Terlambat

68 12 1
                                        

Yeeyy kemaahh... Aku suka kemah. Kembali kudapatkan waktuku untuk refreshing. Betapa bahagianya aku bertemu dengannya, acara kemah. Yah maklum saja, karena yang kutemui setiap hari kegiatanku di sekolah dan di rumah yang membuatku merasa jenuh.

Oh ya... Namaku Elo, aku seorang pelajar yang bisa dibilang buruk dalam hubungan sosial. Di pagi yang cerah ini, tak kurasakan kesepian sama sekali. Teman-temanku menciptakan suasana gaduh yang diwarnai dengan canda dan tawa.

Ya, mereka semua mengisi perjalanan dengan kegaduhan itu. Sedangkan aku, aku hanya merasakan getaran dan goyangan bus pada tubuhku, terutama pada bagian perutku yang sedang lapar. Aku mulai bosan dengan suasana kegaduhan yang aku tidak menyertainya.

Daripada aku bosan menikmati goyangan bus, maka kuputuskan untuk ikut mencampuri suasana gaduh yang diciptakan oleh teman-temanku.

Baru saja aku hendak mengucapkan satu kata untuk mengawali percakapanku bersama mereka, tiba-tiba air hujan berlomba-lomba untuk mencapai daratan. Aku yang saat itu duduk di dekat pintu bus yang terbuka, ikut kecipratan meriahnya perlombaan air hujan dari langit.

"Hai, umm anu." Seorang perempuan menyapaku dengan ragu. Yang kutahu, dia orang yang supel, mudah bergaul dengan banyak orang.
Namun, saat berbicara denganku. Dia menyikapiku berbeda dengan yang lain.

"Namamu Elo kan?" Tanyanya dengan menundukkan kepalanya. Dia sudah lama ikut ekstrakulikuler KIR yang kuikuti. Namun baru kali ini kami berkenalan.

"Iya." Jawabku dengan lagak menyombongkan diri, yaa biar tampil cool aja.

"Umm, boleh kenalan gak? Aku Iva." Ternyata niatnya dia berkenalan denganku. Padahal kami berdua sudah beberapa kali bertemu saat ekstrakulikuler.

"Boleh, aku kan orangnya gak sombong hehe." Aku akhirnya berkenalan dengannya. Aku jabat tangannya, dia sih yang mulai. Bukan maksudku modus lho.

Tanpa kusadari, aku sudah lupa akan niatku untuk ikut menyatu dengan kegaduhan yang diciptakan oleh teman-temanku yang lain.

Aku sudah terlarut akan pembicaraan dengan perempuan yang baru saja berkenalan denganku.

Sesekali aku bertemu pandang dengannya. Yah senang sih, dipandang perempuan yang wajahnya cantik dengan matanya yang lebar dan bulu matanya yang lentik.

Tak terasa, ternyata aku dan rombongan kemah SSC lainnya sudah sampai di tujuan kami, Pantai Sadranan. Sesampainya disana, kami menyegarakan sholat Dzuhur yang sudah hampir habis waktunya.

Setelah sholat, kami serombongan langsung menentukan tempat berkemah dan yang laki-laki mendirikan tenda disana.

Saat aku dan teman-temanku mendirikan tenda, tiba-tiba Iva menghampiriku.

"Ada yang perlu aku bantu?" Dia menawarkan bantuan kepadaku, mungkin karena dia melihat aku kesulitan saat membentuk rangka tenda.

"Nih, pegangin yang kuat yaa.." Aku menyodorkan salah satu ujung rangka tenda dengan tanganku.

"Begini?" Yang dipegang malah tanganku, dengan polosnya dia bertanya seperti itu.

Teman-temanku melihat adegan tersebut. Kami semua tertawa bersama karena kepolosan perempuan berambut eh, gak tahu sih. Dia pake kerudung.

Rangka tenda sudah terpasang dan tertutup kerudung tenda. Selanjutnya tinggal menancapkan pasak. Aku menyuruh Iva untuk membantuku.

"Aaahhh.." teriak perempuan yang membuat para laki-laki terpancing untuk melihat kondisinya.

"Ada banyak semuutt.. Hii." Iva merasa jijik dengan semut yang ada di dekatnya. Kukira dia kenapa-kenapa.

"Itu semut air lho." Temanku Bagas memberitahu sesuatu yang membuat aku dan teman-temanku berpikir.

LateHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora