Kuroko no Basuke's chara © Tadatoshi Fujumaki
***
Terpaan angin menemani suasana makan siang dua sejoli di atap SMP Teiko. Sudah menjadi kebiasaan dua manusia berbeda gender tersebut memakan bekal mereka-atau lebih tepatnya bekal (Y/n)-di sana.
"(Y/n) ...."
Tiba-tiba saja suara sang lelaki mengambang bersama teriknya matahari siang. Membuat gadis yang dipanggil menolehkan kepala ke sumber suara.
"Ya?" tanggap gadis bernama (Y/n) tersebut.
"Aku ... em, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu," ucap lelaki berambut navy tersebut.
"Ya, Aomine-kun?"
"Sebenarnya ...."
(Y/n) memiringkan kepalanya. Rasa ingin tahu menerpa pikiran karena sang lawan bicara tidak lekas menyelesaikan kalimatnya.
"Sebenarnya ...."
(Y/n) masih menahan suaranya agar tidak keluar. Memberi kesempatan Aomine untuk berbicara.
"Sebenarnya, ini baru saja terpikirkan olehku, dan aku sangat malu mengatakannya." Wajah gelap Aomine terlihat sedikit memerah. Pandangan yang tadinya lurus menatap mata (Y/n) kini sedikit turun.
"Kenapa?" tanya (Y/n) sekali lagi.
"Entah kenapa, aku baru sadar kalau kau tidak punya itu."
(Y/n) bingung, memikirkan ulang maksud dari perkataan Aomine, namun gagal.
"Maksudmu?"
"Ah tidak apa-apa," balasnya, masih tetap mengarahkan pandangan ke arah yang sama.
Iseng (Y/n) mengikuti arah mata Aomine dan akhirnya menemukan kenyataan memalukan bahwa ...
"Hei, yang kau maksud, itu?!" teriak (Y/n) dengan muka merah padam. Tempat makan yang sudah kosong telah siap untuk melayang ke arah Aomine. "HENTAI!"
"Ehh, tunggu, aku belum selesai! Aaaa!" Aomine terlambat menyangkal. Tempat makan (Y/n) telah menyapa kepalanya. Dilanjutkan oleh pukulan-pukulan kecil tak beraturan dari sang pelaku pelemparan karena malu.
"Tunggu, tunggu!" oceh Aomine kewalahan. Namun pada akhirnya, kedua tangan (Y/n) berhasil ditangkapnya.
Mendekatkan wajahnya ke wajah (Y/n), Aomine memasang wajah serius sambil berkata, "Namun, itu tidak jadi masalah untukmu menjadi pacarku."
Muka (Y/n) tambah merah, ingin rasanya menutupinya dengan kedua tangan. Namun apa daya, Aomine jauh lebih kuat dibandingkan dirinya.
"Tapi, aku bukan pacarmu," balas (Y/n) akhirnya.
"Memang." Aomine melemahkan cengkeraman tangannya, "Jadi, apakah setelah ini, kamu mau jadi pacarku?" tanyanya kemudian.
(Hayo jawab sendiri)
