan sedikit menakutkan dengan pohon-pohon besar serta semak belukar, yang kami takutkan bukan hanya binatang tapi seperti ada hal lain di hutan ini.
Kami semua melihat sesuatu yang sedang berjalan diantara semak belukar, seperti seorang kakek tua dan kami pun langsung mengejar kakek tua itu berharap dia menunjukkan jalan keluar dari hutan ini. Tapi saat kami mengikuti kakek itu, Indah sahabat kami hilang entah kemana.
“coba aja dari awal kan gua udah bilang jangan kesini jadi gini kan” Sahut Yatha dengan perasaan kesal.
“ya kan ini udah kesepakatan bersama, lu jangan memperkeruh suasana deh” sahut Tara.
“udah ih jangan marah-marah coba. Kita cari Indah bareng-bareng”.
Suasana sudah mulai berubah semuanya berubah dan alampun coba menakuti kami. ternyata , kakek yang berjalan di semak belukar tadi bukanlah manusia, karena saat di tepi jurang kami melihatnya menghilang entah apa yang terjadi, perasaan kami sudah lelah. Tapi saat kami beristirahan di bawah pohon besar kami mendengar Indah memanggil kami dan berkata ayo kesini aku disini sambil tertawa melengking ,dengan spontan kami pun langsung mencari sumber suara dan ternyata sungguh diluar dugaan mata hitam wajah pucat pasi dan rambut panjang sedang menertawakan kami sekarang dia ada dibelakang pohon, kami langsung berlari sekencang-kencangnya tak bisa berfikir jernih lagi.
“eh kayaknya kejadian ini ada hubungannya sama kejadian semalam setelah kita membuka lemari itu” fikirku mengarah kesana.
“semalam Bapak tua yang ada di seberang jalan itu dia meminta minum tapi pas gua balik lagi itu orang udah ilang tapi dia kayak ninggalin secarik kertas dan kertas itu belum sempat gua buka tapi untungnya gua bawa” Jelasku.
“ayo cepetan liat kertasnya” sahut Yatha dan Tara.
Saat kami membaca isi suratnya adalah ”jangan usik 3 sarung karena dia memiliki jiwa yang mudah terusik jangan pindahkan ketiganya karena mereka memiliki jiwa yang sama kembalikan kembalikan kembalikan”.
“haaaaah kan gak ada yang mindahin sarung-sarung dilemari itu kan?” tanyaku.
Hening sejenak.
“gua bawa sarungnya gua gak tau kalo itu ada apa-apanya gua gak tau kalau ujung-ujungnya kayak gini” jawab tara.
“parah banget sih lu udah tau lemarinya aja janggal apalagi isinya” Yatha merasa kesal kepada Tara.
“ yaudah sekarang kita balik ke villa buat ngembaliin sarung yang diambil Tara” saranku.
“tapi gimana sama Indah masa kita mau tinggalin dia” sahut Yatha.
“yaudah mending balikin sarungnya dulu karena ini urusannya sama hal-hal aneh”.
Akhirnya kami semua pulang ke villa dan saat perjalananpun taka ada hal aneh yang terjadi, sesampainya di villa kami mencoba membuka lemarinya dan cukup sulit tapi saat terbuka ternyata Indah ada di dalam sana. Senang bisa melihat Indah baik-baik saja, menurutnya saat dia menghilang dia dibawa ke sebuah tempat yang menakutkan.
