Hari ini aku mengawali hari dengan malas. Seperti biasa aku selalu bangun pagi, hari ini adalah tahun ajaran baru. Sekarang aku baru masuk jenjang SMP. Aku masuk ke SMP terfavorit di kota ku ini...
Oh iya sebelumnya kenalan dulu nih. Perkenalkan nama ku Ari Batara Rudolf. Nama belakang ku itu diambil dari nama ayahku. Ayah ku adalah seorang pengusaha tambang batubara. Ayahku mempunyai banyak pertambangan batubara, terutama yang paling terbesar terletak di Laut Cina Selatan.
"Tara.. Tara.. Tara.. Tara.. Ayo bangun kamu harus sekolah nak" ucap ibuku sambil membangun kan aku.
Aku langsung bangun lalu mandi dan sarapan bersama keluarga ku. Di meja makan aku berbincang-bincang dengan ayahku.
"Tara kamu harus semangat sekolahnya ya nak" ucap ayahku.
"Iya pah aku semangat kok" aku membalas dengan tatapan kosong.
"Tar jangan sering-sering melamun ya tidak baik" ibuku berkata.
"Tar.. Tar.. Tara ibu sedang berbicara dengan mu nak" ujar ibuku dengan khawatir.
Akhirnya aku tersadar.....
"Oh, iya bu". Ucap ku
Setelah sarapan aku berangkat sekolah dengan supir ku mang Yadi.
Mang Yadi sudah bekerja sejak aku masih kecil. Dia sudah dianggap bagian keluarga oleh ayah.
''''''
Setibanya di sekolah aku langsung turun dari mobil. Aku kebingungan dan secara tidak sengaja bertemu satpam.
"Dek kamu murid baru ya, mari saya antar ke aula. Disana sudah banyak murid yang menunggu". Ujar satpam itu
"Iya pak". Ucap ku dengan lugu.
Aku langsung dibawa ke aula sekolah ini dan disana memang sudah banyak orang. Tidak lama kemudian acara pembukaan dimulai.
"Selamat pagi,,,,, wah mana nih semangat nya,,, selamat pagi semuanya". Ucap MC itu.
Dengan serentak semuanya menjawab "Pagiiiii".
"Baiklah mari kita awali hari ini berdoa, berdoa menurut agamanya masing-masing dipersilakan........ Amin". Ucap MC itu.
Aku disuguhi dengan persembahan-persembahan yang menurut ku menakjubkan. Ya, memang sekolah ku ini sudah tidak diragukan Dengan berlabel Sekolah Internasional dan juga favorit.
Acara penerimaan murid baru di sekolah ini pun selesai dan sekarang mulai pembagian kelas. Semua sudah mendapatkan kelas masing-masing termasuk aku, aku masuk ke kelas VII A I. Aku masuk ke dalam kelas yang bisa dibilang favorit dan anak-anaknya pun pintar-pintar.
Saat aku masuk ke dalam kelas, aku kebingungan akan duduk di mana..............
Dan akhirnya aku memutuskan untuk duduk di barisan kedua meja ke tiga tepatnya aku sekarang berada di tengah-tengah kelas.
Tiba-tiba seseorang wanita datang menghampiri dan mendekati aku.
"Boleh kan aku duduk dengan mu? ". Ucap wanita itu.
Aku tidak menjawabnya, aku hanya mengangguk kan kepala ku tanda dia boleh duduk dengan ku. Aku malas bicara karena kenal saja tidak.
Mungkin orang-orang menggangap ku sombong dan anti sosial. Bagaimana ya menjelaskannya.....
Aku ini tidak tahu bagaimana caranya berteman. Ketika aku akan mencoba berkenalan atau basa-basi aku takut di bilang SKSD(sok kenal sok deket), aku terlalu takut memikirkan yang tidak-tidak.
Pukul 09.30 aku memutuskan untuk membaca novel yang baru dibelikan oleh ayah ku dari Italia, novel yang dibelikan oleh ayahku adalah karangan sastrawan dunia yang terkenal itu dan bahasanya pun Inggris. Ya aku ini fasih dan bisa berbahasa inggris satu hal lagi di sekolah ku ini diwajibkan berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
Sebelum aku membaca novel aku melihat teman-teman ku sedang berkenalan dan bercengkrama ria. Ingin sekali aku ikut bergabung, namun apa daya aku tidak berani memulainya.
Saat aku sedang asik membaca novel tiba-tiba guru datang, langsung saja ku masukan kedalam laci meja ku.
