PROLOG

64 1 0
                                        


Lagi-lagi Nadine harus beradaptasi dengan lingkungan baru setelah berkali-kali pindah sekolah karna pekerjaan orang tua nya yang tidak menetap. Dan yang lebih parahnya lagi kali ini ia harus di titip selama beberapa bulan dirumah sepupu bebuyutan nya sejak kecil. Tapi ternyata itu tidak seburuk bertemu dengan Arkan Alrezdikara. Iblis yang akan membuatnya tidak pernah merasakan surga.

"Selamat datang di neraka, Nadine Adena"

**

 "Berapa kali mama harus bilang sama kamu kalau sebenarnya Skala itu baik. Kamu nya aja yang baperan, di gangguin sedikit nangis-nangis." Mira, ibu Nadine tetap saja mengemasi barang-barang putrinya walupun di atas tempat tidur Nadine sudah berguling-guling sambil merengek mengatakan bahwa ia tidak mau tinggal serumah dengan Skala, sepupu dari ibunya.


"Bunda gatau aja, Skala itu gimana ! Dia pernah buatin Nadine roti pakai selai odol !" Seketika mira tertawa mendengar perkataan Nadine.

"IHH! BUNDA!!"

"Pokoknya Nadine gamau! Nadine dirumah sendiri aja gapapa, dari pada harus saama Kutil Dinosaurus yang super jelek itu." Mira menutup koper Nadine dengan senyum lebar.

"Baju dan semua keperluan kamu selama dijakarta udah Bunda siapin. Kalau ada yang kurang kamu tinggal bilang ke Skala."

"NO!!"

Mira melangkah keluar dari kamar Nadine, kemudian menutup pintu di barengi teriakan Nadine


"BUNDA JAHAT!"

 **

"Selama tante dan om faris ke Kalimantan, kamu jagain Nadine ya" Kali ini mira sudah berhadapan dengan keponakan semata wayang nya.

Skala Adityaputra adalah Cucu Laki-laki satu-satunya dari keluarga ini. Jelas saja ia selalu menjadi kebanggan, dan membuat Skala dengan sesuka hati menindas Nadine.

"Iya tenang tante, Nadine aman kok sama Skala"

Nadine mendengus kesal. Mendengar perkataan sok manis Skala pada ibunya.

"Ma, Nadine mau ikut mama aja, Gak mau disini sama setan." Rengek Nadine menggoncang-goncang tubuh Mira.

Tiba-tiba skala menarik lengan nya. Memposisikan tubuh Nadine sehingga berdiri tepat disamping nya.

"di sini aja sama abang ya." Skala mengedipkan mata, membuat Nadine bergidik ngeri. Nadine sudah akan menyiapkan kantong, untuk memuntahkan semua isi perutnya.

"Yaudah mama tinggal ya,Nadine jangan nakal! Jangan nyusahin Skala"

"Kebalik! Harus nya skala yang nyusahin Nadine. AAAKK!!" Nadine berteriak karna kakinya diinjak oleh Skala. Kemudian dengan cengengesan Skala mengantarkan kepergian tantenya sampai kedepan gerbang rumah.

"Hati-hati ya tante"

"Sok baik lu, najis!" Ujar Nadine masuk kedalam rumah, kemudian disusul oleh Skala yang sudah tidak sabar untuk menganggu sepupunya itu.

"adik sepupuku tersayang, selama sebulan ini lo harus ikutin semua peraturan yang ada dirumah ini. Oke? "

"Apa-apaan kaya gtu. Gaada! Gue tamu ya! Tamu itu Raja!"

"Siapa bilang lo tamu?? Tante mira nitipin lo sama gue, berarti lo dibawah pengawasan gue"

"Gak boleh macam-macam harus nurut apa kata abang."

FOUND YOUWhere stories live. Discover now