Pada akhirnya aku pahami, mencintaimu lebih sulit dari sekedar mempercayakan hatiku untuk di miliki.
Nyatanya kini, aku sadari semesta bahkan tak pernah memihak kita.
Selama ini apa yang sesungguhnya sedang kita lakukan, bertahan atau justru mengundur waktu untuk berpisah? Drama dan skenario macam apa yang coba kita jalani?
Kau jelas berubah.
Bukan. Tentu bukan perubahan tentang waktumu yang tersita lebih banyak untuk orang lain.
Kamu berubah. Perlahan menjadi orang asing yang tak terkenali.
Ragamu masih teraba, tanganmu masih tergenggam, namun mengapa namaku di hatimu tak lagi bisa terlihat olehku.
Atau mungkinkah, jauh sebelum aku sadar kamu telah melangkah mundur sehingga bahkan untuk mensejajarkan langkah kita lagi. Aku merasa tertatih.
Untuk setiap waktu yang terlewatkan,
Untuk setiap moment yang kita habiskan,
Untuk setiap rasa yang kita bagi bersama,
Tak pernahkah perpisahan terasa menakutkan untukmu?
Aku pikir kita telah terbiasa. Setiap pertengkaran juga perdebatan yang kita alami.
Aku pikir kita telah terbiasa.
Nyatanya, untuk kesekian kalinya. Kamu mematahkan kepercayaanku pada akhir bahagia yang aku impikan.
Aku terlalu angkuh, karena sekali lagi aku pikir semua yang terjadi telah membuat kita terbiasa.
Sehingga aku lupa, bahwa kita tak sekuat itu, kita tak berdiri sekokoh itu.
Kau masih berada di sisi yang tak mampu aku lewati. Dan aku masih setia pada harapanku tentangmu.
Tak apa, sekali lagi tak apa.
Sejak awal,
Seharusnya aku memahami. Bahwa mencintai berarti siap terluka.
Siap untuk semua kemungkinan terburuk yang terjadi, termasuk perihal kehilangan.
Atau juga,
Perihal merelakanmu bahagia dengan sosok lain.
Untukmu, yang kini semakin jauh. Yang meski aku selalu semogakan akan menjadi akhir dalam setiap doaku.
Namun hari ini, di detik yang sama pergi dan melepaskanku.
Aku harap kau bahagia.
Sebahagia ketika kita memulai awal ini.
Terakhir, terima kasih.
Untuk setiap hal kecil yang kau lakukan,
Untuk setiap perhatian yang kau berikan,
Untuk setiap waktu yang terlewati dengan harapan yang sama,
Untuk setiap ingatan indah bahwa aku pernah di cintai dengan begitu hebatnya.
Sekali lagi untukmu, yang berani singgah namun tak pernah sungguh. Aku ucapkan terima kasih.
-P
YOU ARE READING
Sepatah Kata
RomanceYang memahami bahwa mencintaimu berarti siap untuk terluka - P.
