Boku no Hero Academia by Horikoshi Kohei
The Love That Bind Us by TeaBombs
.
.
.
.
.
Aku tidak suka ini... Kenapa perasaanku tercampur aduk seperti ini lagi? Bukankah aku sudah memutuskan untuk membuang perasaan ini? Lalu kenapa aku masih merasa terganggu melihat Deku-kun bersama gadis lain?
Bayangan Deku dan Hatsume kembali memenuhi kepalanya. Ia tau, tidak ada hubungan apapun antara Deku dan Hatsume. Tetapi melihat kebersamaan mereka, membuatnya kembali merasa sesak.
Ia mengacak rambutnya kesal.
Aaargh... fokus Ochako! Deku-kun adalah sahabatmu yang berharga. Perasaanmu ini hanya rasa kagum terhadap seseorang saja. Kagum akan semangat dan kerja kerasnya untuk menjadi pahlawan.
Uraraka menepuk keras pipinya. Mencoba mengembalikan fokusnya.
Ingat kembali tujuanmu Ochako! Kau masuk ke UA untuk menjadi pahlawan. Menjadi seorang pahlawan yang dapat diandalkan dan membanggakan orang tuamu. Tidak ada waktu untuk memikirkan percintaan!
Uraraka menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan. Matanya, mulai memancarkan kembali api semangat yang sempat redup.
Aku tidak bisa seperti ini terus! Aku harus menjadi lebih kuat agar tidak tertinggal dari yang lain!
Banyak teman-temannya yang telah bertambah kuat. Sedangakan dirinya, ia merasa masih belum berkembang sejak festival olahraga lalu. Tidak banyak yang bisa ia lakukan ketika camp musim panas lalu. Ia membiarkan Toga menyerangnya dan melukai Tsuyu. Ketika ujian lisensi pahlawan pun, ia hanya mengandalkan kerjasama dan bantuan dari teman-temannya saja. Bahkan ketika misi penyelamatan Eri, ia tidak banyak membantu dan membiarkan Nighteye meninggal.
Karena itulah, ia melangkahkan kakinya menuju gym dengan mantap dan penuh tekad. Ia akan melatih kembali hal-hal yang telah dipelajarinya dari GunHead. Ia harus menjadi lebih kuat.
.
.
Sore itu, gym terlihat kosong, hanya ada robot-robot yang digunakan untuk sparring. Uraraka meletakkan botol minumnya di pinggir gym dan mulai pemanasan. Ia kemudian mengatur beberapa robot ke tengah gym untuk menjadi lawan sparring nya kali ini. Selesai mengatur robot-robot tersebut, ia memasang kuda-kudanya. Bersiap menghadapi mereka.
Sesaat kemudian, robot-robot tersebut mulai bergerak dan menerjang ke arahnya. Ia memusatkan kekuatan pada satu kaki, mencoba menghilang dari garis pandang robot tersebut. Ia menangkap pergelangan tangan robot tersebut. Memutar tubuhnya ke belakang robot tersebut dan meraih pangkal lehernya. Mendorongnya sekuat tenaga dan menjatuhkannya. Begitu menjatuhkannya, ia segera mengaktifkan quirknya pada robot tersebut dan menggunakannya untuk menghantam beberapa robot lain.
Uraraka berhasil menjatuhkan robot ke sebelas ketika pintu gym menjeblak terbuka. Bakugo berdiri di ambang pintu. Ia mengedarkan pandangnya ke arah Uraraka dan robot-robot yang tergeletak di lantai sebelum kembali berjalan ke sisi gym lainnya.
"Oh! Bakugo-kun, mau berlatih juga?" sapa Uraraka
"Berisik Uraraka!" jawabnya singkat dan memulai pemanasan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Love That Bind Us [END]
Fiksi Penggemar"Nothing frail about her."//"You were so cool when we fought."//Itulah awal mula perjalanan mereka. Perjalanan Bakugo katsuki dan Uraraka Ochako menemukan satu sama lain, melengkapi satu sama lain dan menjadi kuat bersama.
![The Love That Bind Us [END]](https://img.wattpad.com/cover/168132425-64-k836600.jpg)