FIRST DAY OF SCHOOL

20 2 3
                                        

TING! TING! TING! TING!
"ANJIR!" sentak Kenzie di kamarnya. "Buset, kaget gue, aduh jam berapa si?"
Perempuan itu pun mengambil Hand-Phone nya dimeja nakas sebelah kasurnya.
"Notificationsnya banyak banget astatank!" gumam Kenzie. "Udah jam 05.30 nih, gue harus cepet siap-siap, kalo telat bisa kena hukum gue." pikir Kenzie.
Dia pun langsung menyambar handuk berwarna softpink nya itu dan bergegas ke kamar mandi.

15 menit berlalu..
Kenzie pun keluar dari kamar mandi, dan rambunya masih di lapisi oleh handuknya. Dengan cepat dia langsung ke meja khusus make-up nya itu. Dia memakai obat-obat skin-care nya. Setelah selesai, dia memakai sedikit bedak baby dan lipbalm agar bibirnya tidak terlalu terlihat pucat. Dan dia pun memberi sedikit eye-shadow kepada matanya, untuk menutupi bengkak matanya karena sudah menangis sepanjang malam.

Kenzie pun turun kebawah untuk sarapan. Ternyata Mamanya tidak membuat sarapan sama sekali. Keluarga kenzie bisa dibilang keluarga yang Kaya Raya, tetapi sayangnya Mama dan Papa nya sering berkelahi. Itulah alasannya mengapa Kenzie menangis semalaman. Kenzie memiliki saudara laki-laki bernama Leenon, tetapi sayangnya Leenon berada di Amerika untuk menggapai prestasi yang bagus.

KENZIE'S POV
Hai, nama gue Kenzie Cosette Gwendolyn. Kalian boleh panggil gue Kenzie. Pagi ini gue mau ke sekolah baru gue. Doain aja semoga gue bisa beradaptasi dengan lingkungan baru gue. Pagi ini gue pergi ke Sekolah diantar supir pribadi gue. Gue sekolah di Sekolah Maltubytts Cattider di Jakarta Selatan.
"Selamat Pagi Pak Arthin!" sapa Kenzie kepada supirnya.
"Ehh.. Pagi neng, udah siap?" tanya Pak Arthin.
"Yeh.. si Bapak, bapak ngeliat saya udah siap atau belum?" ledek Kenzie sambil cekikikan.
"Oh iya neng, bapak lupa hehe" ujar Pak Arthin.
"Ayo neng, masuk mobil." ajak Pak Arthin. Kenzie pun langsung memasuki mobil nya itu.

18 menit kemudian..
"Pak! Ngebut dikit gapapa lah pak hehe" kata Kenzie.
"Aduh neng, bapak takut kita menabrak." ujar Pak Arthin.
"Gapapa pak, santai aja.. Selow, kalau Papa marah nanti Kenzie yang nanggung." kata Kenzie dengan penuh perjanjian.
"ASIAPPP!" kata Pak Arthin dengan penuh semangat. Percakapan antara Kenzie dan Pak Arthin pun terhenti sampai disitu.

15 menit pun berlalu..
Kenzie pun sampai di Sekolah Maltubytts Cattider itu. Disana, Kenzie mendapatkan perhatian karena Kenzie terlambat. MOS pun sedang berlangsung, dengan cepat Kenzie langsung memasuki barisan XI IPA.

KENZIE'S POV
"Aduh, malu banget gue telat gini, hari pertama sekolah lagi, kurang jelek apa coba nasib gue hari ini." gumam Kenzie.
"YANG BERNAMA KENZIE COSETTE GWENDOLYN SILAHKAN MAJU KEDEPAN!" ujar Ketua MOS.
"MAMPUS. mati gue." pikir Kenzie. Kenzie pun langsung berjalan ke depan. Sesampai di depan ada beberapa sorakan yang terdengar.
"Cihuyyy! Cantik banget. Hati nya udah keisi belum? Kalau belum, boleh ga gue yang ngisiin." gombal seorang murid disana.
"NAJISSS" sorak murid yang lain.
"Bercandaaaaaaa!!!!!!" sorak anak yang menggombal tadi.
Kenzie adalah anak yang cuek, sekalinya ia memamarkan wajah senyum nya, semua lelaki bisa jatuh hati kepadanya.

KENZIE COSETTE GWENDOLYN

KENZIE COSETTE GWENDOLYN

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 24, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

e c c e d e n t e s i a s tWhere stories live. Discover now