~Retakan~

54 23 0
                                        

Pagi hari yang sangat cerah ,sayup sayup motor siswa terdengar nyaring cuitan burung di pagi hari kabut yang mulai memudar matahari dengan sinarnya yang hangat kabut mulai memudar embun yang mulai hilang dan cuaca yang mulai cerah.
Berjalan lah seorang anak dengan sangat riang berjalan dengan riang semabari menyapa teman-teman nya,dan berjalan menuju kelas nya kelas yang terletak tidak jauh dari gerbang sekolah.anak tersebut bernama ayu ia gadis yang sangat periang dengan wajahnya yang sangat elok ia sering kali menjadi primadona di sekolahnya dan ia selalu membawa cermin.
Memang terdengar aneh dengan selalu membawa cermin ke mana pun alasan utama nya karna ia sangat menyayangi cerminnya tersebut karna cermin pemberian nenek nya yang sudah wafat dan cermin tersebut sudah sangat langka untuk dicari dan alasan selanjutnya adalah cermin tersebut membuat ayu menjadi lebih percaya diri karna sebenarnya ayu tipe orang yang sangat tidak percaya diri di depan orang-orang,ia selalu merasa dirinya aneh depan orang-orang,maka dari itu ia selalu membawa cermin tersebut karna bila ia bercermin menggunakan cermin pemberian nenek nya tersebut ia akan percaya diri dan selalu merasa dekat dengan nenek nya yang sudah wafat.Dia sangat sayang sekali dengan neneknya,dengan pemberian cermin tersebut ia sangat menjaga cermin tersebut,dan ia akan sangat marah bila cermin tersebut rusak marah dengan orang yang memecahkannya bahkan ia akan marah ke dirinya sendiri.Namun ayu menjadi berubah,bersikap tidak seperti yang dulu.

"Kringgg...kringgg..."tak terasa bel masuk kelas pun berdering.ayu pun mulai memepercepat langkah nya untuk menuju kelas,sesampainya dikelas ia langsung menghampiri Adit teman sebangkunya dari awal masuk sma ia selalu bersama,mereka sangat dekat saling mengenal satu sama lain.Adit pun tahu kalau ayu selalu membawa kaca kesayangannya,Adit   sering kali memberitahu kalau ayu jangan ketergantungan dengan kaca tersebut adit tahu ia sayang karna itu diberi oleh neneknya namun Adit memeberi saran sebaiknya untuk di taruh saja di rumah,Adit khawatir bila kaca tersebut rusak dan ia menjadi depresi saking ketergantungannya ia dengan kaca tersebut.Adit tidak suka dengan sikap ayu yang berubah dan selalu meng agung-agung kan cermin tersebut karna ayu selalu menganggap bahwa dirinya percaya diri hanya karna cermin tersebut ,ia berparas cantik karena cermin tersebut.padahal semua itu bukan karna cermin padahal cermin tersebut biasa saja hanya karena nenek nya saja yang memberinya dan selalu mengasih nasihat.Adit ingin membuktikan bahwa sebenarnya cermin tersebut hanya sebatas cermin tidak lebih.Adit pun sering kali kesal kepada ayu karna setiap adit sedang mengajak ngobrol ayu,ayu jarang memperhatikan fokus nya seolah-olah dibagi menjadi dua,adit pun bingung mengapa ayu seperti itu.

"Kringgg....kringggg..."bel istirahat berdering.
Ayu :"Adit,kantin yu".sambil menunggu adit ia mengeluarkan kaca dari tas nya.

Adit :"Hayu.pake ngaca dulu lagi"dengan nada jengkel ia pun menuju pintu keluar

Ayu :"Ih tunggu adit,kan ngaca dulu bentar".seraya mengejar adit

Adit :"Kamu tuh ya ayu timbang ke kantin doang mesti ngaca dulu,ampe tuh kaca nempel banget ama kamu".Adit berkata sembari melirik ayu yang kesal karna mereka selalu berantem hanya karna cermin

Ayu :"Ya mau gimana lagi ini cara aku satu-satunya yang bikin aku happy dan aku lebih percaya diri adit..."ucap ayu sembari menatap adit seolah-olah matanya berkata seperti,maklumin dong.

Adit :"Kamu seharusnya sadar bahwa cermin itu,hanya sebagas cermin ayu.gak lebih hanya mindset kamu aja yang perlu di ubah kalau emang karna itu dari nenek kamu lebih baik disimpan saja,ga usah dibawa-bawa,kamu sadar ga sih bahwa semenjak kamu suka membawa-bawa cermin kamu lebih sering nyuekin aku,aku ajak ngobrol kamu kamu pasti respon nya lama,ah ya sudahlah lupakan saja.Ayo jajan jangan dibahas lagi nanti malah tambah panjang debatnya".ucap adit dengan nada yang tidak dimengerti oleh ayu.

~~
Ayu termenung dengan ucapan Adit tersebut.ia berpikir mengapa adit bersikap aneh padahal sebelumnya adit bersikap biasa saja,tidak berkomentar apa pun tentang cermin dan adit tidak pernah berkata dengan tatapan tersebut.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 23, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Retakan Stories to obsess over. Discover now