We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Secreto

11 0 5
                                        

Nama ku Rindu Ananda Putri.Aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara.Aku terlahir dari keluarga harmonis dan berada.Aku selalu mendapat perhatian lebih dari keluargaku karena aku satu satunya anak perempuan dikeluarga ku.Ya,kedua kakak ku laki laki,mereka selalu menjaga ku dan sangat perhatian padaku.Saat ini aku sedang menduduki bangku Sekolah Menengah Atas,tepatnya sekarang aku kelas 2.Disekolah aku mempunya teman dan lingkungan yang nyaman.Aku mempunyai 3 teman yang selalu menemani hari hari ku saat suka maupun duka.Selain ketiga teman ku,aku juga mempunyai seorang yang sangat menjaga ku dan menyayangi ku setelah keluarga ku,namanya Dito Alviero.Dia adalah kekasih ku.Kami baru menjalani hubungan selama 3 bulan,dan hubungan kami sangat baik.Hingga akhirnya ia kembali membawa banyak masalah dan merebut semua miliku.
***
"Aku suka sama kamu Rindu,aku udah lama cinta sama kamu,aku sayang sama kamu,aku pengen kamu jadi pacar aku" teriak cowok itu ditengah lapangan.Aku yang diperlakukan seperti itu refleks menutup mulutku dengan sebelah tanganku.Aku kaget dan bingung harus melakukan apa karena kini dia berlutut dihadapanku sambil mengangkat sebuah bucket bunga mawar besar yang sangat cantik.
Semua siswa menyoraki dan menyuruhku untuk menerimanya.Aku sedikit berfikir dan hingga akhirnya "iya,aku mau jadi pacar kamu" kataku terdengar sangat pelan.
"apa?aku gak denger,kamu bilang apa tadi?" kata cowok didepan ku ini yang aku yakin dia sengaja membuatku mengulang kataku sekali lagi dengan suara lantang.
"IYA AKU MAU JADI PACAR KAMU" kataku dengan sedikit berteriak,hingga akhirnya terdengar riuh tepuk tangan dari para siswa yang melihat kejadian ini.
"serius kamu mau jadi pacar aku?makasih sayang aku janji bakal jaga kamu,lindungin kamu,memenuhi semua keinginan kamu.i love you" katanya sambil menarik ku dalam pelukannya.
"ish masih disekolah,main peluk peluk aja" kataku sambil berusaha melepaskan pelukannya.
"eh iya hehe sorry,lagian aku seneng banget.Yaudah yuk kita ke kantin" katanya sambil menarikku."ngapain ke kantin?" tanya ku heran."buat perayaan karena sekarang kita udah pacaran,makannya aku mau traktir kamu,yuk buruan aku lapar" katanya sambil terus menarik ku untuk mengikutinya.
Akhirnya disini lah kami,di bangku kantin ditemani semangkuk bakso dan es teh pesanan ku.Aku pun mulai memakannya karena aku pun merasa lapar.Aku masih tidak menyangka,kini statusku sudah berubah,dihadapan ku ada seorang cowok yang kini menjadi kekasihku.
"ngapain ngeliatin terus?terpesona ya sama kegantengan aku,gapapa ko ini sekarang udah jadi pacar kamu,kamu bisa liat sepuasnya,gratis lagi" kata Dito menyadarkan ku dari lamunanku.
"ih apaan sih males,pd banget jadi orang,siapa juga yang liatin ih,bikin muak tau ga"kataku membohongi perasaanku,karena kalau aku jujur orang ini pasti akan besar kepala.
"gausah pura pura gitu deh ah,tau aku juga kok aura ganteng aku tuh bisa menghipnotis semua orang" katanya sambil merapihkan rambutnya menggunakan jarinya.
"ihh males ah,aku jadi pingin pulang,gakuat lama lama deket kamu terus,yuk buruan pulang" kataku sambil bergegas meninggalkannya.
"lah mbak ini pacarnya yang ganteng masa di tinggalin" katanya sedikit berteriak. Aku yang mendengarnya hanya berpura pura tak mendengar dan tak menghiraukannya.
"Buru buru banget sih,mau kemana?"katanya yang tiba tiba ada di sampingku.
