Bertamu

8 0 0
                                        

Dering dari layar kaca mengusik telinga dengan mata yang menahan derita kantuk.

Seakan tersendak bola mataku kala satu identitas abstrak menyapa dengan begitu mulia awalnya.

Sampai malam berada pada puncaknya pesan masih tetap bersedia bagai air yang mengalir dari balik mata air di dasar tanah.

Mengetuk ia dengan kerasnya menaburkan segala senyum sapa
Lalu ia sampai pada pada depan pintu hati.
Ia mengetuk dadaku.

AbstrakWhere stories live. Discover now