Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

I Just A Child

501 19 0
                                        


-----------------**************------------------

...Author pov...

" Pokoknya kamu gak boleh gitu lagi! Sekali lagi kamu gitu, Eomma bakalan hukum kamu. " Seorang Ibu tengah memarahi anaknya.

" Iya Eomma. " Jawab anak laki-laki yang baru berusia sebelas tahun tersebut.

" Yaudah, sekarang kamu berangkat sekolah. Eomma mau berangkat ke kantor dulu. Gara-gara kamu nakal, Eomma jadi telat. " Gerutu Ibu tersebut, ia terlihat buru-buru karna sudah telat cukup lama. Kemudian ia meninggalkan anaknya sendirian dimeja makan. Belum jauh Ia pergi....

" Eomma... " Panggil anak laki-laki tersebut.

" Apa lagi? " Jawab Ibunya.

" Suapin sarapannya. " Rengek anak tersebut.

" Yaampun Mark, Eomma lagi buru-buru nih. Kamu kan udah sebelas tahun, makan sendiri dong. Ntar Eomma beliin game baru ya. " Ibunya sedikit kesal dengan kelakuan anaknya tersebut. Kemudian ia melanjutkan langkahnya. Tapi, baru beberapa langkah...

Huge

Anak yang bernama Mark tersebut memeluk kaki ibunya sehingga ibunya tidak bisa menggerakkan kakinya.

" Hiks.. Mark hiks gak mau game hiks hiks, Mark cuma mau hiks main sama Eomma sama Appa. Hiks hiks... " Celetuk Mark sambil menangis sesegukan. Perkataan Mark tersebut cukup membuat ibunya merasa bersalah. Lalu ibunya berlutut dan menghapus air mata Mark dengan jari jempolnya.

" Iya Mark, Eomma ngerti. Tapi, Eomma sama Appa gak bisa main sekarang. Eomma sama Appa kan sibuk kerja, cari uang buat makan Mark sama Jaemin, buat Sekolah kalian, buat masa depan kalian. Nanti kalo Eomma sama Appa libur, kita liburan ya. Mark mau liburan kemana? " Eomma memberi pengertian kepada anaknya tersebut.

" Jeju Island! " Mark penuh semangat.

" Iya. Nanti kita ke Jeju Island ya. Sekarang biarin Eomma kerja dulu. Kamu berangkat sekolah. Jangan nakal ya disekolahnya. " Eomma lembut. Dijawab anggukan Mark. Kemudian Eomma mengecup kening Mark lalu pergi ke mobilnya yang sudah menunggu sedari tadi. Mereka saling melambaikan tangan. Lalu Mark berangkat sekolah diantar supir pribadi keluarga Mark.

...Ditengah jalan...

" Ahjussi! " Panggil Mark kepada supirnya tersebut. Mereka sudah sangat akrab. Keluarga Mark biasa memanggil supir pribadinya tersebut dengan 'Ahjussi' dan nama aslinya adalah Park Yoojin. Beliau sudah bekerja sejak Mark berumur dua setengah tahun.

" Iya ada apa Mark ?" Jawab Ahjussi.

" Si Jaemin gak sekolah? " Tanya Mark sambil memandang keluar jendela.

" Udah berangkat tadi pagi. Kok Mark berangkatnya siang? " Tanya Ahjussi.

" Iya. Hihi. " Mark tertawa kecil mengingat kejadian tadi pagi.

...Flashback on...

Praaaannngggg...

Suara piring pecah.

Ibu Mark berlari kearah dapur. Betapa terkejutnya ia ketika melihat pecahan piring berserakan dilantai. Sedangkan tak ada siapa-siapa disana.
" Ya ampuuunnnn... Inikan piring porselen dari Kanada pemberian mertuaku. Kenapa bisa pecah? " Ibu Mark sedih.
" Ini pasti perbuatan... " Ia curiga.
" Maaaarrrrkkk " teriaknya.

I'M A TROUBLEMAKERHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora