Malam itu malam yang sangat sejuk, ditemani sebuah nyanyian dri jangkrik. Lelaki ini sedang bermain laptop, dengan sebuah lagu yang ia nyalakan melalui sebuah handphone miliknya.Tak disangka perempuan yang telah lama digandrungi tiap lelaki di tempat dia beraktivitas, mengirimkan sebuah pesan yang berisi "aku mau jalan bersama mu asalkan letaknya tidak jauh dri rumah". Sontak terkejut lelaki ini, sampai sampai dia tak bisa beranjak dri tempat duduknya. Bergumam dalam hati, ingin teriak tapi tak bisa berkata apa apa. Sungguh lah bahagia lelaki ini, bagaikan orang yang sangat amat beruntung di dunia. Lelaki ini menuju kamar mandi untuk mandi sejenak, yang ada di hatinya adalah perasaan yang menggebu-gebu. Tak bisa ia berhenti bersenyum, padahal dia sedang ada di dalam kamar mandi. Lelaki ini berfikir "apakah ini rencana tuhan yang diberikan kepadaku ? Jika benar, maka akan kujalani dengan sepenuh hati Tak akan kubuat hari itu dia kecewa". Hari dan hari dilalui, Maka tiba lah saat itu datang.
Pagi itu di awali dengan senyuman sumringah dri sesorang yang belum pernah merasakan jatuh cinta. Membuka hari dengan secangkir kopi hangat, dengan cahaya matahari yang terang. Seakan akan matahari ini menunjukan eksistensinya, sebagai penyinar di kala kegelapan yang menakutkan. Lelaki ini kegirangan tiada henti, karena saat ini lah yang ia tunggu sejak lama. Entah apa yang membuat lelaki ini kegirangan tetapi, dari raut mukanya seperti orang kebingungan. "what should I do with her ?" oh aku tahu, karena dia belum pernah berjalan dengan seseorang wanita. Hari itu memang jadwal mereka adalah nonton bersama, tetapi lelaki ini sangat amat canggung karena dia belum pernah jalan bersama seorang wanita. Apalagi dia adalah wanita yang selama ini ia pendam rasanya. Jam telah menunjukan waktu 10.30 dan si perempuan ini mengirim pesan "aku berangkat setelah kamu sampai". Lelaki ini bergegas meninggalkan rumahnya, dan mencari ojek online untuk menuju mall yang dituju.
Sesampainya ia di lokasi mall tersebut, ia mendapati pesan yang berisi "beliin dulu aja tiketnya, nanti aku ganti uangnya" dalam hatinya, untuk apa diganti toh lelaki ini yang mengajak. Sesampainya di mall lelaki ini tidak langsung menuju pusat keramain tersebut, melainkan ia menuju halaman depan mall tersebut dan merogoh tas selempang yang ia bawa. Ternyata yang ia cari adalah sebatang rokok filter dan sebuah korek gas. Ia menyalakan rokok tersebut dengan tujuan menunggu pujaan hatinya datang. Rokok pertama ini telah habis, dan ia merasa sudah cukup untuk menghisapnya. Baru lah ia masuk ke dalam pusat keramaian tersebut. Saat ia masuk ia kebingungan, wajar karena ia pertama kali masuk ke mall itu dan juga mall itu terbilang baru. Ia mencari escalator dan juga mencari letak dri bioskopnya. Sesampainya di bioskop, lelaki ini langsung memesan 2 ticket untuk dia dan teman wanitanya. Sesudah dari ia memesan ticket, perempuan ini berkata "maaf maaf saja jika aku terlambat" padahal tidak apa apa menurutnya toh tidak ada yang memaksa untuk datang tepat waktu. Jam telah menunjukan pukul 12.30 sebentar lgi pintu theater akan dibuka akan tetapi, wanita ini tak kunjung datang. Merasa khawatir lelaki ini menanyakan keberadaannya "engkau dimana ?" tak lama kemudian ia membalas "aku sudah sampai di bioskop, kamu dimana ?" saat ku matikan layar handphone dia ada di lobby utama bioskop tersebut, lalu aku memanggilnya tuk mengajak ia masuk ke dalam theater tersebut. Setelah keluar bioskop, kami berdua berbincang mengenai film yang kita tonton.