"pulang lah,aku cape"kataku sambil terus menatap lurus kedepan."yah ngambek nih ceritanya,maaf kali digodain gitu doang masa ngambek" katanya sambil menyenggol lengan ku."apaan sih gj,siapa juga yang marah" kataku jutek."yaudah yuk buruan ntar keburu gerbangnya ditutup"katanya sambil menggengam tanganku.
Dito mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.Saat diperjalanan kami saling melontarkan candaan hingga sesekali kami tertawa dan tak terasa kini kami sudah sampai didepan rumahku.
"mau mampir dulu ga?" tanyaku sambil melepas helm."nggak deh lain kali aja ya,lagian aku juga lagi banyak tugas,udah sore juga gaenak"katanya sambil menerima helm yang baru aku kembalikan."yaudah kalo gitu langsung pulang ya,hati hati dijalan jangan ngebut,langsung kerumah jangan kemana mana dulu,kalo udah sampe kabarin aku" kataku panjang lebar. "iya siap ibu negara,aku langsung pulang ko,iya pasti ntar aku kabarin,yaudah aku pulang ya,dadahhh" katanya sambil melambaikan tangan dan pergi meninggalkan pekarangan rumahku.
"assalamu'alaikum bun Rindu pulang" kataku sedikit berteriak karena tidak menemukan siapapun dirumah.
"aduh berisik banget sih,kebiasaan deh pulang teriak teriak,bisa nggak sih sekali aja kamu pulang gausah rusuh,sakit telinga kaka denger suara cempreng kamu"teriak ka Reyhan dari ruang keluarga.Aku pun langsung ke ruang keluarga untuk menyalami kakak ku.
"eh kaka hehe,udah kebiasaan susah ilangnya,kalo aku pulang ga teriak tuh rasanya kurang lengkap gitu,btw bunda sama ayah kemana ka?" kataku sambil mengedarkan pandanganku.
"ayah sama bunda lagi kerumah Om Aryo,biasa lah masalah bisnis" katanya sambil terus menatap layar ponselnya.
"oh yaudah kalo gitu aku ke kamar dulu ya mau mandi bye" kataku sambil beranjak menuju kamarku dilantai 2.
Aku melempar tas ku asal dan langsung merebahkan badanku diatas kasur kesayanganku.Hanya berniat merenggangkan tubuhku yang terasa cape,namun akhirnya aku terlelap dengan masih menggunakan seragam sekolah.
Aku membuka mataku perlahan.Aku mengusap mataku yang masih terasa buram.Ku lihat aku masih menggunakan seragam,aku kaget dan panik karena aku merasa hari sudah berganti.Aku langsung mencari ponselku didalam tas dan melihat jam,ternyata masih pukul setengah delapan malam,dan masih di hari yang sama,aku pun menarik nafas lega.Saat aku mengaktifkan data seluler ku lihat begitu banyak pesan masuk dan panggilan tak terjawab,saat kulihat ternyata itu dari Dito.Aku membuka aplikasi chat dan membalas semua pesannya,lalu aku bergegas mandi.
Setelah mandi aku memutuskan turun untuk makan malam bersama."kamu dari tadi dipanggilin ga nyaut nyaut,kemana aja sih?" tanya bunda sambil menyiapkan makan malam kami."hehe maaf bun tadi aku ketiduran,terus sekarang lapar banget" kataku sambil cengengesan. "hmm kamu ini ya dasar kebiasaan,yaudah nih cepet abisin makannya terus kamu belajar" kata bunda ku sambil menyodorkan piring untukku. "iya siap kapten".
Setelah makan malam akupun langsung menuju kamar untuk mengerjakan pr dan belajar,namun rasanya aku tidak bisa fokus karena suara pesan masuk dihp ku.Saat kulihat ternyata itu pesan dari Dito.
aku kangen.
Dih nih anak ngilang mulu.
Woy ini pacarnya dianggurin.
Yaelah tadi ketiduran terus sekarang apalagi?
Dan masih banyak lagi pesan singkat yang Dito kirim untukku.Lantas aku pun langsung membalasnya dan akhirnya kami terus chattingan hingga lupa niat utama ku adalah belajar,namun kami malah chattingan hingga aku ketiduran.
***
Terdengar suara motor yang sangat familiar ditelingaku.Ya,aku yakin itu Dito.Aku pun langsung mengakhiri kegiatan sarapanku dan bergegas untuk berangat sekolah.
