day 1

61 1 0
                                        

benci sudah mendengar kata " senin ", shyren victoria nama yang indah tapi tidak seindah hidupnya.

" rere " banyak orang memanggil nya dengan sebutan itu, gadis yang selalu benci dengan keadaan rumah. padahal rere terlahir dari keluarga kaya tetapi menurutnya " buat apa kaya kalau tidak bahagia ".

tiba perempuan paru baya yang mengetuk pintu kamar gadis berambut pirang ini, dengan sangat kasar perempuan tersebut mengetuk pintu kamarnya. ~seperti tidak ada etika.

diva putri, nama perempuan tersebut merupakan mama tiri rere.

rere segera membuka pintu kamarnya karena sudah muak dengan celotehan diva.

" rere! kamu siap siap untuk sekolah saja lama sekali !! kalau bukan karena papa kamu yang menyuruh mama gak akan saya cape cape ke atas buat bangunin kamu "- ucap diva yang sama sekali tidak punya hati.

rere sangat benci keadaan seperti ini, masih pagi sudah membuatnya makin tidak sabar keluar dari rumah ini.

" lo kira gue mau di bangunin sama lo?! lagian gue juga gak sudi di bangunin sama lo, sebelum lo disuruh papa gue udah bangun kali ! look at me? you can see? gue udah rapi, so jangan nganggu gue lagi "- itulah kata kata yang di keluarkan oleh gadis berambut pirang tersebut lalu pergi meninggalkannya.

saat menuju ke bawah, rere melewati ruang makan. Di sana sudah terlihat wawan ayah kandung rere dan syely adik tiri rere.

syeli tidak beda jauh dengan diva, yang samasama mencari perhatian papa untuk mendapatkan hartanya.

" rere mau kemana? sarapan dulu sayang "- ucap wawan, membuat langkah rere terhenti dan membalikkan badannya.

" sejak kapan rere mau makan semeja dengan mereka semua ? "- pertanyaan rere membuat wawan kaget dengan ucapan rere.

" rere! kurang ajar sekali kamu! ini mama kamu rere! bersikap sopan dengan mereka "- amarah papa yang kesal dengan rere.

" sorry? mama rere? bukan mama lebih tepat musuh ! udah pah rere mau berangkat, oiya pah jangan suruh perempuan ini lagi buat gedor gedor pintu kamar rere, berisik! "- ucapan terakhir rere kemudian pergi meninggalkan situasi pagi yang kacau.

mama kandung rere sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena sakit. rere sangat curiga dengan diva, pada saat itu diva sudah mendekati papa saat mama sedang dirawat. rere sangat yakin penyebab kematian mama pasti karena diva, sebab dokter mengatakan mama meninggal karena ada zat yang masuk ke dalam tubuh mama dalam waktu sekejap mama pun meninggal.

itulah kenapa sebabnya rere sangat membenci diva dan syely.

dengan rok abu-abu span, baju crop, dan rambut berwarna coklat gadis tersebut pergi ke sekolah menggunakan vespa merah.

saat tiba di sekolah, semua murid memerhatikan rere yang terlihat seperti gadis nakal.

rere tidak pernah memperdulikan orang disekitarnya, ia lebih memilih untuk tetap berjalan menuju kelas sambil mendengarkan music dengan earphone.

" pagi pagi udah jadi pusat perhatian lo, hebat! "-ucap seorang laki laki tinggi dengan pakaian seragam yang rapi beda sekali dengan rere yang mirip brandalan.

" setidaknya gue nggak kaya lo, yang nyari perhatian orang pake identitas babu sekolah ! "-ujar rere yang membuat gibran cowo tersebut merasa tidak terima di bilang babu.

" babu sekolah tapi berprestasi mah wajar di perhatiin, lah lo? pinter nggak yang ada nyari masalah mulu di sekolah ! "-saut gibran yang tidak mau kalah dengan gadis tersebut.

" mau lo apasih? pagi pagi udah nyari ribut! urusin aja sana rakyat rakyat lo itu, ajarin gimana jadi babu yang benar dan baik "- jawab rere, lalu meninggalkan cowo tersebut pergi tanpa memperdulikannya.

---------------------------

jam pertama pun segera dimulai.

murid-murid yang sibuk menjawab soal matematika, tidak dengan rere yang hanya tidur di kursi bagian pojok belakang sambil mengdengarkan musik.

hanya musik satu-satunya teman untuk rere.

plakk...

penggaris panjang mendarat di meja rere, pak anton guru matematika rere yang sedang memergoki rere yang tertidur pulas.

kemudian rere bangun, kerena kaget mendengar suara keributan.

" rere! lagi lagi kamu tidur di pelajaran bapak! sudah berapa kali bapak peringatkan ke kamu ! "-ucap pak anton yang marah atas perbuatan rere.

" maaf pak, tadi ke bablasan "-jawab rere yang masih setengah sadar.

" alasan ! cepat berdiri hormat depan tiang bendera sekarang !"- hukuman pak anton yang menurut rere sudah biasa.

bel istirahat berbunyi

sudah terlihat banyak murid yang memadati kantin sekolah, sedangkan rere? oh fuck, gadis tersebut masih berada di lapangan dengan wajah yang sudah pucat karena kepanasan.

" fix gue udah gak kuat, mending gue pingsan aja dah "-batin rere.

benar saja, seorang shyren victoria pingsan di lapangan karena kepanasan.

kemudian seorang laki laki datang menghampiri rere, dengan sigap ia menggendong rere lalu membawanya ke uks.

lima belas menit rere masih memejamkan matanya, lalu ia terbangun dengan badan yang masih lemas.

rere pingsan kerena dari tadi pagi ia belum mengkonsumsi makanan ataupun minuman.

rere menoleh ke arah samping, terlihat laki laki sedang duduk di bangku sambil membaca buku.

" gue dimana ? "-tanya rere.

" udah sadar? ternyata cewe kaya lo lemah juga ya haha "- sindiran gibran yang sangat heran kenapa rere bisa pingsan.

" gue pingsan karena belum makan aja ya ! kalau gue udah makan juga sampe pulang sekolah gue bisa berdiri disana ! "-balas rere dengan tatapan sinis.

" tuh makan dulu buburnya "-ucap gibran yang sudah menyiapkan bubur untuk rere.

" gak makasih, udah gue mau cabut"- tanpa basabasi rere pergi dari ruang uks.

rere lebih memilih untuk cabut sekolah dan pergi ke rumah rendy sepupu rere.

good malam guys!!!

cuma mau umumin aja jalan cerita ini akan gue ubah bener bener berubah dan mungkin yang ini ceritanya lebih greget ke cinta si gadis ini ya eheheh semua karakter aku ganti

jangan lupa vote+comment,share ke temen kalian ya

enjoy!

LOVE BADGIRL'SWhere stories live. Discover now