chapter 1

48 11 6
                                        

Mentari mulai memancarkan sinarnya, memasuki setiap celah yang dapat ia masuki. Decitan merdu suara burung-burung seakan bersahuatn dari balik pepohonan, membangkitkan semangat dalam mengawali pagi hari.

Berbeda dengan pemuda malas satu ini yang masih tergeletak diranjang king size miliknya dengan rambut berantakan dan baju yang kusut. Ya seperti itulah,kegiatan pagi hari~nya sebut saja pemuda itu
Aldi Gevano Fahrezi pemuda berusia 17th yang yang baru saja menginjak sekolah menengah atas di salah satu Smart School yang merupakan sekolah terfav dan tempat berkumpulnya para cogan & holkay
 

    Author pov ~wkwkwk😂~

Aldi merupakan orang berada. ayahnya Rayandra Gevano yang merupakan ceo pemilik dari perusahaan GV crop dan mamahnya Rosalin friska Gevano yang berprofesi sebagai Dokter di salah satu rumah sakit terbesar dibenua Asia.

Sejak kecil Aldi tak pernah berkekurangan, ia selalu mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Namun ada yang tak pernah ia dapatkan selama ini yaitu kasih sayang.
orang tuanya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Membuat Aldi haus akan kasih sayang dan perhatian, jangan lupakan sifatnya yang sombong & angkuh. Bukan tanpa alasan, ia melakukan itu sebagai pelariannya.

Waktu telah menunjukan tepat pukul 10:00, tetapi belum juga terlihat tanda-tanda kehidupan dikamar Aldi.

Tok...tok...tok" suara ketukan dari balik pintu

"Bangunlah tuan, ini sudah siang. jika  tuan tidak bangun maka nyonya akan marah nantinya" ucap bibi Ani yang merupakan pembatu dirumah Aldi.

Namun nihil, tidak ada jawaban sama sekali. Bagaimana tidak?...pemuda malas itu saja masih bermain dialam mimpinya. Membangunkan pemuda itu sama hal nya dengan membangunkan seekor beruang yang sedang hibernasi.
Tidak mudah menyerah, bibi Ani tetap mencoba membangunkan Aldi kembali.

"Tuan cepatlah bangun..bibi khawatir jika nyonya marah lagi nantinya"ucap bibi Ani dengan nada lembut.

Tak lama terdengar suara husky khas seseorang yang baru terbangun dari tidurnya

"Iya bi Ani...aku akan bangun, tapi sebentar lagi ya"ucap Aldi sambil sesekali menerjapkan matanya karna sinar matahari yang masuk dari balik gordeng kamarnya.

"Baik tuan, dan jangan lupa untuk memakan sarapanmu, bibi sudah siapkan makanan kesukaanmu dimeja makan" kata bibi Ani sambil melenggang pergi meninggalkan kamar Aldi.

"Whoaammmm...dirumah sangat membosankan, apalagi hari ini hari libur😔aku jadi tidak punya alasan untuk bermain dengan teman-teman huh menyebalkan." gerutu Aldi sambil mamasuki kamar mandi.

Selang beberapa menit, kini Aldi telah rapi dengan pakaian sederhananya, dan jangan salah walapun pakaian yang ia kenakan terkesan sederhana dengan celana jeans pendek dan kaos hitam tetapi jika kalian tau itu semua mahal harganya.

"Wuahh..bibi tau saja aku ingin makan apa hari ini" dan ini makanan kesukaanku" ucap kagum Aldi saat melihat makanan yang tersaji di meja makan sambil menarik kursi yang ingin ia duduki.

Bagaimana bibi Ani tidak tau makanan kesukaannya, bibi Ani saja sudah menjadi pembantu dirumahnya ketika Aldi masih diperut mamahnya. Dan bibi Ani juga lah yang merawat Aldi sampai saat ini, ya walapun mamahnya juga ikut merawatnya.

"Huhhh akhirnya cacing-cacing ini sudah diberi makan dan tidak mengeluarkan bunyi-bunyi itu lagi"
kata Aldi, pasalnya saat ia mandi cacing-cacing diperutnya terus saja berbunyi yang membuatnya sedikit risih.

True DestinyWhere stories live. Discover now