"ayah bunda aku berangkat dulu ya,gausah dianter aku sama temen kok,temen aku udah didepan,yaudah aku pamit assalamu'alaikum" kataku menyalami kedua orang tuaku dengan sopan dan langsung bergegas karena kalau Dito menunggu terlalu lama bisa dipastikan ia akan marah.
"hai pacar,pagi pagi udah liat cecan aja duh jadi semangat gini kesekolah" katanya sambil memberi helm dan mengacak puncak kepalaku.
"ih apaan sih lebay,jijik tau ga,udah buruan yuk berangkat ntar kesiangan" kataku langsung naik keatas motornya dan mengenakan helm.
"yaudah pegangan dong,mau ngebut nih"
"dih apaan sih modus,ga ga ga aku gamau"
"lah tadi katanya nyuruh buruan takut kesiangan,kalo aku ngejalanin motornya lambat kita pasti kesiangan"
"iya iya udah ah bawel,cepetan berangkat ntar kesiangan ah,nih udah aku peluk nih puas?" kataku sambil memeluknya.
"siap tuan putri,kita berangkat"
Selama diperjalanan seperti biasa kami mengobrol dan bercanda,hingga tak terasa kami sudah sampai disekolah.
"nih" kataku sambil menyerahkan helm dan berlalu meninggalkannya.
"eeh eh.. ini pacarnya masa ditinggal tega amat" katanya sambil berlari mngejarku.Aku hanya senyum dan tak membalasnya.
"ngapain senyum senyum hah?ntar cowok lain suka lagi,kamu gaboleh senyum kalo lagi ga sama aku,inget!" katanya mengingatkan ku.Aku malah dengan sengaja semakin melebarkan senyuman ku dan kulihat tampaknya Dito mulai bt.Aku yang melihatnya hanya bisa mengulum senyum karena gemas melihat tingkah lakunya.
"iya sayang,gaakan lagi deh aku senyum senyum gitu,masa gitu aja bt sih ah,senyum dong"kataku sambil menarik ujung bibirnya hingga terlihat wajahnya yang sangat jelek.Aku menertawainya dengan sangat puas.
"iya ketawa aja terus ketawa sepuasnya,lagi bt juga malah diketawain" katanya dengan masang wajah cemberut.
"uuuu tayang jangan marah lagi dong,maaf deh maaf,masuk kelas sana gausah anter aku,aku bisa sendiri ko,dadahh sampe ketemu nanti yaa"kata ku sambil melambaikan tangan padanya dan masuk kedalam kelas.
Dikelas ternyata sudah ada ketiga temanku,ada Reyna,Erina dan Amira.Mereka tampak sibuk dengan kegiatannya masing masing hingga tak sadar kalau aku datang.Tiba tiba sifat jahil ku muncul,aku pun mengageti mereka dan berhasil membuat mereka kesal padaku,Erina yang sedang tertidur langsung menatapku kesal dan memukulku dengan kipas ditangannya.
"yaela galak banget dah,lagian kalian pagi pagi gini udah sibuk masing masing aja,lo lagi masih pagi malah tidur,haduh dasar suram" kataku membela diri.
"ah berisik lo,gue gadang semalem namatin drakor makannya sekarang ngatuk banget dah,gue mau lanjut lagi,jangan ganggu lo awas aja!" katanya memperingatiku.
Aku hanya menggelengkan kepala dan duduk dibangku ku.Bel tanda masuk pun berbunyi,kegiatan belajar pun dimulai,pelajaran pertamaku hari ini adalah sejarah,pelajaran yang sangat aku benci dan tak aku mengerti,aku hanya fokus dengan ponselku dan tak memperhatikan guru yang menerangkan didepan,saat melihat disamping dan belakang bangku ku,teman temanku sudah terlelap tidur,namun aku tidak bisa tidur,maka dari itu aku lebih memilih memainkan ponselku.
Bel tanda istirahat pun berbunyi,tiba tiba Dito masuk ke kelas ku dan mengajakku ke kantin bersama.
"udah gamarah sekarang?"goda ku.
'nggak,mana bisa aku marah sama kamu"katanya sambil mencubit pipiku.
"hmm bucin ya sekarang duh"kata Reyna menyindirku.
"hilih nyinyir mulu lo,cari pacar makannya" kataku sambil berlalu.
