Berawal dari dispen
(Ratu Tsara)
Namaku Anindiya , aku biasa dipanggil Anin. Saat ini umurku masih 16 tahun. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara, kakaku sudah kuliah dan ia sibuk membuat skripsi. Sedangkan orangtua ku, semuanya bekerja, jadi jelas saja aku selalu kesepian di rumah. Tapi, untung nya saja aku mempunyai sahabat-sahabat yang selalu ada untukku saat senang maupun sedih.
"ANINN JANGAN GALAU TERUS!!" seorang gadis berambut panjang memekik, berlari ke arah temannya yang sedang berjalan di koridor.
Dia adalah Sasa, sahabtku dari awal masuk SMA ini dan walaupun kami terbilang belum terlalu lama dekat tapi aku sudah merasa sangat cocok dengannya.
"Apasih sa, berisik banget deh " sahutku dengan cuek.
"Ya makannya dong jangan ngelamun mulu jadi orang gaada gunanya juga kan mikirin mantan" gerutu Sasa.
"Sotau banget deh ya siapa juga yang lagi mikirin mantan" sahutku.
"Ya bagus kalo gitu ngapain juga masih dipikirin " ucap sasa sambil berlari menuju ke kelas kami.
"Wajar dong kalo masih dipikirin orang putus nya juga belum lama" batinku.
***
Teng teng teng!!!
Bel pun berbunyi, waktunya masuk jam pelajaran. Seperti biasa aku pun duduk dengan formasi tetap yaitu dengan Sasa dan di depan ada Ziva dan Katya. Sekian lama, guru pun tidak ada yang masuk karena katanya ada rapat.
"EHH GUYS SEKARANG ADA DISPEN KITA HARUS IKUTT LAGI YA!!" tiba-tiba Sasa teriak membuat kaget semuanya.
"iya bener ikut yu temenin aku nonton pacar hahaha" jawab Katya sambil tertawa.
"Dih males banget emang pasti disana juga pacaran bukannya teriak-teriak jadi suporter yang bener" sahutku.
"Eh yang jomblo sirik aja ya emang" teriak semuanya dengan sombong.
"Pokonya kita berempat harus ikut ya sekarang ngapain juga di sekolah belajar mendingan dispen" ucap Ziva.
"Aku ga ikut ya mending juga di sekolah belajar biar pinter ga kaya kalian" ucapku dengan tidak yakin.
"Sejak kapan ya Anin jadi orang yang rajin sekolah?" tanya Sasa dengan memasang muka yang menyebalkan nya.
"Ya udah pokonya aku ga ikut ya lagian kalo ikut juga nanti aku pergi sama siapa? Naik gojek sendiri terus yang lain pada ada temen nebeng? Gamau titik." sahutku dengan kesal. Mereka ga mikir apa aku kan sekarang jomblo jadi gaada yang bisa diminta bareng.
"Yaudah minta aja tuh mantan buat bareng, orang dia juga ikut kan pasti" kata Katya dengan santainya.
"Oh atau minta ka Ethan bareng aja tuh pasti dia mau" ucap Ziva dengan tiba-tiba. Ka Ethan beberapa hari ini memang chat padaku tapi hanya sebatas itu saja. Ethan merupakan teman pacarnya Sasa , kenapa aku tahu? Karena teman-temanku dulu ada yang mengagumi dia dan mau tidak mau aku pun jadi terbiasa selalu melihatnya juga. Di kalangan teman-temannya dia terkenal baik dan bukan cowo macam-macam.
"Udah gila kali ya pokonya big no kalo sama mantan, dan kalo sama ka Ethan sih yakali" kataku dengan sebal.
Akhirnya, aku pun mengikuti kata-kata mereka untuk dispen karena setelah dipikir-pikir di sekolah juga sepi kalau mereka tidak ada.Tapi, yang menjadi masalahnya sekarang adalah aku tidak tahu harus pergi dengan siapa , mana tempat futsal nya jauh banget.
"Sa aku gajadi dispen ya gamau sendiri naik gojek malu kali ah " ucapku tiba tiba.
"Gaboleh pokonya ikut ya awas aja kalo gaikut lagian nanti pasti ada yang kosong ko" jawab Sasa.
Aku pun sudah tidak bisa menolak lagi percuma juga tiga lawan satu mau tidak mau aku pasti ikut. Saat aku sedang berjalan menuju keluar sekolah bersama teman-temanku, tiba tiba ada segerombolan laki-laki yang menghampiri. Aku tau salah satunya adalah teman kelasku yang bernama Faiz dan sisanya adalah kaka kelas, aku tidak begitu kenal mereka sebenernya.
"Ehh kalian ikut yaa dispen pada pergi sama siapa?" kata Faiz sambil mengampiriku.
"Faiz nebeng dong aku gatau mau pergi sama siapa , kalo Sasa jangan tanya lagi pasti dia sama pacarnya lah" ucapku dengan memohon.
"Yah Anin gabisa, aku udah janji mau pergi sama Abi lagian aku juga gabawa motor jadi nebeng dia " jawab Faiz.
"Yah yaudah deh gapapa" ucapku sedih.
"Anin, kamu pergi sama siapa?" ucap seseorang dengan tiba-tiba membuatku semuanya kaget.
"Naik gojek aja" jawabku sambil mendongkak melihat siapa yang berbicara seperti itu. Dan aku kaget sekali, dia yang bicara seperti itu? Apakah aku tidak salah liat?
"Mau sama aku ga perginya?" dia pun bertanya lagi.
"Iya Anin mau ko kak, kasian dia gatau mau pergi sama siapa daripada naik gojek sendiri mendingan sama kakak aja " belum sempat aku menjawab , Sasa sudah mendahuluiku. Dasar ya anak itu kebiasan emang.
"Eh ngga kak gausah sendiri aja gapapa ko" ucapku, dasar Sasa bikin malu aja kerjaanya.
"Iya bener tuh kata Sasa udah sama aku aja ya daripada sendiri" jawab kak Ethan, ya dia adalah Ethan. Orang yang beberapa hari ini menemani aku chat sehingga aku tidak terlalu sepi. Selama aku chat dengan dia sebenarnya aku sudah merasa sedikit nyaman karena dia orang nya memang baik sih.
ESTÁS LEYENDO
Berawal dari Dispen
Novela JuvenilAnindiya, seorang perempuan yang baru saja putus di ajak mengikuti dispen oleh teman-temannya. Ia tidak menyangka menemukan sesuatu yang akan membawanya kedalam awal yang membuatnya bahagia. "Ternyata, kak Ethan tau itu tapi tetap saja dia menghubun...