Menurutku aku nyaman bersamanya, entah apa yang membuat itu terjadi. "makan yuk, aku lapar nih" kata si lelaki ini, "mau makan dimana, disini makannya tidak terlalu enak dan ku sukai" lalu lelaki ini memlih restaurant yng berada di pusat perbelanjaan tersebut. "kamu ga mau makan ?" lelaki ini berkata. Perempuan ini menjawab "tidak usah aku masih kenyang, pesankan aku sebotol air mineral saja sudah cukup bagiku" lalu lelaki ini memesan makannya dan membelikan sebuah botol mineral titipannya. Sesampainya di meja makan kami berbincang dikit mengenai film tadi karena belum tuntas membahasnya, kami berdua lalu merasa bosan dan bingung mau kemana. "mau ke starbucks ?" Tanya lelaki tersebut, "boleh deh" kata si perempuan ini.
Mereka jalan bersama melewati pedestrian 'like a sound dramatic' karena mereka tidak membawa alat transportasi maka dari itu mereka jalan. 1 hal yang perlu diketahui, lelaki ini belum pernah masuk ke starbucks dan itu merupakan hal aneh baginya. Disitu semua orang menunduk kebawah fokus pada layar handphone atau laptop, dan menurut dia itu adalah aneh. Mungkin karena ia sering ngopi dengan teman temannya tpi di kedai kedai biasa, yang notabenenya disitu tempat kami bercanda riang dan meluapkan kestressan yang telah ia jalani. Kembali ke cerita lelaki ini, ia tidak penasaran seperti apa rasa kopi Starbucks. Walau ia telah ditawari beberapa kali tapi tetap, lelaki ini tak tertarik dengan kopi tersebut. Setelah memesan kopi, perempuan ini mengeluar sebuah buku dengan peralatan tulis. Lelaki ini bingung untuk apa ia mengeluarkan itu, tak lama kemudian ia menjelaskan bahwa tempat ini memang enak untuk dipakai mengerjakan pr atau mengerjakan seseuatu. Lalu si perempuan ini mengerjakan tugasnya sedangkan, si lelaki malah asik bermain game online yang ada di handphonennya. Setelah perempuan ini mengerjakan tugasnya, ia ingin meminta pindah tempat duduk katanya. "oh yasudah kamu cari tempat duduk, aku mau keluar dulu" kata lelaki ini. Setelah wanita ini mendapatkan bangkunya, lelaki ini pergi ke depan untuk membakar seputung rokok yang masih ada sisa di dalam tas selempangnya. Keadaan diluar memang sangat sejuk ditemani rintikan hujan dan suara suara bising kendaraan. Ia duduk diluar sembari menghisap rokoknya dan bermainkan handphone. Tak lama pengunjung yang duduk diujung pergi meninggalkan tempatnya, lalu ia mengisyaratkan lewat luar kaca tetapi perempuan ini tak kunjung melihatnya. Lalu ia mencoba mengirim pesan lewat handphone dengan isi "See the outside" sambil menunjuk ke arah tempat yang kosong. Tak lama ia pun pindah ke tempat tersebut, kami berbincang dari sore hari sampai malam membahas hal hal dri yang penting sampai tidak penting. Tak terasa malam datang terlalu cepat menurutnya dan perempuan ini berkata "aku pulang dulu ya, udah di cariin mamah" lalu kata lelaki ini "oh yaudah, hati hati di jalan". Tak lama perempuan ini pergi si lelaki ini pun pergi dengan menggunakan ojek online. Sepanjang jalan lelaki ini masih tidak percaya apa yang telah ia jalani hari ini, sesampai dirumah ia masih membayangkan yang telah ia lakukan bersamanya.
Paginya lelaki ini bangun dan mengiranya bahwa hal yang ia lakukan kemarin adalah mimpi dan ternyata bukan. Ia melihat jam dan telah menunjukan pukul 07.00, ia bangun lalu masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia mencoba untuk tidur kembali tapi tak bisa, lalu ia berjalan menuju halaman dan memikirkan apa yang akan ia lakukan bersamanya nanti. Ia berharap bisa bermain bersamanya lagi dan bisa dekat lagi seperti waktu dulu, ia kembali menuju kamarnya dan membuka laptop. Setelah membuka laptop lelaki ini menulis sebuah cerita bedasarkan kisah yang ia alami, dan ini lah kisahnya.
"Aku harap suatu saat kamu tahu isi rasaku. Aku tak memaksamu untuk menjadi milikku, tetapi tetaplah bersamaku hanya itu keinginanku terima kasih"
Dr Strange.
10 November 2018