"Selamat datang anak-anak di SMP BRIAN UNIVERSITY". Ucap guru ku.
"Good morning, Miss". Serentak semuanya menjawab.
"Well, sekarang saatnya berkenalan. baiklah mulai dari yang paling pojok duduknya, silakan maju". Ucap guru ku.
"Hello friend my name is George Dion Arya". Ucap salah satu teman ku.
Setelah beberapa murid memperkenalkan dirinya, akhirnya sekarang bagian ku.
"Goede Morgen Iedereen". Ucap ku.
Pada awalnya teman ku bingung dan tidak lama ada yang menjawab
"Goede Morgen! ". Ucap beberapa teman ku.
Ya aku memakai bahasa Belanda, aku kira teman-teman ku akan paham semuanya. Hehehe dasar sombong ya aku ini Wkwkwkwk.......
"You can speak Dutch? ". Ucap guru ku.
"Yes i can". Jawab ku.
"Good job boy". Sambil senyum memuji ku.
"Thank you Miss". Ucap ku dengan ramah.
Setelah aku berkenalan, sekarang bagian teman ku memperkenalkan diri.
"Bonjour Amis d'amis". Ucap teman yang duduk bersama ku.
"Bonjour". Serentak menjawab. Ya teman ku berbicara dengan bahasa Francis.
Setelah semunya berkenalan. Kelas ku diarahkan melihat-lihat bangunan sekolah ini yang berlantai 5 dengan luas 3 Hektar. Aku dan teman-teman ku melihat-lihat ruangan-ruangan, lab-lab dan aula tadi, dan pada kali ini adalah tempat favorit ku yaitu perpustakaan.
Di perpustakaan aku melihat buku-buku yang sangat banyak. Guru ku memberi waktu 30 menit untuk melihat-lihat perpustakaan ini.
Ketika aku melihat-lihat buku di tempat khusus sastra tak sadar aku di hampiri oleh seorang lelaki dan perempuan.
"Wah suka sastra ya? ". Ucap pria sebelah ku.
"Iya". Jawab ku.
"Oh iya kamu udah baca novel yang judulnya Magic Fish belum? ". Ucap wanita yang ada disamping ku.
"Oh yang itu aku lagi baca". Jawab ku.
Setelah beberapa lama aku berbincang-bincang dengan kedua orang itu. Saat berbicara dengan kedua orang itu aku merasa sangat dekat tapi sebelumnya aku belum pernah bertemu.
Setelah beberapa bulan ku bersekolah di SMP BRIAN UNIVERSITY aku lebih dekat dengan kaka kelas aku namun aku tidak terlalu dekat dengan teman sekelas ku. Teman-teman ku hanya berteman dengan ku disaat ada butuhnya saja, ketika aku kesusahan mereka malah menertawakan ku dan membully ku.
Aku sering curhat dan menuangkan kesedihan ku kepada kaka kelas ku. Karena kepada siapa lagi aku bercerita! Aku tidak suka dengan teman-teman sekelas ku!!!!!!
Saat aku membaca novel aku sering diganggu oleh teman-teman ku. Bagaimana aku harus pergi dari semua ini? Aku bingung!.
Akhirnya aku memutuskan, ketika jam pelajaran kosong atau sedang istirahat aku harus pergi dari kelas untuk menghindari teman-temanku.
Disaat aku terpuruk kaka kelas ku selalu ada. Dia berdua selalu mendengarkan dan memberi nasihat yang menurut ku bisa menenangkan hati dan pikiran ku.
Aku sangat beruntung karena dipertemukan dengan kedua kaka kelas ku itu. Mungkin kalau aku tidak dipertemukan dengan kaka kelas ku itu aku bisa stress saat ini.
Aku sangat bahagia bisa mempunyai kaka kelas yang bisa dijadikan teman. Mungkin pada dasarnya kaka kelas itu galak dll. Yang membuat adik kelas tidak suka.
Karena novel lah yang mempertemukan ku dengan kedua orang yang sekarang ku anggap sebagai sahabat sejati.
Sungguh berbahagialah diri ku ini, aku tidak memperdulikan teman-teman sekelas ku.
"............."
KAMU SEDANG MEMBACA
Relung Hati
Cerita PendekBerawal dari kesendirian seseorang yang tidak punya sahabat, tanpa ia sadari ia menemukan sahabat yang sebenarnya memang ada untuk dia. Bukan seperti pertemanan "Habis Manis Sepah Di buang "