"sayang ntar pulang sekolah temenin aku cari bahan buat bazzar hari kamis ya"
"bazzar apaan?" tanyaku.
"ini loh tugas,pokonya ntar kamu anter aku ya" pintanya.
Aku hanya menganggukan kepalaku tanda aku menyetujuinya.Kami pun makan bersama dan menuju ke kelas masing masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
***
"sayang pilihin,ini bagusan mana?yang biru atau yang hijau?"
"kalau kata aku sih yang biru aja deh,lucu warnanya cerah,itu ijonya ijo lumut jelek"
"okey aku ambil yang biru,terus apalagi ya,ini udah ini udah"katanya sambil mengecek barang barang yang dibelinya.
"oiya satu lagi yang kurang,manik manik" katanya.
"buat apa?"tanyaku.
"hiasan biar bagus,harus estetik dong"katanya.Setelah semua barang sudah lengkap kami menuju kasir untuk membayarnya.
"masih jam 5 mau langsung pulang atau gimana?"tanyanya.
"terserah lah,ngikut aja" kataku.
"yaudah kalo gitu kita makan dulu ya,kamu juga pasti lapar kan" katanya.
Kami pun menghampiri salah satu cafe dan makan disana.Setelah makan Dito malah mengajakku menonton film terbaru dibioskop.
"sayang kita nonton dulu ya,ada film baru yang rame nih,yayaya mau yaaa pliss" katanya sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
"yaudah ayok,aku lagi baik nih makannya nurut nurut aja,jarang loh seorang Rindu Ananda Putri nurut sama orang" kataku.
"hehe gitu dong,sebagai pacar yang baik kamu harus nurut"katanya terlihat sangat senang.Dia pun menarikku dengan sangat antusias seperti seorang anak yang akan dibelikan mainan oleh ibunya.
"kita nonton film horror aja ya,biar menantang gitu,dari pada drama ngebosenin" katanya sambil menunjuk salah satu judul film.
"yaudah iyaa pokonya terserah kamu,aku nurut aja" kataku.
"mau yang jam berapa?" tanya nya.
"yang 6.15 aja tuh" kataku.
"yaudah okey,kamu tunggu disini aja ya,biar aku yang pesen" katanya lalu pergi meninggalkanku.
Ku perhatikan terus dia dari jauh,tampaknya ia kesal karena antriannya panjang.Antrian pun berkurang hingga akhirnya kini Dito sedang memilih tempat duduk.Saat dia mau menghampiriku,tak sengaja ada seorang wanita menabraknya dari lawan arah.Ku lihat Dito membantu wanita itu merapihkan barang belanjaannya yang berjatuhan.Saat wanita itu bilang terima kasih dan menatap Dito,seketika raut wajanya berubah drastis begitupun dengan Dito,raut wajah yang sangat tak bisa ku tebak.Tiba tiba wanita di hadapannya pergi begitu saja,dan ku lihat Dito terus melihat kearah cewe itu sampai dia benar benar pergi.
"siapa tadi?" tanya ku saat dia duduk didepan ku.
"gatau gakenal,udah lah gapenting juga"katanya dengan raut muka dan nada suara yang tak biasa.
"hmm gitu ya,yaudah.Udah dapet tiketnya?yang jam 6.15 kan?"tanyaku.Namun Dito hanya menjawab ku dengan anggukan dan tatapan kosong.
"aku ke wc dulu ya,tiba tiba pingin pipis,kamu diem disini aja,aku gaakan lama ko"katanya sambil pergi.
15 menit aku menunggu namun tampaknya Dito tak kunjung datang.Aku mulai gelisah,ku lihat jam ditangan sudah menunjukan pukul 6.09. Itu artinya film akan dimulai dalam 6 menit lagi,sedangkan Dito belum datang juga.Mana mungkin aku nonton film horror sendirian dengan belanjaan keperluan bazzar Dito yang terbilang lumayan banyak.
Terdengar suara pemberitahuan bahwa film yang akan aku tonton sudah mulai,namun Dito belum menampakan batang hidungnya.Aku terus menunggunya disini sendiri,tak memperdulikan lagi film yang akan ku tonton,karena kini yang aku tunggu adalah Dito.Sudah coba ku hubungin telponnya namun tak dijawab juga.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 20, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SECRETOStories to obsess over. Discover now